
Seperti biasa kalau malam pasti ngumpul didepan rumah untuk api-api sambil minum kopi, minum teh dengerin musik, main gitar dan juga telponan.
Tak lama ada panggilan masuk dari nomer baru yang gak tau siapa yang telepon, langsung kuangkat.
"Halo, Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Waalaikumsalam" jawabnya.
"Siapa ya, kalo boleh tau, alnya ini nomer baru" kata Fariel.
"Ini aku Astria, panggil aja Tia" kata Tia.
"Tia mana ya, aku gak kenal" kata Fariel.
"Tia yang tadi dipasar, yang abang bantuin dorong motor juga isiin bensin" kata Tia.
"Ohhh kamu, kirain siapa" kata Fariel.
"Iya, kalau boleh tau nama abang siapa nih" kata Tia.
"Namaku Sielfa Akhmad Mufariel" kata Fariel.
"Lengkap bang ya nyebutinnya, kaya mau buat KK aja" kata Tia.
" Hehehehehehe" kata Fariel.
"Dipanggilnya apa nih, Sielfa, atau Akhmad, atau Fariel" kata Tia.
"Yang mana aja boleh ka" kata Fariel.
"Jangan kak dong, jadi berasa tua. Panggil nama aja. Tia, biar lebih enak didengar ya bang Sielfa" kata Tia.
"Okedeh kak Tia" kata fariel.
"Kok kak lagi" kata Tia.
__ADS_1
"Kan situ manggilnya pake bang juga, kan pas kalo aku juga manggilnya kak" kata Fariel.
"Iyadeh gak papa, mungkin biar jadi lebih akrab" kata Tia.
"Emang bang Sielfa umur berapa"
"20 tahun, kenapa nanyain umur, pa mukaku keliatan tua ya" kata Fariel.
"Hehehehe, gak kok" kata Tia.
"Kalau kaka umur berapa dong, jangan bohong" kata Fariel.
"Jangan heran ya, umurku 22" kata Tia.
"Tuh kan berarti pas aku manggilnya itu ka" kata Fariel.
"Hehehehe iya, emang lagi ngapain, gak ganggu kan" kata Tia.
"Lagi rebahan aja nih sekarang, kaka sendiri" kata Fariel.
"Oh berarti anak kuliahan nih" kata Fariel.
"Iya, kalo bang Sielfa sendiri" kata Tia.
"aku kerja nih buat pesantren baru di komplek Jaya" kata Fariel.
"Ohhh, ya udah akupun dah ngantuk juga, rupanya dah malam" kata Tia.
"Ya udah met tidur kaka. Selamat malam, mimpi indah, dan jangan lupa berdo'a" kata Fariel.
"iya, sama-sama bang, Assalamu'alaikum" kata Tia.
"Waalaikumsalam" kata Fariel, langsung dimatikan teleponnya.
Tia yang disana sedang digodain sama temen-temen nya yang satu kos.
__ADS_1
"Cie-cie" kata Indah dan Nia.
"Yang habis telponan sama gebetan, biasanya abis selesain tugas molor, nih nelpon babang dulu" ejek kata Indah.
"Apaan sih kalian" kata Tia.
"Sampai di ucapin mimpi indah yaaaaa" kata Nia. dengan lebay nya.
"Aduh so sweet banget sih, jadi bikin iri, ya gak Ndah" kata Nia.
Indah hanya ngangguk sambil ngacungin dua jempolnya.
"Ih apaan sih kalian, rang baru aja kenal" kata Tia.
"Iya baru kenal, tapi dah bikin dug dug ser" kata Nia, lalu tertawa bareng indah.
"Bilangnya baru kenal, tapi besok-besok pasti jalan bareng, iya gak" kata Indah, sambil menaik turunkan alisnya.
"Iya dong masa enggak" kata Nia.
Yang di godain mukanya dah sampai memerah.
"Liat tuh mukanya dah merah, berati ada tanda-tanda nih tuk" kata Indah. Belum selesai ngomong langsung dipotong.
"Apaan sih, ini tuh juga gara-gara kalian yang nyuruh gue belanja sendirian, mana uangnya pas-pasan lagi, bensin motor juga kalian abisin buat jalan-jalan" kata Tia.
"Iya deh kami minta maaf" kata Nia.
"Jangan marah ya, plis" dengan dua jari kata Indah.
"Iyaaa, dah ah aku mau tidur, bye" kata Tia.
"Iya, met tidur, mimmpi indah, jangan lupa berdoa yaaaaa" jawab keduanya kata Nia, dan Indah sambil ketawa.
Dan tidur deh semuanya karena dah malam.
__ADS_1