Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Mandiin Aya


__ADS_3

"Yuk kita mandi yuk" kata Fariel.


"Biar wangi gak bau acem" sambil menggendong Aya kedalam kamar mandi.


"Au" kata Aya.


"Iya bau, bau acem" kata Fariel, sambil menyiapkan air hangat di bak.


"Sekarang Aya turun buat mandi."


Langsung ku turunkan Aya kedalam bak dan kududukkan.


"Mandiiii" sambil mengguyur Aya.


Aya ketawa senang dan memukul-mukul air.


"Jangan mukul-mukul air, ntar baju Ayah basah kalau Aya mainan air" kata Fariel.


"Pake sabun dulu sini jangan mainan air dong."


"Pake sabun biar wangi."


Langsung ku sabun seluruh tubuhnya, dari tangan hingga kekakinya, juga mukanya.


"Sekarang pake samponya, biar rambutnya Aya bagus jadi cantik" kata Fariel.


Kuberi sampo di kepalanya dan kupijit perlahan.


"Sekarang kita bilas."


"Jangan mainan air dong."


Langsung ku bilas dengan air yang baru hingga bersih sisa sabun dan shamponya.


"Dah bersih sekarang kita pake baju yukk" yang kuangkat kedalam handuk digendonganku.


"Kelamaan nanti dingin."


"Mau main, main apa."


"Yuk pake baju."


"Ain" kata Aya, sambil bertepuk tangan.


"Iya kita main, jalan-jalan" kata Fariel.


"Mau jalan-jalan ma Ayah."


"Alan-alan" kata Aya.


"Li dadan."

__ADS_1


"Iya beli jajan sama beli baju baru sama mainan baru nanti" kata Fariel.


"Sekarang pake baju ya."


"Sayang dulu dong Ayah."


Aya langsung mencium pipiku.


"Yang sini masa enggak."


"Sayang lagi yang sini."


Langsung diciumnya lagi.


"Pinter anak Ayah ini."


"Dah boboan dulu biar pake minyak dulu dan bedak biar wangi."


"Dak angi" kata Aya.


"Iya pake bedak biar wangi" kata Fariel.


"Loh anak Mama dah mandi ini" kata Fida.


"Udah dong Ma, biar gak bau acem kaya Mama yang bau acem karena lum mandi" kata Fariel, dengan suara anak kecil.


"Ambilkan baju sama celananya dong."


"Popoknya pas tinggal satu" kata Fida.


"Nih baju dan celanya" yang menyerahkan pakaian dan meletakkan disamping nya.


"Itik itik itik" kata Fariel, yang menggelitiki Aya.


"Itik itik itik."


"Haaa aaaa" Aya yang ketawa.


"Ampun Ayah ampun, geli yah ampun" kata Fida, yang berada di sampingnya juga.


"Nyai mandi aja sana biar seger" kata Fariel.


"Nanti keluar jalan-jalan sekalian beli perlengkapan Aya."


"Ya udah kalau gitu Nyai mandi" kata Fida.


"Mama mandi dulu ya anak Mama."


"Emmmuah" yang mencium pipi Aya.


"Anak Mama dah wangi, Mamanya masih bau asem."

__ADS_1


"Au, Mama au" kata Aya.


"Iya Mama bau" kata Fariel.


"Mama mandi ya anak Mama yang cantik" kata Fida.


"Iya Mama mandi yang bersih biar wangi kaya Aya yang dah wangi" kata Fariel, dengan suara anak kecil.


"Sekarang duduk biar pake kaos singlet, baru pake bajunya yang panjang."


"Duh pinternya anak Ayah ini."


"Gak perlu diminta, tangannya langsung diangkat."


"Selesai pake bajunya."


"Hemmmm wangi, dan cantik sekarang Aya."


"Angi" kata Aya.


"Ndong" sambil mengangkat kedua tangannya padaku.


"Iya ayok gendong" kata Fariel, yang langsung kuangkat.


"Duh beratnya anak Ayah ini sekarang, makin berat aja, Ayah dah hampir gak kuat gendongnya."


"Aya makin gendut aja sekarang."


"Bentar Ayah minum kopinya dulu biar habis." Langsung lu minum kopinya.


"Gak enak ini buat Aya" yang meminta cangkir ingin minum juga.


"Plak" kata Aya.


"Kok Ayah dipukul sih" kata Fariel.


"Nih coba minum" yang kucoba untuk diminum Aya.


"Gimana enak."


Sedangkan Aya malah menunjukkan giginya yang baru tumbuh.


"Dah biar Ayah yang minum ya."


"Aya minum susu aja ya."


Langsung kuhabiskan kopinya lalu kuletakkan cangkirnya di nampan.


"Yuk kita berjamur yuk dibelakang yuk biar segar" kata Fariel.


Langsung berjalan keluar kamar menuju belakang rumah untuk berjemur.

__ADS_1


__ADS_2