
"Tadi Mami janji sama Ervi, mau ngasih tau yang Mami panggil Nak" kata Ervi.
"Iya sayang" kata Mami.
"Cepetan dong Mi, jangan bikin Ervi penasaran" kata Ervi
"Itu yang kerja sama Papi dan Mami, kalau pagi kerja di perusahaan kopi, sorenya atau malam di minimarket, karena Papi dan Mami pengen sedikit santai-santai. Kan kamu tau kalau minimarket Mami baru diperbesar beberapa bulan yang lalu, ditambah barang-barang jualan gak cuman jual makanan aja. Makanya Mami minta bantuan dia" kata Mami.
"Dia itu pinter loh, kata Papi kemaren waktu bantuin ngitung masalah laporan keuangan dia langsung bisa tanpa ada yang salah, bahkan sampai jelasin ke Papi kamu kalau ada kesalahan dibagian tertentu yang Papi gak tau. Bahkan sampai ratusan juta uangnya yang dimakan tikus" kata Mami.
"Berarti pinter dong Mi, sampai bisa jelasin yang salah" kata Ervi
"Iya, bahkan kemaren aja ya, dia saya bawa ke kantor untuk perkenalan. Bahkan kubilang kalau dia itu anak Papi dan Mami di kantor"
"mereka semua kaget loh" kata Mami.
"Terus Mi" kata Ervi, dengan penasaran.
"Ketika perkenalan dia langsung ngasih tugas setiap hari senin harus ada pertemuan rapat, dan semua bagian harus menyerahkan laporannya" kata Mami.
"Wah bagus dong Mi, terus" kata Ervi.
"Ya Papi sama Mami setuju. Apalagi Papi bilang kalau yang ngerjain tugas bulan ini itu dia. Dan ada beberapa kesalahan dan uang yang hilang, dan Papi memaafkan orang yang telah menghilangkan uang itu, tapi harus tetap dikembalikan, kalau mau masih ada disini" kata Mami.
"Terus Mi" kata Ervi.
"Terus-terus kaya tukang parkir aja" kata Mami.
"Hehehe, Ervi kan penasaran" kata Ervi.
__ADS_1
"Bahkan sama Papi bilang saham perusahaannya semua atas nama dia, jadi sekarang dia yang pegang, dan semua masalah langsung berhadapan dengannya" kata Mami.
"Bahkan setiap hari senin pagi hari kumpul di halaman untuk ngibarin bendera merah putih, bukan kaya dilapangan, cuman ngibarin bendera aja terus diisi dengan kultum tentang apa aja boleh, itu yang membuat Mami makin salut" kata Mami.
"Wah ini mah beneran keren Mi, jadi penasaran pengen ketemu langsung"
"kalau di minimarket gimana Mi" kata Ervi.
"Cuman perkenalan biasa aja. Sama juga kalau dia itu yang akan meneruskan usaha ini, karena dia anak baik, jadi kuserahkan semua padanya. Mami hanya bantu sedikit saja" kata Mami.
"Kalau peraturan gak tau, mungkin sama sih setiap hari ngibarin bendera terus tapi gak pake kultum atau apa gitu, hanya ngibarin biasa aja, biar mereka makin semangat dan ingat dengan bendera negara kita dan perjuangan para pahlawan"kata Mami.
"Berati mereka berangkat lebih cepat dong" kata Ervi.
"Hanya lebih cepat 15 menit aja" kata Mami.
"Namanya Ahmad" kata Mami.
"Nama lengkap nya Mi"kata Ervi.
"Mami lupa, karena panjang banget namanya" bohong kata Mami, karena gak mau sampai Ervi tau kalau dia itu orang yang selama disukai anaknya.
"Berarti besok-besok Ervi boleh dong ketemu sama dia dong Mi" kata Ervi.
"Tentu boleh dong" kata Mami.
"Kira-kira umur dia berapa Mi, masih muda kan Mi" kata Ervi.
"Mungkin 22 atau 25 an gitu, kenapa tanya begitu, jangan bilang kalau ganteng mau kamu pepet" kata Mami, goda nya pada anak sendiri.
__ADS_1
"Ih Mami" kata Ervi, sambil cemberut.
Mami yang melihat anaknya cemberut hanya tersenyum karena lucu.
"Kenapa Mami senyum-senyum" kata Ervi, yang masih cemberut.
"Gak ada, Mami hanya lucu lihat anak Mami lagi cemberut" kata Mami.
"Iih Mami" kata Ervi.
"Mami kesini kan mau dengarin kamu curhat, kenapa malah mami suruh yang dongeng ya" kata Mami.
"Hehe, bentar" kata Ervi.
"Iya Mami tungguin, tapi jangan lama" kata Mami, yang melihat anaknya masuk kamar mandi.
"Udah bertapanya" kata Mami, yang melihat ervi baru keluar.
Sedangkan Ervi hanya.
"Sini dong katanya mau curhat, apa mau tidur aja dah malam" kata Mami.
"Iya, iya Mi" kata Ervi, langsung duduk disebelah mami.
"Sebenarnya Ervi mau curhat sedikit sama Mami, tapi.
__ADS_1