
Kuterbangun ketika fajar sudah tiba, kulihat jam diatas meja sudah menunjukkan hampir jam sepuluh siang.
"Hah kok dah siang, harusnya ada miting pagi ini, sial" kqta Fariel.
Langsung loncat dari atas kasur menyambar handuk dan langsung masuk kamar mandi, dan langsung mandi.
"Duh sial kenapa gak bawa ganti, malah cuma bawa handuk, sial" kata Fariel, sambil memukul kening.
"Moga aja gak ada yang masuk kamarku, aku hanya pake handuk" sambil berjalan keluar kamar mandi dengan mengintip keluar takut ada yang masuk kamar, setelah aman langsung keluar dan menutup pintu kamar, tapi baru mau ditutup.
"Aaaaaa, mataku" kata Fida, yang langsung menutup matanya dengan tangannya, lalu berbalik badan.
"Kenapa Uda gak pake baju, hanya pake handuk" sambil membelakangi ku.
"ilIni mau nutup pintu" kata Fariel.
"Maaf tadi buru-buru jadi lupa gak bawa ganti waktu mandi."
"Dah sana pake baju, nyai tunggu dibawah" kata Fida, yang langsung berjalan meninggal kan ku.
"Bisa-bisanya sampai telanjang begitu hanya pake handuk, kalau handuknya lepas kan bahaya, mataku jadi berdosa."
Aku hanya menggaruk-garuk kepala yang tak gatal mendengar ucapan darinya, lalu kututup pintunya dan kukunci.
Langsung kupakai baju dan celana lengkap, setelah rapi langsung mengambil berkas diatas meja dan juga laptop.
"Laptop ku kemana, berkasnya juga gak ada, kemana perginya" kata Fariel.
Lalu berjalan keatas kasur mencari HP.
"Oh iya, HP ku kan rusak, duh sial, moga aja datanya nyangkut di memori HP" kata Fariel.
"Loh kok gak ada, kemana HP ku, perasaan kemaren kulempar kemari."
"Apa diambil Mami ya semalam" sambil mengingat-ingat.
"Kalau gini gimana aku bisa ngubungin mereka, ah sial, bodoh bodoh bodoh" sambil memukul kening.
Lalu aku berjalan keluar kamar menuju bawah.
"Nyai yang lain mana, apa sudah pada berangkat kerja ya" kata Fariel.
__ADS_1
"Iyalah, Uda aja yang bangunnya telat, dah mau setengah sebelas noh" kata Fida, tunjuk nya pada jam di dinding.
"Oh iya, tadi kata Mami kalau Uda dah bangun, Uda suruh jemput Adek dikampus nya siang ini, jam duaan kayaknya, dan Mami juga bilang Uda hari ini libur dulu kerjanya, dan berkasnya juga Mami bawa tadi buat dikasihkan ke Papi."
"Apa Mami juga bawa HP ku" kata Fariel.
"HP rusak juga masih ditanyain" kata Fida.
"Berarti dibawa sama Mami" kata Fariel.
"Iya, katanya mau diambil data-data penting di HP, kaya nomor HP dan foto-foto dan yang lainnya" kat Fida.
"Makanya kalau marah HP jangan jadi sasarannya, sekarang baru sadar kalau HP itu penting."
"Nih pake HP nyai dulu, biar nanti kalau ada apa-apa bisa ngubungin yang lainnya."
"Disini juga ada kontak nomer Bapak dikampung, jadi bisa ngabarin juga."
"Enggak ah, nanti cari aja kalau dah gajian, sekarang beli yang tulalit aja" kata Fariel.
"Iihhh, pake ini aja cepetan Uda" kata Fida.
"Iya deh iya, tapi hanya hari ini aja ya, nanti Uda balikin kalau dah dapat tulalitnya" kata Fariel.
"Gak usah dibalikin, itu pake aja buat Uda, nyai gak perlu hp, nyai hanya perlu" kata Fida.
"Perlu apaan" kata Fariel.
"Perlu ayah buat anakku nanti, yaitu kamu" kata Fida, ucapnya dalam hati.
"Malah diem, ditanya" kata Fariel.
"Dah sana makan kebelakang, nyai tunggu disini, nyai mau ngomong sesuatu" kata Fida.
"Kenapa gak sekarang aja ngomongnya" kata Fariel.
"Sekarang Uda makan dulu, Uda dari kemaren siang belum makan, emang gak lapar apa" kata Fida.
"Puasa" kata Fariel, yang menyeruput minum digelas.
"Puasa tapi kok minum, mana minum punya nyai lagi diminum" kata Fida.
__ADS_1
"Heheheh, haus" kata Fariel, lanjut minum lagi.
"Tanggung jawab tu, nyai belum minum dah dihabisin, padahal nyai juga haus, baru dikit tadi minumnya" kata Fida.
"Siap bos, nanti ya setelah makan, laper nih" kata Fariel, sambil mengelus perutnya dan nyengir.
"Dah sana buruan" kata Fida.
"Itu gelasnya bawa kebelakang juga."
"Iya nyaiku sayang, bawel amat sih" kata Fariel.
"Kaburrrrrrr" yang melihat Fida mau melemparkan bantal dipangkuannya.
Aku langsung kebelakang buat makan pagi tapi di siang hari.
"Kenapa rasnya gak enak ya, apa karena makan sendirian atau karena masih luka hati ini, tapi kenapa lidahku rasanya hambar buat makan."
"Aku harus bisa melupakannya, walau itu berat bagiku, aku akan berusaha ikhlas."
"Sabar-sabar hatiku sabar, mungkin itu bukan jodohmu dan bukan separuh hatimu yang hilang."
"Aaahhhh, masa harus kubuang sih ini makanan, mana masih penuh lagi dipiring."
"Ada apa Den teriak-tetiak" kata Diah.
"Gak ada apa-apa Bi, hanya rasanya kok hambar gini ya di lidahku" kata Fariel.
"Apa aden lagi sakit, makanya makanannya gak ada rasanya" kata Diah.
"Gak kok Bi" kata Fariel.
"Apa mau Bibi buatin sesuatu" kata Diah.
"Buatkan sambal yang pedas kalau ada pake kacang, buatkan sambal kacang yang paling pedas, dan kopi" kata Fariel.
"Ini jangan dibuang ya Bi, nanti aku makan lagi, aku mau kedepan mau nonton TV."
"Iya Den, nanti Bibi antarkan kopinya, dan kubuatkan pecel nya" kata Diah.
Akupun langsung kedepan menuju Fida diruangan tempat nonton TV dengan membawa minum.
__ADS_1