
Aku pun meminum minuman ku hingga hampir habis dan terus mengikuti Mami dari belakang menuju lantai dua untuk kekamar yang akan aku gunakan untuk istirahat. Sedangkan lantai tiga hanya untuk tempat olahraga dan ruang baca dan hanya ada dua kamar sisanya masih kosong.
"Ini kamarnya, sini masuk, itu kamar mandinya, itu lemarinya bisa Nak Fariel pakai untuk menaruh baju dan celana, kalau mau nyuci itu dilantai atas, nanti kalau mau nyuci serahkan saja sama Bibi dibawah saja ya" kata Mami.
"Ini gak salah kamarnya, luas banget dan tempat tidurnya juga besar dan ada fasilitas kamar mandi nya juga" kata Fariel, ucapnya sedikit pelan namun masih bisa didengarnya yang baru saja masuk dan begitu takjub dengan ruangan beserta isinya.
"Gak salah, ini beneran kamar untukmu, silahkan istirahat atau mau bersih-bersih dan mandi" kata Mami.
"Tapi ini kan berlebihan Mi" kata Fariel.
"Dah ya Mami tinggal dulu" kata Mami.
Setelah Mami keluar aku langsung membuka tasku untuk mengambil beberapa baju yang akan dicuci, dan juga diletakkan di lemari, kemudian keluar kamar membawa beberapa pakaian kotor yang ingin dicuci, dan kebetulan berpapasan dengan Bibi yang bekerja disini.
"Permisi Bu, maaf tempat untuk nyuci pakaian dimana ya" kata Fariel.
"Sini Bibi aja yang cuci, tadi Ibu yang bilang kalau Bibi juga harus nyuci pakaian Aden" kata Bibi.
Hah Aden ucapku dalam hati.
"Panggil nama aja Bu, gak enak didengarnya, saya juga hanya orang yang kerja disini juga, jadi Ibu panggil nya Fariel aja ya" kata Fariel.
__ADS_1
"Tapi den" kata Bibi.
"Kok Den lagi, Fariel aja ya, ini biar aku aja yang cuci, karena pakaian kotorku sendiri, jadi Ibu gak usah repot-repot menyucikan bajuku selagi aku masih bisa melakukannya. Ibu tinggal nunjukkin tempat nyucinya saja" kata Fariel.
"Kalau untuk panggilan itu Bibi gak bisa, takut sama Ibu dan Bapak Den, dan Aden juga harus memanggilku Bibi, gak boleh Ibu" kata Bibi.
"Baiklah aku juga gak bisa berbuat apa-apa, tapi kalau urusan nyuci tetap aku yang nyuci pakaian aku sendiri saja ya Bi" kata Fariel.
"Baik den, mari biar Bibi antar" kata Bibi, ucapnya lalu berjalan didepanku menuju lantai tiga yang berada dibelakang dan aku berjalan mengikuti dari belakangnya.
"Ini den tempat nyucinya, dan itu tempat untuk menjemur pakaiannya" kata Bibi, sambil menujuk tempat untuk menjemur dilantai atas yang memang ruangan khusus untuk tempat menjemur pakaian.
Aku hanya ngangguk.
"Iya Bi makasih" kata Fariel.
Dan aku masuk kedalam untuk nyuci pakaian, tapi sebelum menyuci aku mencoba melihat-lihat sebentar ketempat penjemuran yang dibuatkan khusus untuk menjemur pakaian dan ditempat ini juga bisa melihat kearah bawah sana yang memperlihatkan perumahan dan perkebunan.
Akupun masuk kedalam untuk mencuci pakaian. Setelah selesai dan menjemurnya langsung, karena cucianku hanya sedikit jadi cepat.
Setelah itu balik kekamar, dan keluar lagi untuk mengambil kunci yang ketinggalan dimotor.
__ADS_1
Sampai dimotor, kulihat motorku yang lumayan kotor karena habis kupakai tuk jalan-jalan kemaren. Aku jalan kearah Bapak-bapak yang sedang asik main catur.
"Permisi, maaf mau tanya tempat tuk nyuci motor disini dimana ya" kata Fariel, yang kumaksud didaerah sekitar sini.
"Oh itu Den disamping, tinggal puter aja kerannya" ucap Bapak-bapak yang juga kerja disini sambil menunjuk kearah keran air.
Aku bingung dengan jawabannya.
"Kok Aden lagi sih, udah ah bingung gua" ucapku dalam hati.
"Maksudku tempat khusus orang cuci kendaraan Pak" kata Fariel.
"Itu jauh Den, itu aja pakai Den, itu juga yang biasa tuk cuci semua kendaraan disini, apa perlu saya bantu Den" jawabnya.
"Gak usah, lanjut lagi aja main caturnya, makasih ya, permisi" kata Fariel, sambil menganggukkan kepala dan senyum ramahnya.
Langsung ku berjalan kearah motorku dan kudorong sampai disamping keran air khusus cuci motor.
Begitu sampai langsung ku standar dua motorku dan kuputer keran airnya lalu kusiram motorku dengan air sampai benar-benar basah lalu kusabuni semua bagian motorku dan kubilas lagi dengan air bersih. Lalu kulap biar makin kelihatan bersih.
Setelah memandikan motorku selesai langsung ku hudupi motorku sebentar dan kudorong ketempat yang semula dan kusetandarkan dua lagi lalu kumatikan mesinnya, kucabut kuncinyanya.
__ADS_1
Setelah itu balik kekamar untuk mandi, masa motornya dah mandi pemiliknya belom mandi dan bau sih kan gak lucu.
Setelah sampai dikamar langsung kuambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi untuk ritual mandi siang. Setelah segar dengan ritual mandinya aku keluar kamar mandi yang hanya memakai handuk dan memegang baju dan celana kotor, langsung kuletakan ditempat yang sudah disediakan khusus untuk baju kotor. Dan langsung kubuka lemari kupakai baju dan celanaku tak lupa ku semprot kan sedikit minyak wangi dibajuku dan menyisir rambut lalu keluar. Karena kalau dibawa rebahan takut ketiduran dan akhirnya kebablasan jadi ketinggalan Shalat Dzuhur.