
Kini sore pun telah datang dan aku sudah mandi dah wangi, karena akan keluar jalan-jalan sore untuk menepati janji tadi malam.
...Flashback on....
HP ku berdering suara tanda panggilan masuk.
"Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Waalaikumsalam, lagi sibuk gak" kata Tia.
"Gak juga sih, cuman lagi rebahan aja nih, kenapa" kata Fariel.
"Besok sore ada waktu, aku mau ngajakin abang jalan-jalan, itupun kalau gak sibuk" kata Tia.
"Gak sih, ya boleh besok sore jalan, tapi gak janji" kata Fariel.
"Ok, besok aku kosan bang sore-sore, alnya aku gak ada motor hehehe, boleh kan ke kosan abang" kata Tia.
"Boleh kok, kalau mau masakin untuk orang-orang ini pun boleh" kata Farie.
"Gak deh kalau untuk masakin, takut gak sesuai, aku gak bisa masak yang enak-enak" kata Tia.
"Aku cuman becanda kok" kata Fariel.
"Iya bang, dah dulu ya aku dah ngantuk, dan cuman mau ngasih tau itu aja, met istirahat" kata Tia.
"Ya dah kamu juga istirahat, jangan lupa berdoa biar tidurnya nyenyak dan mimpi indah" kata Fariel.
"Iya, makasih dah diingetin, bang juga mimpi indah ya, Assalamu'alaikum" kata Tia.
"Waalaikumsalam" kata Fariel.
__ADS_1
Langsung tut tut tut, tanda kalo sudah dimatikan sambungan telepon.
"Yes yes bosok jala-jalan sama babang sayang" kata Indah, godanya.
"Apaan sih lo Ndah, iri bilang, dah ah, aku mau tidur dah ngantuk" kata Tia.
"Besok tolong antarin gue ke kosannya".
"Iya iya gampang, tenang aja gue sebagai sahabat lo pasti gue bantuin, apa lagi bantuin buat PDKT sama babang sayang" kata Indah.
Tia hanya ngacungin jempol.
Flashback off.
Dan ternyata Tia sudah datang yang baru diantar oleh temannya.
Kring 📥"Aku dah didepan nih, jangan lama, malu banyak yang liatin".
"Riel nih buat jalan-jalan, masa iya mau bawa cewe dompetnya tipis" kata Sal, sambil memberikan beberapa lembar uang.
"Kayaknya aku pernah liat tuh Ibu-ibu, iyakan" bisiknya.
Aku cuman senyum sambil nerima uangnya..
"Tau aja bos ini" kata Fariel.
"Dah sana, kasian tuh yang nungguin lumuten ntar" kata Is.
"Iya iya" kata Fariel.
"Inget jangan macem-macem, nanti ku laporin ke bapakmu" kata Is.
__ADS_1
"Iya kang" kata Fariel.
Kang itu panggilan untuk orang yang lebih tua di keluarga, sama halnya sebutan abang, mas.
"Paling cuman dapet ci**" kata Idin, godanya padaku.
Aku cuman nyengir kuda, dan langsung ku bergegas mengeluarkan motorku Scorpio ku ini yang sudah kubuat seperti motor anak muda pada umumnya, dan menghampiri Tia.
"Maaf kelamaan nungguin nya" kata Fariel.
"Iya gak papa" kata Tia.
"Yaudah yuk naik" kata Fariel.
Dan Tia naik dengan sedikit kesusahan, karena motornya begitu tinggi, karena pemiliknya memiliki tinggi badan 187cm, jadi disamakan motornya buat lebih kelihatan anak muda banget.
"Yaudah yuk cepetan, malu kelamaan disini, banyak yang lihatin" kata Tia.
"Dah siap" kata Fariel.
"Udah" kata Tia.
"Pegangan ya, biar gak jatuh" kata Fariel.
Tia pun langsung berpegangan.
Akupun langsung tancap gas untuk jalan mengitari jalanan kota dengan motor kesayanganku ini dari hasil menabung tuk bisa membelinya. Motorku melaju sedikit pelan, biar bisa menikmati indahnya sore hari. Kemudian aku belok ke warung bakso untuk mengisi perut.
Kuparkirkan motornya terus aku masuk kedalam dan nyari tempat duduk yang kosong, karena disini hampir selalu penuh, karena banyak juga yang suka dengan bakso, apa lagi sedang hits bakso beranak yang begitu besar, satu porsi cukup dimakan berdua, itupun belum tentu habis, makanya selalu rame, apalagi sore kayak gini.
Akupun terus duduk dan memesan satu porsi untuk berdua.
__ADS_1