Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Dibuat bingung


__ADS_3

Selesai makan kami berbincang sedikit sambil menghabiskan minuman yang kami pesan.


"Duh lucunya" kata Nia.


"Kapan aku punya ya."


"Selesaikan dulu kuliahnya dodol, jangan mikir kesana" kata Indah.


"Calonnya aja gak ada."


"Iya bener tuh kata teman mu, selesaikan dulu kuliahnya baru mikir nikahnya" kata Fida.


"Nanti nyesal loh gak diselesaikan kuliahnya."


"Jalanmu masih panjang."


"Lah yang waktu itu kemana" kata Fariel.


"Bukannya ada."


"Haha, dia mah tiap bulan ganti mulu" kata Indah.


"Enak aja, jangan percaya sama omongannya" kata Nia.


"Rang gak sepemikiran ya lebih baik bubar, daripada dilanjutkan malah bikin nyesal."


"Iya bener banget" kata Fariel.


"Selagi masih bisa mencari dan memilih kenapa enggak, jangan buru-buru."


"Ini berbeda dari pacaran kalau dah nikah."


"Kalau pacaran bisa marahan terus putus nanti bisa nyambung lagi."


"Tapi kalau nikah berbeda, kalau marahan terus ujung-ujungnya jatuh lah yang namanya talak."


"Jadi pikirkan baik-baik sebelum itu terjadi."


"Kecuali sanggup menjalani nya."


"Dengerin tuh kalau ada yang ngomong" kata Nia.


"Emang milih sepatu kalau dah gak nyaman bisa dibuang begitu saja."


"Iya kalau kita yang buang, lah kalau kitanya yang dibuang gimana."


"Apalagi kalau dah memiliki anak" kata Fariel.


"Kasian anaknya, jadi kurang kasih sayang dan perhatian keluarga."


"Yang ada nanti anak nya malah jadi tak seperti yang diinginkan keluarga, karena kurangnya kasih sayang."


"Dengar tuh" kata Nia.


"Memilih boleh, asal jangan banyak pilih, nanti malah jadi prawan tua yang gak laku-laku gimana" kata Fariel.


"Haha, makanya tobat, jangan banyak pilih" kata Indah.


"Kuncinya saling mengerti dan saling menerima" kata Fariel.


"Jangan maunya menang sendiri."


"Ayah ndong" kata Aya, yang dalam pangkuanku.


"Emang mau kemana minta gendong" kata Fida.


"Sini sama Mama, dipangku Mama sini."


"Ga au" kata Aya.


"Yuk sini gendong Ayah sini" kata Fariel.


"Mau bobo lagi."


"Ain" kata Aya.


"Nanti ya mainnya ya, sekarang duduk dulu, nih minumnya kan belum habis" kata Fida.


"Susu aya aja masih banyak nih."

__ADS_1


"Tuh ada tante tuh, ngomong sama tante sana, ajak main tantenya."


"Sini sama tante sini" kata Nia.


"Sapa tau dah cocok."


"Jangan mau dek" kata Indah.


"Sama tante aja sini, nanti tante kasih hadiah sama tante kalau mau."


"Itu sama tante itu" kata Fariel.


Aya nya malah makin erat memeluk leherku.


"Duh lengket bener nih sama Ayahnya nih" kata Indah.


"Gak mau lepas."


"Ya ginilah kalau pas ada dia dirumah, gak mau lepas, maunya nempel mulu" kata Fida.


"Mau mandi aja gak bisa, kalau gak nunggu tidur dulu."


"Tidur dan mandi aja maunya sama Ayahnya gak mau sama Mamanya apalagi yang lain."


"Memang dah cocok kamu jadi Ayah" kata Nia.


"Yang bukan anak kandung aja kamu sayang seperti ini, apalagi kalau anak kandung mu, pasti akan lebih sayang dari ini."


"Ini yang bener sama yang mana nih Pangeran nikahnya, sama adeknya kakak ini apa sama kakak ini" kata Indah.


"Atau keduanya."


"Gak lah, satu aja" kata Fariel.


"Gak bisa menikahi kakak beradik yang sekandung sedarah, itu dilarang."


"Satu aja cukup, satu aja gak habis, mau dua."


"Takut gak bisa bagi waktu nya, dan malah nanti ada yang iri karena merasa gak adil, terus jadi dosa."


"Ya mana tau ya kan" kata Indah.


