
"Kemana lagi anakku" kata Fariel, dalam hati.
"Wah bisa diborong sama tokonya kalau gini."
Langsung bergegas mencari Aya yang entah lagi dibagian mana, sedang memilih apa.
"Dimana sih itu anakku, kok cepet banget ngilang" kata Fariel.
"Aya, kamu dimana sih, jangan bikin Ayah capek dong buat nyari kamu" sambil mencari.
"Ealah tuh anak, kenapa lagi disitu."
"Anak Ayah mau ambil apa lagi" kata Fariel.
Tunjuknya pada sebuah kalung dan gelang atau yang lainnya digantungan.
"Ya dah ambil satu aja, jangan banyak-banyak" kata Fariel.
"Sini biar Ayah bantu" sambil mengangkat Aya, dan Aya meraih beberapa gelang, kalung juga gantungan kunci.
"Dah ya, kita pulang ya."
"Mama nyariin Aya, karena enggak pulang-pulang dari jalan-jalannya."
Aya langsung mengangguk.
"Tolong ya Mbak bawakan" kata Fariel.
"Iya Pak" kata Pe.
"Mari Pak."
Sampai dikasir, sambil mengantri.
"Eh kirain Ibu-ibu ganteng, ternyata."
"Siganteng beneran."
"Huhhh hahahahaha" kata beberapa Ibu-ibu.
"Cocok, banget ya Bang."
"Iya."
"Pasti sayang banget ini sama anak."
"Sampai segitunya."
"Iya, dari pakaian hingga hampir semuanya serba, wow."
"Wow kali malah."
"Huhhh, hahahahahahaha."
__ADS_1
"Beruntung banget sih punya suami seperti ini, yang sayang sama anak, sampai rela didandanin seperti Mamanya sendiri."
"Mana cantik lagi didandani kaya gitu Mas."
"Jadi merasa tersaingi nih."
"Kita kalah glowing ya Bu."
"Iya."
"Mana situ putih, eh didandanin begitu ya jadi keliahatan cantik mas."
"Sekalian pakai kebaya kayaknya mantap tuh mas."
"Wuhhh huuhhhh hahahahaha" ucap Ibu-ibu.
Akau hanya bisa tersenyum dan mengangguk untuk membalas dari ucapan mereka saja.
"Yah Es" kata Aya.
"Nanti ya" kata Fariel.
"Esnya kan dibawah, karena Aya ditumpukin jajanan."
"Li agi" kata Aya.
"Loh kok beli lagi" kata Fariel.
"Kan dah bnyak tadi esnya."
"Anaknya lucu mas, jadi gemes lihatnya."
"Iya, jadi pengen punya lagi satu yang kaya situ."
"Makasih Bu" kata Fariel.
"Semoga dikasih lagi."
"Mas, pake babysitter biar enggak repot."
"Lain kali, makasih sarannya Bu" kata Fariel.
"Untuk anak kayaknya lebih baik sendiri aja biar dekat dengan keluarga sendiri bukan babysitter."
"Karena yang didik keluarga sendiri bukan orang lain."
"Wah, hebat."
"Ini baru namanya orang tua sayang sama anak."
"Buat anak enggak boleh coba-coba."
"Emang minyak telon Bu."
__ADS_1
"Hahahahahaha Huhhhhhh" dari Ibu-ibu.
Aya memukul mukaku.
"Ya udah ayok beli lagi" kata Fariel.
"Tapi enggak boleh nakal ya."
Anggukan kepala sebagai jawaban darinya, dan langsung kubaya kelemari es, freezer.
"Ambil mau yang mana lagi" kata Fariel.
"Tobeli" kata Aya.
"Satu aja ya" kata Fariel.
Aya mengangguk dan kuambilkan satu dan kuberikan padanya.
"Uka" kata Aya.
"Kan dah habis satu, kok mau dimakan lagi" kata Fariel.
"Nanti sakit kalau kebanyakan makan es."
"Aaaaa" kata Aya, yang merengek.
"Iya nih Ayah buka" kata Fariel, langsung kubuka bungkusnya.
"Nih" lalu balik lagi buat antri.
"Maaf Mbak, tolong ambilkan roti keju yang mozarella dua, sama mangga tapi jangan terlalu yang matang, kalau bisa yang masih setengah matang aja, dua kilo" kata Fariel, pintaku padanya.
"Baik Pak" kata Pe
"Mas kalau mau duluan, duluan aja."
"Enggak papa ya Ibu-ibu ya."
"Iya, enggak papa, duluan aja Bang."
"Boleh dong foto sekali aja, selagi ada disini ketemu."
"Huhhhh" kata mereka semua.
"Bilang aja mau."
"Iya, kalau enggak mau biar kita aja, ya Bu."
"Iya."
"Bolehkan Mas."
"Boleh, sekali aja ya" kata Fariel.
__ADS_1
Langsung deh Ibu-ibu ngeluarin HP dan foto denganku bergantian dengan yang lain. Bukan hanya Ibu-ibu tapi juga yang lainnya, termasuk pegawainya ikutan minta foto bareng.