Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Banyak kemauannya


__ADS_3

Sambil menunggu makanan datang Ervi banyak betingkah padaku.


"Mas" kata Ervi, dengan bersender pada lenganku.


"Apa lagi sih" kata Fariel.


"Manja bener deh sekarang kayaknya."


"Emang lagi manja, lagi pengen dimanja, pengen berduaan dengan mamasku sayang" kat Ervi, dengan bernyanyi.


"Kumat lagi nih, gak dirumah gak disini sama aja, malah makin parah aja" kata Fariel.


"Kan hanya sama mas aja manjanya" kata Ervi.


"Kata sapa sama mas doang, lah sama Papi dan Mami gak sadar apa gimana" kata Fariel.


"Lupa apa gimana nih, garasi sampe penuh itu punya siapa motor dan mobil berbaris kaya gitu."


"Hehe" kata Ervi.


"Ketawa aja terus" kata Fariel.


"Mas foto dulu, biar ada kenang-kenangan baru lagi" kata Ervi.


"Ogah ah, mas gak suka difoto" kata Fariel.


"Sekali aja foto berdua yang romantis, biar Papi Mami dan kakak tau, dan juga yang lainnya" kata Ervi.


"Terserah kamu aja" kata Fariel.


Dan Ervi langsung beberapa kali cekrak cekrek dengan gaya yang berbeda-beda.


"Mas kaya gini napa tangannya, masa kaya patung" kata Ervi.


"Males, kalau mau foto ya gini aja, kalau gak mau ya udah, ribet banget sih" kata Fariel.


"Adek cium nih kalau gak mau" kata Ervi.


"Silahkan aja kalau berani, paling mas tinggalkan adek disini sendirian, biar pulang jalan kaki" kata Fariel.


"Siapa takut, mas kan paling sayang sama adek, jadi mana mungkin mas ninggalin adek disini sendiri" kata Ervi.

__ADS_1


Tiba-tiba cekrek dengan posisi pipi kanan dan kiri saling menempel.


"Adek pos ah, kirim ke Mami, paling nanti sampe rumah disuruh nikah" kata Ervi.


"Nikah aja sana sama ikan mujaer" kata Fariel.


"Gak mau, kan ada mamasku sayang kenapa harus sama mujaher" kata Ervi.


"Terserah sama adek ajalah, mana yang adek mau" kata Fariel.


"Nah adek maunya hanya sama mas seorang, bukan sama yang lain" kata Ervi.


"Iya iya iya oke" kata Fariel.


Dan makanan yang dipesan pun datang.


"Ini pesanan nya, bang dan mbaknya."


"Dan ini minumnya juga."


"Selamat menikmati, dan kalau masih ada yang kurang bisa panggil aja kesana, atau lambaikan tangannya."


"Makasih."


"Iya sama-sama, silahkan dinikmati."


"Dah, sekarang makan jangan nyender mulu" kata Fariel.


"Adek maunya disuapin" kata Ervi.


"Astaga, mas lapar, jadi males nyuapin bocah manja" kata Fariel.


"Kalau mau ya makan kalau gak terserah, yang jelas makasih dah mau traktir mas."


"Ih jahatnya, tega bener sih" kata Ervi.


"Kan sesekali doang loh mas, masa sekali aja gak boleh."


"Gak ada, tadi kan udah, udah nempelin pipi dan gendong juga" kata Fariel.


"Jadi sekarang maka sendiri oke."

__ADS_1


"Iya deh iya, tapi tetap nanti harus disuapin" kata Ervi.


Daripada dengarin Ervi yang banyak permintaan dan gak ada hentinya bicara langsung kuucapkan doa makan.


"Mari makan" kata Fariel, setelah mengucapkan do'a.


"Ih mas mah gitu, gak sayang apa sama adek" kata Ervi.


"Adek kan mau kaya orang-orang yang kalau makan itu disuapin."


"Minum juga disuapin."


"Kemana-mana digandeng."


"Padahal tadi dirumah bilang nya mau gandeng adek biar gak ada yang berani gandeng adek selain mas."


"Janjinya mana nih mas."


"Daripada ngomong terus gak bisa diem" kata Fariel, yang menyumpal kan nasi pada mulut ervi biar diem.


"Sekarang makan sendiri, dah mas suapin sekali."


"Jadi makan sendiri oke."


"Mas masih lapar mau makan."


"Jangan ganggu mas yang lagi makan."


"Kalau sayang sama mas, biarakan mas makan dengan santai menikmati makanan nya."


"Iya mas aku sayang" kata Ervi.


"Nih adek makan nih."


Dan kami pun maka bareng dan sesekali juga Ervi memberikan suapan padaku.


"Aaa mas" kata Ervi.


Daripada bikin pusing karena menolak lebih baik kuterima suapannya padaku.


Dan lagi dan lagi seperti itu hingga beberapa kali dan dengan manjanya juga meminta disuapin, biar romantis katanya.

__ADS_1


__ADS_2