Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Camat alias


__ADS_3

Sambil membawa nampan berisi gelas-gelas dan juga sebotol minum air putih.


"Ada-ada aja Papi sama Mami."


"Kenapa harus begitu sih."


"Bikin bakal susah tidur aja nanti malam."


"Padahal kan aku juga mau bahagia dengan pilihan sendiri."


Sampai di tempat.


"Nih minumnya, tuang sendiri ya" kata Fariel.


"Aku tuangin, kotor tangan ku Da, ya ya ya" ktaa Fida.


"Iya iya" kata Fariel.


"Adek juga dong mas, tuangin juga ya" kata Ervi.


"Iya adek" kata Fariel.


"Ini penuh apa setengah."


"Setengah aja" kata Ervi.


"Aku penuh Da" kata Fida.


"Oke siap komandan" kata Fariel.


Langsung ku tuangin air ke gelas lalu memberikan pada memeraka.


"Nih dek minumnya."


"Nyai ini."


"Makasih mas" kata Ervi.


"Makasih Uda minumnya' kata Fida.


"Iya" kata Fariel.


"Papi sama Mami mau sekalian."


"Gak usah, Papi nunggu minuman papi aja" kata Papi.


"Mami setengah aja ya nak" kata Mami.


"Nak atau calon mantu ya Pi."


"Mana aja boleh Mi, asal cocok dan mau aja, kenapa gak" kata Papi.


"Mami apaan sih" kata Fariel.


"Aku disini kan karena kerja dan permintaan papi dan mami, bukan untuk jadi mantu."


"Ya mana tau nanti jadi mantu Mami, ya mana tau kan, kalau Tuhan sudah menghendaki, mau gimana lagi" kata Mami.

__ADS_1


"Nih mi minumnya" kata Fariel.


"Makasih ya, calon mantu" kata Mami.


"Mii" kata Fariel.


"Dah gak papa, itu malah bagus, Papi juga mau manggil kamu camat ah, alias" kata Papi.


"Calon mantu" ktaa Papi dan Mami, dengan suara pelan.


"Terserah Papi sama Mami aja deh" kata Fariel.


"Asal kalian bahagia aja."


"Tapi kalau nanti aku bukan jadi mantu Papi sama Mami gimana."


"Berarti jadi anak Papi dan Mami" kata Mami.


"Iya, kan kamu juga yang bakal lanjutin perusahaan Papi dan Mami, kalau kakak dan adek mana mungkin mau ngurus perusahaan, mereka mah taunya hanya transferan" kata Papi.


"Aku dengar Pi" kata Fida.


"Adek juga" kata Ervi.


"Nanti kalau Ervi dah lulus kuliah Ervi bakal keperusahaan buat bantu-bantu."


"Lah terus masalah jadi Dokter Kandungannya gimana" kata Fida.


"Tinggalin aja, ini kan Mami yang nyuruh, adek kan maunya ambil jurusan mekanik atau otomotif" kata Ervi.


"Iya Mami setuju, gak harus jadi Dokter, yang penting ngerti aja" kata Mami.


"Tapi kenapa sampai sekarang masih gak ngerti dengan masalah kandungan ya, pasti kebanyakan mikirin cowok" kata Fida.


"Sapa bilang, rang Ervi kemarin dapat nilai terbaik, ntah yang ini, hehehehe" kata Ervi.


"Masa calon Dokter keseringan bolos" kata Fariel.


"Biarain, yang penting kan tugasnya gak pernah lupa dan telat" kata Ervi.


"Selalu sesuai, dan pas."


"Adek kan gak bodoh-bodoh amat."


"Berarti setelah lulus ini bakal lanjut lagi kuliahnya" kata Fariel.


"Hayo kenapa nanya begitu" kata Mami.


"Lah emang salah nanya nya ya Mi" kata Fariel.


"Bukannya kalau kuliah jurusan Dokter kandungan itu lima sampai tujuh tahun dan itu juga harus nambah beberapa tahun lagi biar dapat sertifikat buat buka praktek, juga magang dulu."


"Iya, kamu bener" kata Mami.


"Ini memang hanya kuliah yang awal yang hanya empat atau lima tahun, karena ini ilmu awalnya, kalau yang sebenarnya itu memang harus nambah dua atau tiga tahun biar genap tujuh tahun dan itu bisa dikatakan jadi Dokter Kandungan, walau hanya boleh jadi asisten Dokter saja, makanya kalah mau jadi Dokter yang bener ya harus kuliah lagi lima tahun biar bisa bukak praktek dan sudah boleh mengambil tindakan seperti mengoperasi saat melahirkan."


"Ooh gitu ya Mi" kata Fariel.

__ADS_1


"Iya, kakak juga kuliahnya sama kek Ervi kok, hanya putus tengah jalan karena dah gak tahan buat nikah" kata Papi.


"Hahaha, gak tahan pa gak kuat nahan" kata Fariel.


"Keduanya, gak usah ketawa" kata Fida.


"Lah kenapa nyai gak lanjut aja, atau mau lanjut nanti setelah lahiran" kata Fariel.


"Gak ah, mau ngantor aja, sapa tau nanti bisa jadi sekertaris Uda dikantor, ya gak" kata Fida.


"Gak boleh, rang Ervi yang bakal jadi sekertaris mas kok, eeee" kata Ervi.


"Dah jangan mulai ribut" kata Mami.


"Kalian berdua yang bakal jadi sekertaris nya, jadi jangan berisik ya, Mami lagi fokus nonton."


"plPermisi Bu, Pak, dan semuanya, ini bibi bawa minumnya" kata Diah.


"Taro aja di meja bi" kata Papi.


"Baik Pak" kata Diah.


"Kalau gitu saya permisi mau kebelakang lagi."


"Iya bi, silahkan" kata Mami.


"Makasih ya bi dah dibuatkan minum."


"Iya Bu" kata Diah.


"Permisi Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam" jawab kami semua.


"Nih ambil minum kalian masing-masing" kata Papi.


"Iya Pi" kata Fida, Ervi, Fariel.


"Aku bawa kekamar boleh Pi, Mi, mau tidur dah ngantuk" kata Fariel.


"Iya boleh, tapi harus diminum jangan dibuang, awas bakal Mami nikahin nanti kalau gak dihabisin atau dibuang susunya" kata Mami.


"Iya Mi, nanti lu minum sampai habis" kata Fariel.


"Kalau perlu hingga tetes terakhir, kalau gak molor duluan."


"Hahahahaha, kaya iklan aja mas" kata Ervi.


"Hingga tetes terakhir, susu bendera" kata Ervi dan Fida, dengan gembira.


"Iya dong" kata Fariel.


"Dah ya, dada semua Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam" jawab berempat.


Aku langsung membawa segelas susu dengan nampan menaiki tangga menuju kamar.

__ADS_1


__ADS_2