Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Pancingan Fida padaku


__ADS_3

Tiba-tiba malah bayi mungil ini menangis membuatku panik sendiri mau ngapain.


"Duh harus ngapain ini" kata Fariel.


"Duhhh" dengan perasaan bingung.


"Da, da" kata Fida.


"Aya bangun ya."


"Iya ini, gimana ini" kata Fariel.


"Tolong angkatkan dan bawa sini Da" kata Fida.


"Mungkin Aya haus dan lapar."


"Ohh" kata Fariel.


Langsung ku angkat secara perlahan sambil mengucapkan.


"Ayesha cantik, jangan nangis ya, cep cep cep anak manis jangan nangis ya cep cep cep, haus yaa hemmm" kata Fariel.


"Nih nyai" memberikan pada nyai dan meletakkan disamping tidurnya.


"Makasih Udaku" kata Fida.


"Duh anak Mama haus ya, pengen mimi cucu ya."


"Yuk mimi cucu dulu sini, biar gak haus lagi dan gak lapar."


Aku langsung berbalik badan setelah meletakkan Ayesha dan berjalan kearah lain supaya tak melihat pemandangan yang tak seharusnya kulihat, karena bukan pemandangan yang baik untuk mataku, takut mataku berdosa dan salah menatap.


"Nanti kalau sudah bilang ya" kata Fariel.


"Iya Uda" kata Fida.


"Uda mau kemana kok jalannya gitu."


"Gak kemana-mana, mau duduk disini diatas tikar kok, alnya kalau disitu terus takut melihat pemandangan yang tak wajar untuk kulihat pake mataku" kata Fariel.


"Entar mataku jadi ternodai."


"Hahaha, Uda lucu" kata Fida.


"Gak papa kalau mau lihat boleh, tapi harus apa yaaa."


"Gak ah, dosa, bukan muhrim" kata Fariel.


"Mending Uda mainan hp, hubungin orang dirumah buat nyiapin makanan dibawa kemari, dah lapar nih" sambil mengusap perut.


"Kenapa gak kedepan aja, didepan kan ada warung buat makan" kata Fida.


"Atau gak makan buah nih dimeja, tadi malam bibi yang bawa, ada roti juga."


"Gak ah, Uda gak mau ninggalin kalian bedua disini, kan bibi lagi pada pulang dan bi Bumi lagi Shalat subuh terus pulang juga kayaknya" kata Fariel.


"Soalnya tadi kusuruh untuk pulang."


"Apa nyai butuh sesuatu untuk dibawa kemari, mungkin untuk Ayesha."

__ADS_1


"Bilang aja ke bibi langsung buat bawain keperluan ku." kata Fida.


"Pasti mereka tau apa yang perlu dibawakan."


"Oke, biar ku telpon bibi dirumah" kata Fariel.


Langsung kutelpon bibi dirumah.


"Hallo bi, Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam Den" kata Diah.


"Bibi bawakan makanan kesini ya, agak cepet dah lapar bingit nih bi, perutku keroncongan banget gara-gara semalam jadi korban" kata Fariel.


"Oh ya sama titipan dari kak Fida juga, katanya suruh bawakan keperluan kak Fida dan Ayesha."


"Oh iya Den baik, akan segera bibi bawakan makanannya untuk Aden" kata Diah.


"nlNanti juga akan kami siapkan semuanya keperluan Ayesha nya juga."


"Ya dah gitu aja ya bi" kata Fariel.


"Air panas jangan lupa, sama bajuku satu buat ganti sama bawakan sikat gigi ya bi."


"Baik Den, nanti bibi bawakan" kata Diah.


"Bajunya ambil aja didalam sama celana panjang nya" kata Fariel.


"Oh ya charger HP ku bi sakalian."


"Maaf kalau merepotkan bibi."


"Ya dah ya bi, Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" kata Diah.


Dan langsung ku matikan, langsung bermain game untuk menghilangkan jenuh dan tak banyak bergerak melihat kearah lain, takut salah menatap mending fokus ke layar HP.


"Da ini buah sama rotinya dimakan biar gak kelaparan, kan semalam habis nyai jadiin pegangan dan remasan tangan nyai biar gak terlalu sakit" kata Fida.


"Nanti aja, kalau dah selesai ngasih ASI pada Ayesha" kata Fariel.


"Gak hanya itu, bahkan bajuku aja sampe robek dan rambutku banyak yang rontok pastinya karena tarikannmu."


"Bahkan pipiku gak sekali kali kena tampar sama nyai, sampe perih memerah."


"Duh kasiannya udaku ini, sakit pasti ya" kata Fida.


"Maafin nyai ya."


"Bis hanya Uda yang bisa bantu buat jadi pengganti sih."


"Hehehehe."


"Iya, aku maafin demi nyai dan Ayesha aku rela walaupun ditampar dan dijambak" kata Fariel.


"Itu semua tak ada harganya sama kebahagiaan nyai karena melahirkan bayi cantik."


"Ini ambil aja buah sama rotinya, gak papa" kata Fida.

__ADS_1


"Kalau takut matanya ternodai ya pejamkan mata."


"Nyai tutupi dong itu" kata Fariel.


"Baru Uda mau ambil."


"Apanya yang ditutupin" kata Fida.


"Yang itu" kata Fariel.


"Kalau gak ditutup gak jadi ah."


"Emang harus ya" kata Fida.


"Nyai jangan gitu ah" kata Fariel.


"Cepet, sebentar saja."


"Yang ditutup apanya Da, bagian mana" kata Fida.


"Jangan mancing-mancinh deh" kata Fariel.


"Aku lapar nih."


"Hahahaha, iya iya nih nyai tutupin" kata Fida.


"Dah buruan kamu ambil."


Aku pelan-pelan melirik kesamping setelah berdiri takut belum ditutup, kan bisa fatal kalau melihat itu, ya kan.


Aetelah aman dan beneran tertutup aku langsung mengambil roti dan buah dengan buru-buru biar cepet.


"Dah, sekarang boleh dibuka lagi" kata Fariel yang memunggungi Fida.


"Apanya yang dibuka Da" kata Fida.


"Apa aja bebas" kata Fariel.


"Berarti telanjang dong" kata Fida.


"Nyai, jangan macam-macam dan aneh-aneh" kata Fariel.


"Itu yang nyai tutupi itu yang keluar ASI nya ya, paham."


"Aku mau makan jangan ganggu."


"Ohhh yang itu, Uda gak mau ikutan nyicipin minum kaya Aya nih" kata Fida.


"Uhuk uhuk uhuk," kata Fariel.


"Hahahaha, makan kok sampai tersendak gitu" kata Fida.


"Sini minum bareng sama Aya biar gak tersendak lagi."


"Nyaiiiii" kata Fariel.


"Hahahahaha" kata Fida.


"Terserah nyai mau ngomong apaan dan mau apa, yang jelas Uda mau makan roti dan buah" kata Fariel.

__ADS_1


Langsung kumakan roti dan buah apel.


__ADS_2