
"Dah siap ya Bi" kata Fariel.
"Eh Aden" kata Sumi.
"Dah siap Den, tinggal nambahin es aja" kata Ani.
"Aden sama Non mau dibuatkan."
"Mau" kata Fida.
"Turun dulu ya" kata Fariel.
"Masa mau digendong mulu, enggak malu apa sama Bibi."
"Turun ya."
Langsung kuturunkan.
"Bi, bisa minta tolong enggak" kata Fariel.
"Boleh Den, mau minta tolong apaan" kata Diah.
"Tolong carikan sate sapi" kata Fariel.
"Boleh Den" kata Sumi.
"Bibi minum dulu itu, dinikmati dulu, baru nanti cari satenya" kata Fariel.
"Enggak usah Den, nanti aja" kata Sumi.
Langsung kuambil uang dalam saku celananya dan kuberikan beberapa lembar uang.
"Nih Bi" kata Fariel.
"Belikan aja semuanya."
"Iya Den" kata Sumi, sambil menerima uangnya.
"Apa ada lagi, sebelum pergi" kata Fariel.
"Bakso sapi juga" kata Fida.
"Sama bakso ya Bi" kata Fariel.
"Nih buat baksonya" yang menyerahkan beberapa lembar lagi.
"Baik Den" kata Sumi.
"Minta sama Pak Udin buat antar ya Bi" kata Fariel.
"Iya Den" kata Sumi.
"Kalau gitu Bibi pamit pergi dulu ya Den, Non."
"Iya Bi, hati-hati" kata Fariel.
"Assalamu'alaikum" kata Sumi.
"Waalaikumsalam" ucap Semuanya.
"Mau pake es enggak Den" kata Diah.
"Pake, yang banyak" kata Fida.
"Boleh Bi, sedikit aja yang untukku Bi" kata Fariel.
"Es kelapa aja sama bengkoang yang untukku."
"Baik Den" kata Ani.
__ADS_1
"Enggak mau pake gelas" kata Fida.
"Pake mangkok."
"Buahnya yang banyak."
"Anggur, apel, stroberi, mangga, manggis, bengkoang, pepaya, semangka, dan semuanya."
"Bi, yang satu pake mangkok Bi" kata Fariel.
"Buahnya taro semuanya dan tambahin susu."
"Baik Den" kata Diah dan Ani.
"Tambahin roti pa enggak" kata Fariel.
"Engak, itu aja" kata Fida.
"Mau makan disini apa dibelakang" kata Fariel.
"Dibelakang" kata Fida.
"Ya dah dibelakang" kata Fariel.
"Tapi jalan ya, jangan minta gendong, biar Sami bawa es buahnya "
Hanya anggukan darinya.
"Duluan kalau gitu, biar Sami nanti bawakan ini esnya" kata Fariel.
Fida langsung jalan duluan kebelakang, atau taman rumah dibelakang.
"Nih Den" kata Ani.
"Apa mau kuantarkan kebelakang sekalian Den."
"Enggak usah Bi, makasih" kata Fariel.
"Ini aja dah repotin Bibi dari tadi, sekarang lebih baik Bibi nikmati es buahnya, biar kubawa sendiri kebelakang."
"Maaf ya Bi dah bikin Bibi repot dan capek."
"Enggak kok Den" kata Diah dan Ani.
"Kan ini dah jadi tugas Bibi Den" kata Diah.
"Iya, ini kan tugas kami disini Den" kata Ani.
"Kayaknya itu beneran lagi isi deh Den" kata Diah.
"Iya Den, apa dah diperiksa" kata Ani.
"Manjanya sedikit berbeda, pasti karena lagi isi Den."
"Belum Bi, dianya belum mau kuantarkan buat periksa" kata Fariel.
"Mungkin nanti kucoba bujuk."
"Kalau menurut Bibi itu yakin isi beneran deh Den, enggak mungkin salah" kata Diah.
"Kan Bibi juga pernah ngalamin yang seperti itu, tiba-tiba jadi aneh, banyak mintanya."
"Bibi yakin juga iya, gak jauh beda dari Non Ervi permintaannya" kata Ani.
"Hampir sama kemauannya."
"Ya dah Bi" kata Fariel.
"Saya kebelakang dulu bawa ini, nanti kelamaan malah bisa ngambek lagi."
__ADS_1
"Bisa repot bujuknya kalau dah dalam mode diam."
"Susah rayunya dan bakal minta aneh-aneh lagi, kan bahaya."
"Sip Den" kata Diah dan Ani.
"Semangat ya Den" kata Ani.
"Iya Bi, makasih" kata Fariel.
"Permisi Bi."
"Iya Den" kata Diah dan Ani.
Ku bawakan es buah dalam gelas dan mangkok kebelakang dengan nampan.
"Nih esnya" kata Fariel, yang meletakkan didepannya.
"Kok lama banget sih" kata Fida.
"Ngapain sih tadi."
"Kan harus bawa pake nampan kemari, makanya lama harus nyari ini dulu" kata Fariel.
"Kan juga harus masukin buahnya ke dalam mangkok, katanya minta pake buah juga, terus ditambah susu juga tadi."
"Maaf deh kalau jadi nunggu lama."
"Dah ya enggak usah ngambek ya."
"Mau Sami suapin ini makan es buahnya."
"Satenya kapan ada" kata Fida.
"Dah lapar."
"Kan baru berangkat tadi beberapa menit yang lalu" kata Fariel.
"Belum lagi harus nyari bakso juga."
"Sabar ya sebentar ya."
"Kita makan es buah aja dulu, nanti kalau dah datang baru kita makan sate sama baksonya ya."
"Sini biar Sami siapin."
"Apa mau dipangku juga sini."
"Mau" kata Fida.
"Ya dah sini" kata Fariel.
Langsung duduk dipangkuanku.
"Aaak" kata Fariel, yang menyuapinya.
"Gimana rasanya, apa enak"
Hanya anggukan saja darinya.
"Apa iya enak, kaya bakal aneh rasanya" kata Fariel, dalam hati.
"Sami coba dikit ya, penasaran sama rasanya."
Hanya anggukan dan langsung kucoba airnya.
"Ih kok gini ya rasanya" kata Fariel.
"Jadi aneh" dalam hati.
__ADS_1
Langsung kuminum milikku yang hanya es kelapa campur sama bengkoang tanpa ditambahkan buah yang lain seperti punyanya.