Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Becandaan Kami


__ADS_3

"udah mandinya" (fariel)


"udah dong" (Ibnu)


"tapi itu kupingnya masih ada" (fariel)


"mana" (Ibnu) sambil ngaca di kaca ukuran kecil yang digantung di dinding


"sialan loh, yaiyalah kupingnya masih ada, masa ilang karena dibawa mandi kena air dan sabun"


"hahaha, emang mandinya pake sabun sekarang" (fariel)


"gak, pake batu bata" (Ibnu)


"ya iya dong pake sabun, gimana sih lo ah, becandanya jelek"


"ya kirain pake daun sirih digosokkan ke badanmu" (fariel)


"sialan loh, emang gua apaan, lo kira gua kambing apa, yang dimandiin pake daun sirih, gak sekalian aja daun kelornya" (Ibnu)


"hahahahahah, airnya air apa" (fariel)


"air kolam ikan lele" (Ibnu)


"ya air bersih lah dari pam, emang lo mandi air apaan, air galon atau aqua"


"air galon kayaknya" (fariel)


"wah parah loh, galon nya baru kuisi kemaren sore, lo pake buat mandi" (Ibnu)


"hahaha, gak dong, becanda bro, mandi dibelakang dong tadi pake shower" (fariel)


"showernya kelas ekonomi lemah ya" (Ibnu)


"jadi pake gayung lalu disiram ke kepala sampai badan basah semua tanpa henti gerakin gayungnya buat nyiduk air dan nyiram, byar byur byar byur"


"betol banget, tumben cerdas sekarang" (fariel)


"sialan, gua gak bodo-bodo amat kali, hanya kemaren-kemaren ngalah aja, biar kamu jadi juara kelas mulu" (Ibnu)


"iya ok makasih dah mau ngalah" (fariel)


"dah siap belom sih dandannya, lama bener, mau dandan lama juga kalau jelek ya tetap jelek tuh muka"


"sialan loh, iya tau yang mukanya sekarang glowing macan artis Korea" (Ibnu)


"gak usah pake bedak, ntar malah dikira zebra" (fariel)


"kalau mau putih pake tepung atau semen putih biar awet dan irit terus putihnya juga lama"


"bisa aja lo tiga roda" (Ibnu)


"hahaha, bisa ngelucu juga sekarang ya" (fariel)


"mana parfummu, minta" (Ibnu)


"lah kok minta, masa iya parfumnya sama saat keluar" (fariel)


"ah gak papa biar dikira kembar" (Ibnu)


"ogah gua punya kembaran macam begini, mukanya dibuat putih, tapi tangannya rada hitam" (fariel)


"iya deh yang putih seluruh tubuhnya" (Ibnu)


"kalau pake bedak atau apalah itu, itu gak usah tebal-tebal, biasa aja, natural aja, ngapain malu sama kulit sendiri, harus pd dong" (fariel)


"hapus aja tuh bedak dimuka, bikin gua malu aja"


"emang terlalu putih ya bro" (Ibnu)


"iyalah, biasa aja, natural" (fariel)


"nih hapus pake ini biar biar bersih" memberikan kain lap


"sialan emang aku meja apa" (Ibnu)


"tisu dong"


"nih tisu basah" (fariel)


"basah darimananya, kering gini" (Ibnu)


"tinggal lo celupin aja tuh ke air kopi sisa pagi tadi" (fariel)


"becandamu jelek" (Ibnu) lalu berjalan keluar


sedangkan aku ketawa terbahak-bahak sambil memegangi perut


"udah ketawanya, mana sini parfunya" (Ibnu)


"nih buat lo semua, kecuali yang ini, kalau yang ini spesial dari orang, jadi gak boleh ada yang pake selain aku" (fariel) yang memeberikan botol parfum


"iya deh iya, yang sekarang sudah dapat calon, dan dah diposting di sosial media" (Ibnu)

__ADS_1


"harus dong, biar seluruh dunia tau" (fariel)


"yaudah ayok cabut, dah keroncongan nih" (Ibnu)


"yang lama kan situ, dandan aja macam be***ng mau mangkal" (fariel)


"sialan loh bilang gua cucok, eh eike masih normal ya ses" (Ibnu) sambil mengerakka tangannya pada daguku


"ahhh, sialan, kalau mau narik sana di terminal" (fariel)


"iiih ogah, malu sama otot bro, masa otot kaya gini jadi be***ng" (Ibnu)


"kurus gitu, mana ototnya, yang ad itu bukan otot tapi tali buntel tempe atupun tepo 'tempe gembus'" (fariel)


"hahahahaha, tau aja loh, dasar tahu bulet" (Ibnu)


"yok ah, nih pake ini biar mukanya sedikit fresh" (fariel)


"emang gua nyamuk apa dikasih lavender" (Ibnu)


"lah kalau gak apa, minyak cengkeh atau minyak sere" (fariel)


"sialan, ya kan minyak bengkoang atau apa gitu biar mukaku sedikit lebih keliatan fresh" (Ibnu)


"ya udah nanti kita beli setelah makan" (fariel)


"beli apaan, kenapa gak sekarang aja" (Ibnu)


"ya udah nih buat beli pembersih muka, bilang aja khusus cowok" (fariel) yang memberikan selembar uang