"Entahlah aku jadi bingung" kata Fariel.


"Jalani aja dulu, biar Tuhan yang menentukan jalannya seperti apa nanti."


"Kalau nikah jangan lupa undangannya" kata Nia.


"Kontak ku masih sama seperti kemarin saat hubungi kamu waktu itu."


"Dah gak ada kontak siapapun, hanya teman-teman dan sahabat dan keluarga saja" kata Fariel.


"Paling sama orang kantor aja."


"Tapi nomor kamu masih sama kan kaya dulu" kata Indah.


"Masih, gak ada ganti dan berubah, masih sama" kata Fariel.


"Kalau gitu nanti kami hubungi biar kamu simpan lagi nomor ku" kata Nia.


"Sapa tau aku butuh bantuan mu, buat minta nomor cowok anak kantoran."


"Kan pasti banyak dong yang muda-muda dan jomblo yang kerja dikantor mu."


"Modus rupanya" kata Indah.


"Yak kan usaha ya kak, sapa tau ya kan" kata Nia.


"Iya, sapa tau jadi pegawai nya juga gak papa kalau mau" kata Fida.


"Walaupun beda jurusan kuliahnya, jadi cleaning servis gak masalah."


"Hahaha, kuliah mahal-mahal jadi bidan, malah jadi cleaning servis" kata Indah.


"Ya kan awalnya cleaning servis, setelah itu naik jadi sekertaris, kan mana ada yang tau kalau rejekinya seperti itu" kata Fida.


"Yang utama itu halal" kata Fariel.


"Apapun pekerjaannya asal halal InsyaAllah berkah."

__ADS_1


"Aku aja hanya kuli bangunan aja bangga, gak malu, untuk apa malu sama pekerjaan."


"Tuh dengar lagi apa kata Pangeran" kata Nia.


"Yang penting halal."


"Pd aja, gak usah gengsi, santuy aja, nikmati hidup dan pekerjaannya."


"Yah ain" kata Aya.


"Iya ayok main ayok" kata Fariel.


"Ayah habisin dulu ya minum nya ya."


"Habis ini kita main, dan jalan-jalan."


"Ya udah kalau gitu kita pun mau pulang kekosan" kata Indah.


"Gak ikutan main sama kita" kata Fida.


"Gak usah kak, makasih" kata Nia.


"Lain kali aja" kata Indah.


"Ini makanan dan minum biar aku aja yang bayar, kalian simpan aja uangnya buat kepentingan kuliah kalian, kan kalian lagi butuh banyak uang buat akhir semester" kata Fida.


"Gak usah deh kak, kami ada kok buat yang lain nanti" kata Nia.


"Iya kak, makasih, kita masih ada buat bayar keperluan semester akhir" kata Indah.


"Gak papa, anggap aja ini perkenalan dariku" kata Fida.


"Gak usah nolak ya."


"Duh jadi ngerepotin" kata Nia.


"Iya jadi ngerepotin" kata Indah.


"Enggak kok" kata Fida.


"Kalian kan juga harus bayar sewa kos juga, jadi jangan ditolak ya."


"Anak kuliah kan banyak keperluannya."


"Makasih ya kak" kata Nia.


"Iya kak, makasih." kata Indah.


"Iya, sama-sama" kata Fida.


"Kalian pulang naik apa" kata Fariel.


"Bawa motor kok" kata Indah.


"Minjem punya dini."


"Alnya punya Tia dah kuantarkan kemarin, takut butuh buat kesana-kemari buat kerja."


"Oh kirain naik angkutan atau ngojek bentor" kata Fariel.


"Ya dah kalau gitu kami duluan ya Pangeran, dan kak Fida" kata Nia.


"Duluan ya Pangeran dan Fak" kata Indah.


"Jangan lupa bantuannya ya, kasian."


"Iya nanti, kuusahakan" kata Fariel.


"Dada Aya" kata Nia dan Indah.


"Dada Tante, ati-ati dijalan Tante" kata Fariel, dengan suara anak kecil sambil melambaikan tangan Aya.


"Kalau gitu aku bayar ini dulu ya Da" kata Fida.


"Iya, biar kutunggu diluar" kata Fariel.


"Ya" kata Fida.


Kak Fida langsung berjalan kearah kasir dan aku keluar, karena Aya menunjuk-nunjuk keluar.

__ADS_1


__ADS_2