Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Mimpi buruk


__ADS_3

"Yank bangun."


"Cami bangun, aku rindu kamu."


"Jemput aku" dengan melambaikan tangannya.


"Peluklah aku."


"Cami aku disini masih menunggumu."


"Aku disini kedinginan."


"Temuilah aku dekaplah erat tubuhku ini."


"Cami jangan tinggalkan aku."


"Camiku sayang aku kangen kamu."


"clCami aku butuh kamu."


"Cami bawalah aku pergi."


"Cami ingat janji kita untuk salu bersama melewati halangan rintangan yang ada."


"Cami aku sayang sama cami."


"Cami."


"Cami aku mohon, bahagiaku bersamamu."


"Aku gak mau menikah dengan yang lain, selain cami."


"Cami" dengan menangis dan lalu melambaikan tangannya.


"Cami aku butuh cami untuk selalu disisiku."


"Jika cami gak ada buatku."

__ADS_1


"Maafkan semua kesalahan canismu ini."


"Slamat tinggal camiku, I Love U."


"Semoga Tuhan menyatukan kita nanti disurga."


"I Love U camiii, selamat tinggal" lalu loncat.


"Tidakkkkkkk" teriakku yang begitu keras yang langsung terbangun dari tidurku dan duduk.


"Apa ini hanya mimpi, atau memang benar terjadi."


"Tuhan lindungilah dia Tuhan dimanapun dia berada saat ini."


"Nak Fariel kenapa teriak-teriak" kata Mami, yang baru masuk kekekamarku dengan panik.


"Anak Mama kenapa" yang juga ikutan panik.


"Aku bermimpi ketemu Tia, dia berada di tebing, dan memintaku untuk membawanya, lalu saat itu juga dia loncat dari atas" kata Fariel, ucapku dengan sedih.


"Aku akan merasa bersalah jika ini beneran terjadi, karena aku jujur masih tak dapat melupakannya hingga saat ini juga."


"Ini hanya bunga tidur saja nak, mungkin ini hanya perpisahan biasa, kamu yang tenang, pasti akan segera ditemukannya" kata Mami.


"Maafkan Mama jika memaksamu untuk melupakannya, tapi Mama ingin kamu bahagia" kata Mama.


"Walau tak bersamanya tapi bisa bahagia dengan yang lain, maafin Mama yang egois ini memaksamu melupakannya."


"Aku sangat khawatir dengan kondisinya saat ini, apa dia baik-baik saja dimanapun dia berada" kata Fariel.


"Ada apa Mi" kata Papi.


"Iya ada apa, tadi Bapak dengar teriakan" kata Bapak.


"Gak ada apa-apa, hanya mimpi saja" kata Mama.


"Iya hanya mimpi kalau Astri tadi loncat dari tebing" kata Mami.

__ADS_1


"Ooh, hanya mimpi" kata Bapak.


"Kamu yang sabar dan tenang, Papi dah meminta beberapa orang dan juga polisi untuk mencarinya kesudut kota ini, bahkan Papi juga sudah menyebarkan fotonya, kita tenang saja sambil menunggu kabar baiknya" kata Papi.


"Badanmu sampai keringatan gini loh" kata Mama, yang memelukku sambil duduk.


"Yang sabar, jika kalian memang disatukan maka akan disatukan sama Tuhan, tapi jika tidak, maka Tuhan akan memisahkan kalian walaupun kalian akan selalu berusaha bersama tapi Tuhan lah yang menentukan kalian bersama atau tidak" kata Mama.


"Nami ikhlas jika nanti kalian memang bersatu, hanya mungkin adek dan kakak kamu yang gak bisa menerimanya, dan akan membencinya" kata Mami, dalam hati.


"Sekarang kamu lanjutkan tidurnya lagi, kamu baru tidur beberapa menit, ini masih siang, masih ada waktu untuk lanjutkan tidur lagi, biar Mama temenin" kata Mama.


"Ada apa Mi" kata Ervi.


"Tadi kakak dengar ada teriakan" kata Fida.


"Gak ada apa-apa nak, hanya mimpi aja tadi nak Fariel, sekarang kita balik lagi ya, biar dia tenang dan lanjutkan tidur siangnya lagi" kata Mami.


"Yuk kita keluar yuk, biarkan dia istirahat."


Dan mereka pun langsung keluar dari kamarku hanya Mama yang tidak keluar, Mama masih mendekap tubuh ku yang sudah kembali merebahkan badannya lagi untuk lanjut tidur siang.


"Dah tidur lagi aja, jangan terlalu dipikirkan, Mama tau rasanya kehilangan, tapi kamu gak boleh seperti ini, kamu juga harus sehat dan tenangkan pikiranmu, biar Tuhan yang menentukan jalannya" kata Mama.


"Aku takut Ma, sangat takut" kata Fariel.


"Dah tenaga aja, sekarang tidur aja lagi, atau mau mandi lalu kemana gitu buat menenangkan pikiran" kata Mama.


"Tapi muka kamu masih pucat, lebih baik tidur lagi aja ya."


"Apa aku boleh untuk menemuinya sekali saja, jika nanti ketemu sebelum dia menikah" kata Fariel.


"Iya boleh, tapi harus ada yang nemenin ya, dan bertemunya hanya boleh di rumahnya, jangan diluar" kata Mama.


"Sekarang tidur."


Aku hanya mengangguk dan mencoba memejamkan matanya walaupun susah dan yang ada hanya bayangan itu yang kembali hadir hingga tak terasa air mata ini mengalir.

__ADS_1


__ADS_2