Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Membuka surat


__ADS_3

Setelah selesai mandi langsung kupakai baju yang pagi kupakai, karena bajuku kotor semua dan baru dicuci tadi pagi, jadi terpaksa pakai pakaian yang ini lagi, yang bakal jadi bahan ketawaan lagi, daripada pakai baju yang ini lagi yang dah bau keringat.


"Aduh masa harus pakai ini lagi" kata Fariel.


"Bakal jadi bahan bulian lagi nanti nih pasti."


"Mana pakaianku dicuci semua lagi sama Bibi."


"Celana juga disana semua, disini hanya celana yang dicuci itu doang sama yang kotor itu."


"Masa iya pake sarung dan koloran doang kebawah."


"Ah bodo amat ah, dibuli ya dibuli lah monggo."


"Yang penting bajunya gak ada motif bunga lagi, dan dah ganti pake punya sendiri."


"Oh iya, perasaan aku punya sesuatu dari kak Fida buatku."


"Apa buka sekarang aja ya, daripada penasaran apa isi surat itu."


"Lebih baik kubaca ah, kayaknya juga Aya lagi gak rewel gak minta sama aku mulu, jadi bisa santai sebentar."


Langsung kuambil surat yang diberikan oleh Fida yang kuletakkan dimeja dibawah laptop.


"Aambil baca sambil rebahan kayaknya enak nih" kata Fariel.


Langsung rebahan dan membuka isi surat itu, surat yang pertama yang memang khusus untuk aku.

__ADS_1


Langsung kubaca isi dari surat ini.


...Buat engkau Sielfa Akhmad Mufariel. ...


Semoga engkau dalam keadaan baik-baik dan sehat.


Aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal untukmu yang kini menjadi adikku juga.


Mungkin surat ini datangnya secara tiba-tiba dan akan membuatmu heran dengan permintaan ku ini yang terakhir.


Aku berharap engakau mau mengabulkan permintaan ku ini.


Aku beberapa hari ini selalu bermimpi buruk, yang gak tau itu apa artinya dalam mimpiku ini.


Tapi mungkin sebelum mimpiku ini benar-benar terjadi, aku ingin menyampaikan permintaan ku ini lewat surat ini untuk mu.


Disetiap tidurku aku selalu bermimpi buruk, dan selalu bertemu dengan kedua orang tuaku.


Aku berharap kau mau mengabulkan permintaan ku ini.


Ini permintaan ku terakhir dan pertama buatmu.


Aku hanya ingin hidup bahagia diakhirat nanti, karena meninggalkan istri yang sedang mengandung dan akan membuatnya jadi tak seperti yang diinginkan.


Aku hanya ingin meminta padamu, lindungi mereka, istri dan anakku padamu.


Bahagiakan mereka, karena aku tak sampai membuatnya bisa bahagia bersama anakku.

__ADS_1


Aku ikhlas jika engkau yang akan menjadi pengganti ku, pengganti orang tua buat anakku.


Kutitipkan anak beserta istriku padamu.


Aku yakin kau bisa membahagiakan nya dan membuat dia kembali ceria lagi.


Menikahlah dengannya, supaya anakku punya Ayah ketika terlahir kebumi nanti.


Hanya engkau yang bisa membuat kembali bahagia.


Aku yakin hanya kau adekku tercinta dan terbaik yang belum sempat aku ngobrol denganmu tapi aku yakin kamu orang baik.


Kutitipkan istri dan anak ku padamu.


Hanya kau yang mampu membimbing anak dan istriku.


Jangan salahkan anakkua jika nanti dia memanggil namamu dengan sebutan Ayah.


Karena ini adalah doaku selama ini sebelum aku benar-benar dijemput buat kembali ke sisi-Nya.


Aku gak bisa membahagiakan anakku sendiri dengan tanganku ini.


Maka kutitipkan padamu, dan nikah lah dengannya supaya anakku beneran dapat kasih sayang penuh dari mu dan Ibunya atau Mamanya sendiri.


Maaf jika permintaan ini terlalu berat bagimu, dan akan buatmu jadi sulit untuk memilih antara istri juga anakku atau calon mu itu sendiri.


Tapi kabulkanlah permintaan ku ini yang terakhir kalinya agar aku bisa tidur tenang.

__ADS_1


...Maaf. ...


...Rendi Ardian. ...


__ADS_2