Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Memanggilnya terus


__ADS_3

Dengan berhati-hati mengendarai motor malam-malam sendirian, ini pertama kalinya dari desa ke kota atau dari kota ke desa tengah malam sendirian hanya bermodal niat dan tekat.


Ku berhenti di pinggir jalan sebentar untuk mengenakan mantel celana dan mantel baju karena sedang gerimis.


Kujalankan lagi motorku ini dengan kecepatan sedang, karena jalanan basah dan sedang gerimis. Apalagi banyak tikungan tajam dan turunan yang harus kulewati, jadi harus benar-benar hati-hati dan pelan-pelan asal selamat sampai tujuan.


Setelah menempuh waktu sekitar satu jam lebih perjalanan kini sampailah dirumah Mami.


Langsung dibukanya pintu gerbang oleh Pak Ari dan aku langsung masuk kedalam, kuparkirkan motorku sembarangan, lalu melepas mantel nya dan masuk kedalam rumah.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" kata Mami.


"Kamu dah sampe nak."


"Dimana Aya, apa dikamarnya" kata Fariel.


"Iya dia dikamarnya, cepetan nak" kata Mami.


"Mami gak tega melihat nya."


Langsung ku berjalan dan menaiki tangga hingga kekamar kak Fida dan Aya.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" kata Papi, Fida, Ervi, yang juga ada didalam.


"Da tolong anakku Da" kata Fida.


Langsung ku berjalan kesamping Aya.


"Ayah" kata Aya, dengan menangis dan memejamkan matanya.


"Apa sudah dikasih obat dan diperiksa" kata Fariel.


"Sudah tapi belum mau minum obatnya" kata Fida.


"Ayah" kata Aya, dengan menangis.


"Ayah"


"Iya Aya sayang ini Ayah disini nih" kata Fida.


"Anak Mama bangun, tuh lihat Ayah tuh dah pulang."


"Anak Mama gak boleh sakit, harus kuat."

__ADS_1


Aku langsung meletakkan tas ku dan membuka sarung tangannya dan mencuci tangan dan cuci muka di kamar mandi, lalu keluar.


"Ayah" kata Aya dengan menangis.


"Iya, ayah ada disini disamping Aya" kata Fariel, sambil memegang tangan Aya dan keningnya yang panas, hingga tak terasa air mataku terjatuh karena tak tega melihat nya terbaring seperti ini.


"Ini Ayah disini."


"Ayah" kata Aya.


"Coba kamu gendong nak, sapa tau sama kamu jadi lebih baik" kata Papi.


"Baik Pi" kata Fariel.


"Buatkan susu terus campur obat, sapa tau dengan ini bisa."


"Ini sudah ada tapi, dah dingin" kata Fida.


"Biar adek buatkan lagi aja kalau gitu" kata Ervi.


"Yuk Aya sayang anak Ayah yang manja" kata Fariel.


"Yuk Ayah gendong" langsung kuangkat dan ku gendong dengan menggunakan kain jarit.


"Ayah" kata Aya, yang sudah tak menangis lagi.


"Aya kangen ya sama ayah, karena kemarin ayah tinggalin pas tidur ya"


"Duh kasian anak Ayah ini."


"Dah sekarang tidur ya, biar Ayah gendong."


"Nih mas susunya" kata Ervi, sambil memberikan botol susu padaku.


"Iya, makasih dek" kata Fariel, yang menerima botol susu.


"Sekarang Aya mimi susu nya ya, biar cepet sembuh dan nanti bisa main sama Ayah, dan jalan-jalan" kata Fariel.


"Yuk sambil tiduran dan minum susu ya."


"Nyai geserkan kesana lagi" yang membaringkan lagi.


"Dah sekarang Aya bobo dan minum susunya sampe habis ya."


"Ayah disini nemani Aya bobo disamping Aya nih" yang juga ikut tiduran disebelah Aya sambil memegangi botol susu.


"Ada Mama juga tuh disamping Aya."

__ADS_1


"Kalau gitu Papi tinggal ya" kata Papi.


"Kayaknya dah mendingan juga si Aya, dah mau minum susu juga."


"Adek juga keluar, mau tidur lagi, ngantuk."


"Iya makasih ya Pi, dan adek juga" kata Fida.


"Pintunya gak usah ditutup, Papi yakin aman" kata Papi.


"Titip cucuku ya nak."


"Iya Pi" kata Fariel.


"Gimana apa sudah baikan dan ada perubahan" kata Mami.


"Allhamdulillah sudah gak manggil-manggil Ayah lagi dan dah mau minum susunya" kata Papi.


"Alhamdulillah" kata Mami.


"Makasih nak dah mau datang malam-malam begini demi cucu Mami."


"Mami harus banyak-banyak terimakasih sama kamu."


"Udahlah Mi gak papa" kata Fariel.


"Gimanapun Aya kan juga keluargaku, dan sudah dianggap cucu Bapak dan Mamaku juga."


"Kalian gak usah khawatirkan itu."


"alebih baik Papi dan Mami istirahat aja, ini masih tengah malam."


"Aku akan tidur disini malam ini menemani Aya."


"Iya nak, gak papa" kata Mami."


"Kalau gitu Mami titip Aya sama kamu nak."


"Iya Mi" kata Fariel.


"Kalau gitu Mami istirahat lagi ya nak" kata Mami.


"Assalamu'alaikum."


"Papi juga ya, Assalamu'alaikum" kata Papi.


"Waalaikumsalam" kata Fariel, dan Fida.

__ADS_1


Dan Papi, Mami pergi dari kamar ini meninggalkan aku dan Fida yang menjaga Aya.


__ADS_2