"kamu ajalah, aku tungguin didepan nanti" (Ibnu)


"iya ok" (fariel)


"ayok kalau gitu kita keluar" yang langsung berdiri


"ayok, ini kuncinya" (Ibnu)


"pake motor ya, biar bisa muter-muter gitu nanti habis makan"


"ok deh" (fariel)


"nih hpnya dibawa, jangan di cas mulu" (Ibnu)


"iya iya" (fariel) lalu kucabut dan ku masukkan kantong celana


"yuk"


"biar gak keliatan mukanya" (fariel)


"ente faham"


"nangam sodara ku" (Ibnu)


"ya udah ayok" (fariel)


"kunci pintunya, ada barang berharga didalam"


"iya, ini aku kunci" (Ibnu)


"kenapa motorku jadi kotor gini ya" (fariel)


"hehehehe" (Ibnu) dengan mengangkat tangan dan jari yang berbentuk V


"maaf tadi buat ngebut dijalanan sama lewat becekan sedikit"


"ok lah, ayok, nanti kita mandikan" (fariel)


"beres bos, didepan ada doorsmer, jadi sambil makan sambil nyuci motor" (Ibnu)


"ok ayok lets go" (fariel)


"motormu ketinggian bro" (Ibnu)


"lonya aja kali yang pendek" (fariel)


"belakangannya terlalu tinggi bro, lo kayaknya ini motor buat nyari untung saat bonceng cewek ya bro" (Ibnu)


"nungging amat"


"mana ada nungging dodol, ini tuh pas, coba aja naik dulu" (fariel)


"iya ya, gak terlalu, pas deh tapi tetap ini mah biar gak rugi kalah bonceng cewe" (Ibnu)


"terserah deh, ini mau kemana" (fariel)


"beli pembersih muka dulu lah" (Ibnu)


"ok ayok, tunjukin jalanya, biar aku tau" (fariel) yang sudah menyalakan motornya


" iya ayok, nanti kalau kubilang" (Ibnu)


"sekarang ngikutin jalan ini dulu terus belok kanan"

__ADS_1


dan akupun langsung mengikuti arah darinya


"nah itu didepan nanti berenti, ada minimarket kecil" (Ibnu)


akupun langsung berenti ditempat yang dia maksud


"cepetan turun" (fariel)


"iya bentar napa" (Ibnu)


"dah sana masuk, jangan lama"


"turun aja belum akunya, sabar sedikit napa" (fariel)


"iya deh iya, aku tunggu disini ok" (Ibnu)


"ok" (fariel) lalu masuk mencari barang yang dimaksud dan membeli sesuatu yang lain juga, lalu menuju kasir untuk membayar


"ini aja bang" ucap kasir


"itu satu sama ini satu" (fariel)


"itu aja"


"totalnya lima dua bang"


"ini uangnya" (fariel) sambil memberikan selembar uang


"orang baru ya bang, kayaknya baru lihat"


"iya, baru pulang dari Korea, mau liburan disni" (fariel) bohongku


"ooh, nih bang kembliaanya"


"makasih" (fariel)


"tto boja, sillyehabnida" lalu berjalan keluar


"hah ngomong apaan tadi"


"kan dari korea mungkin bahasa Korea kali" ucap satunya


"keren keren, memang kaya orang Korea dengan gaya rambutnya dengan warna rambut nya juga, coba aja tadi bisa lihat mukanya yang gak ditutup pake masker, pasti aku bakal minta foto"


balik lagi ke aku


"gimana dapat" (Ibnu)


"nih, pake aja langsung" (fariel) melemparkan sebotol


"gimana makenya" (Ibnu)


"tinggal lo tuang sedikit macam kaya pake handbody, tapi dipakenya dimuka ya, jangan di kaki" (fariel)


"iya tau, tapi apa gak pake air gitu biar lebih kinclong" (Ibnu)


"gak perlu, langsung dipake aja, buruan biar kita langsung cari makan" (fariel)


"ok" (Ibnu)


"kita kemana ini" (fariel)


"lurus aja, nanti didepan ada warung nasi, disitu aja, biara makan nasi yang murah tapi kenyang" (Ibnu)


"ok" (fariel)


"ayok naik, makenya sambil jalan kan bisa"


"asiyaaaaaap" (Ibnu) yang langsung naik


dan kami pun langsung berjalan kearah yang dimaksud


"nah itu, motornya dibawa kesana biar dicuci, kita makan disono yang murah" (Ibnu)


"ya udah ayok" (fariel)


yang langsung masuk kedalam tempat penyucian motor, dan turun ketika sudah sampai


"bro titip motor ya, sama cucikan sampai kinclong" (Ibnu) ucapnya pada petugas doorsmer


"ok bro, motor baru ya bro, tapi kayaknya sih bukan punya lo, lo hanya minjem aja tadi buat kekampus"


"nih yang punya, baru datang dari luar negri" (Ibnu) yang menunjuk kearahku


"oh ok lah"


"titip ya bro, kami mau nyari makan, lapar belum ada makan" (Ibnu)


"ok, aman pokoknya, nanti kalian kesinj lagi dah bakalan kinclong"


"thank, saya tinggal ya" (fariel)


"iya bos"

__ADS_1


__ADS_2