
Hanya menyisakan kita berdua dimeja makan, masih dengan keadaan yang sama, tetap manja dalam pangkuan.
"Turun dulu, Sami belum cuci tangan nih" kata Fariel.
"Belum bersih, masih setengah cuci tangannya, masih ada bau."
"Mau ya, bentar aja."
"Mi" kata Fida.
"Iya, mau apa" kata Fariel.
"Ngantuk" kata Fida.
"Ya dah nanti kekamar kita tidur ya" kata Fariel.
"Sekarang turun bentar, Sami cuci tangan dulu"
"Tapi jangan lama-lama" kata Fida.
"Iya enggak" kata Fariel.
"Hanya semenit aja kok, enggak akan lama."
"Turun dulu ya."
Hanya anggukan dan langsung turun dari pangkuanku dan pindah duduk dibangku sebelahnya.
"Sebentar ya" kata Fariel.
Langsung berdiri dan jalan, tapi langsung tiba-tiba ada tangan yang melingkar diperutku.
"Mi" kata Fida.
"Iya, apaan" kata Fariel.
"Sami enggak akan kemana-mana dan ninggalin kalian kok "
"Mau Sami gendong dibelakang, tapi pegangan sendiri."
Ada terdengar suara kecil seperti tangisan dan mukanya seperti sedang mengusapkan kebagian punggungku.
Langsung kubalik badannya.
"Loh kok nangis" kata Fariel.
"Kenapa, cerita sama Sami, kenapa."
"Kalau Sami salah minta maaf."
__ADS_1
"Maafin Sami kalau dah jahat sama Sanis."
"Hapus air matanya ya."
"Cep cep cep, kesayangan Sami jangan cengeng dong" sambil mengelap dengan tangan kiriku.
"Aku enggak mau ditinggal" kata Fida.
"Enggak Sami tinggal kok" kata Fariel.
"Sami kan hanya sebentar mau cuci tangan."
"Sini Sami gendong sambil cuci tangan, yuk."
"Nanti habis cuci tangan kita tidur ya, atau mau ke Dokter buat periksa kamu, Sami takut Sanis sakit."
"Enggak mau, hanya mau Sami aja" kata Fida.
"Ya dah kalau enggak mau, nanti bakal Sami temanin Sanis terus" kata Fariel.
"Yuk Sami gendong sini."
Langsung balik badan.
"Yuk naik, mana tangannya" kata Fariel.
"Pegangan yang kuat, nanti baru Sami pegangin kalau dah cuci tangannya."
"Sekarang mau langsung kekamar tuk tidur, atau mau tiduran dimana" kata Fariel.
"Kebelakang aja, tiduran sambil ayunan" kata Fida.
"Oke laksanakan perintahmu" kata Fariel.
"Hemmmm" kata Fida.
"Ayok kita kebelakang" kata Fariel.
Langsung tanganku kebelakang dibagian itu buat menahan agar tak merosot dalam gendonganku.
"Dah sampai" kata Fariel.
"Ayok turun "
"Temenin, jangan ditinggal" kata Fida.
"Iya" kata Fariel.
"Sami enggak bakalan kemana-mana kok."
__ADS_1
"Sami bakal temanin disini tiduran."
"Ayok naik" kata Fida.
"Iya ayok" kata Fariel.
"Bantuin" kata Fida.
Langsung kubantu tuk naik kebangku ayunan.
"Sami duduk disini disebelah" kata Fida.
"Iya" kata Fariel, langsung ikutan naik disebelahnya.
"Dah nih, apalagi sekarang."
"Sanis mau tiduran sambil dipangku kepalanya" kata Fida.
"Ya dah sini rebahin, dan letakkan kepalanya dipaha Sami" kata Fariel.
Fida langsung merebahkan badannya dan meletakkan kepalanya dipahaku.
"Pijitin kepalaku" kata Fida.
"Pusing."
"Iya kupijitin" kata Fariel.
"Sambil merem ya, biar Sami pijitin kepalanya."
"Pelan-pelan pijitinnya" kata Fida.
"Iya ini dah pelan ini" kata Fariel.
"Sekarang pejamin matanya ya."
"Iya" kata Fida.
"Tapi nanti bangunin kalau dah jadi es kelapanya."
"Iya, nanti kubangunin" kata Fariel.
"Sekarang tidur sambil meluk perut Sami ya, biar cepat sembuh pusingnya."
Langsung balik dan memeluk perutku tapi masih dengan tangan yang memijit pelan din kepalanya.
Tapi ada segukan seperti sedang menangis kecil.
"Loh kok nangis lagi" kata Fariel.
__ADS_1
"Apa ada yang sakit."