Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Dibangunkan siang


__ADS_3

Aku bangun ketika dibangunkan oleh Ervi, karena waktu sudah siang dan janji untuk menemani kedokter obgyn siang ini.


"Mi bangun" kata Ervi.


"Mi, bngun dah siang."


"Ayok temanin, katanya mau nemenin kedokter Obgyn siang ini."


"Jam berapa udah" kata Fariel.


"Dah jam satu" kata Ervi.


"Buruan bangun, mandi terus temanin buat kedokter."


"Iya, apa kamu dah mandi" kata Fariel.


"Udah barusan, dah Shalat juga tadi" kata Ervi.


"Bajunya dah kusiapkan dikasur, nanti dipakai."


"Iya, makasih" kata Fariel.


"Tapi ini Aya gimana" yang tidur berada diatasku.


"Anak Bunda, bangun yuk, dah siang waktunya makan dan mandi" kata Ervi.


"Yuk bangun yuk, sama Bunda sini."


Aya bangun dan hanya mengangkat kepalanya saja lalu kembali meletakkan kepalanya didadaku.


"Eh, kok bobo lagi" kata Ervi.


"Sama Bunda sini bobonya, Ayah mau mandi dan Shalat dulu, nanti kalau enggak Shalat dimarah sama Tuhan."


"Aya bobonya sama Bunda aja lagi ya, kalau masih ngantuk."


"Sama Bunda ya, Ayah mau Shalat" kata Fariel.


"Dah sini bobo lagi disini aja" yang langsung aku berbalik dan meletakkan Aya dibantal.


"Dah bobo disini ya."


"Biar Bunda yang temanin ya" kata Ervi.


"Jangan diusilin loh, nanti nangis jadi repot" kata Fariel.


"Iya Mi, tenang aja" kata Ervi.


"Makasih, titip bentar ya" kata Fariel.


"Iya, dah sana mandi ah" kata Ervi.

__ADS_1


"Oke" kata Fariel, langsung bangun tapi sebelum berdiri mencium pipi Ervi dulu.


"Ih, bau tau" kata Ervi.


"Belum mandi aja dah pakai cium segala, mana bau lagi."


"Hah" kata Fariel.


"Ih, Sami mah" kata Ervi.


"Bau naga."


"Ah masa, hah" kata Fariel.


"Iya bau, tapi bukan bau naga, bau bunga angrek."


"Mana ada bau angrek, bau bunga ****** iya" kata Ervi.


"Tapi biasanya suka kalau pagi, walaupun bau" kata Fariel.


"Itu kan karena belum mandi" kata Ervi.


"Sekarang aku dah mandi, nanti jadi bau lagi karena Sami."


"Ya udah mandi lagi kalau gitu" kata Fariel.


"Ogah" kata Ervi.


"Dah ah sana mandi" kata Ervi.


"Nanti kesiangan malah antri panjang."


"Oke bos, siap laksanakan" kata Fariel.


"Dah sana jangan lama-lama mandinya" kata Ervi.


"Itu pakaian yang dah disiapkan jangan lupa dipakai, awas aja kalau enggak."


"Iya, Sanisku yang cantik" kata Fariel.


"Duh gemesinnya" yang mengapit pipinya dengan kedua tanganku.


"Ihh, rusak nanti make upku Mi" kata Ervi.


"Tapi tetap cantik walaupun enggak pake make up kok" kata Fariel.


"Apalagi kalau enggak pakai apapun" bisikku padanya.


"Ih dasar" kata Ervi.


"Hehehehe" kata Fariel.

__ADS_1


"Dada bidadariku, jagain ya anakku."


"Iya, Aya juga jadi anakku" kata Ervi.


"Dah sana ah, apa mau kutarik telinganya nih."


"Eitss, enggak deh" kata Fariel.


"Enggak enak, maunya yang enak."


"Itu terlalu sakit."


"Dasar, suami aneh" kata Ervi.


"Kumat apaan sih kamu Mi."


"Enggak tau" kata Fariel.


"Enggak lagi kesambet kan" kata Ervi.


"Kayaknya sih kesambet cinta sama kamu" kata Fariel.


"Ih, dasar gombal" kata Ervi.


"Tuh kan Aya jadi bangun, gara-gara Sami bikin ribut" yang bangun dan duduk si Aya.


"Yang kencang suara Bunda, yakan Ya" kata Fariel.


"Bundamu kalau ngomong enggak pelan."


"Sini, pangku sama Bunda sini" kata Ervi, langsung memangkunya.


"Dah sana mandi."


"Tuh suruh Ayahmu buat mandi, kalau enggak mandi kaya apa."


"Kaya kerbau, mandinya hanya kalau lagi pengen, mandinya pun dilumpur."


Sedangkan Aya hanya mengucek matanya dan masih menguap dipangkuan Ervi.


"Ih nyamain kek kerbau" kata Fariel.


"Ya dah sana mandi kalau enggak mau disamain sama kerbau" kata Ervi.


"Iya" kata Fariel.


"Dada anak Ayah."


"Ayah mandi dulu ya, jangan nakal sama Bunda."


"Iya Ayah" kata Ervi.

__ADS_1


Dan akun langsung pergi kekamar untuk mandi.


__ADS_2