Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Sudah pindah


__ADS_3

Lima bulan kini telah berlalu, dan kini aku sudah pindah dari rumah Papi dan Mami.


Aku tidur sendiri dirumah ini tak ada siapapun hanya aku seorang diri.


Rumah yang lumayan besar, ada beberapa kamar yang kosong, bahkan aku menempati kamar atas bagian depan karena hanya kamar itu yang ada kasur dan lemari, karena kamar yang lain kosong tak ada kasur dan lemari seperti yang Mami katakan padaku saat itu.


Tapi seperti biasa setiap siang dan malam aku akan makan siang dan makan malam dirumah Papi dan Mami sebagai permintaan mereka agar bisa selalu berkumpul menikmati hidangan yang ada sambil melepas rindu.


Seperti obrolan kami disini di ruangan ini setelah makan malam.


"Mas malam ini tidur disini kan, mas dah janji sama adek bakal tidur disini setiap minggu" kata Ervi.


"Gak ah, dingin kalau tidur disini, masa tidur diruang makan" kata Fariel.


"Ihhh bukan itu maksudnya" kata Ervi.


"Maksudnya tidur dirumah ini loh."


"Iya nak, kamu jangan karena dah pindah gak mau tidur disini lagi, nginep disini lagi" kata Mami.


"Iya dong Da nginep disini, emang gak kangen apa Aya dan Mamanya" kata Fida.


"Bilang apa tadi" kata Fariel.


"Gak kangen sama kamarnya, gak kangen sama Aya dan Mamanya" kata Fida.


"Jangan bilang kakak, yang kakak maksud" kata Ervi.


"Bakal mulai lagi deh Mi" kata Papi.


"Aku kangen sama Aya sama kalian semua, jadi semuanya aku kangenin disini, dah jangan ribut ya adek" kata Fariel.


"Ya dah kalau gitu nanti mas bakal nginep disini deh."


"Asikkk" kata Ervi.


"Kaya anak kecil aja" kata Fida.

__ADS_1


"Egp, bodo amat" kata Ervi.


"Apa Aya dah tidur" kata Fariel.


"Aku mau nengok ahh, dah lama gak godain Aya."


"Setiap kesini pasti dah tidur."


"Lagi sama bibi dikamar tadi, lagi susah tidur kalau malam, bahkan sering rewel sekarang" kata Fida.


"Mass" kata Ervi.


"Apaan sih, manja banget" kata Fariel.


"Mau apa adek, bilang sama mas, jangan cuman bilang mass."


"Mas besok kan minggu dan pastinya libur" kata Ervi.


"Terus kalau besok libur emang kenapa" kata Fariel.


"Ya emang gak mau nagajakin adek main jalan-jalan gitu, kemana gitu, masa dirumah mulu, kaya burung dikandangin mulu, kan pengen bebas" kata Ervi.


"Gak janji, mas rencana mau istirahat full sehari penuh" kata Fariel.


"Mau ngimpi ketemu Bidadari."


"Ih mas mah gak mau buat adek seneng" kata Ervi.


"Bidadari yang mana."


"Bukan gitu adek mas yang manis dan cantik" kata Fariel.


"Pengen gua cubit aja tuh pipi kalau lagi cemberut gitu."


"Mas tuh capek adek, seharian kerja, apalagi harus kesana kemari, ngecek sana sini, tolong dong ngertiin mas, mas butuh istirahat nih."


"Iya adek, kamu jangan kek gitu sama masmu" kata Mami.

__ADS_1


"Masmu kan kerjaanya makin banyak sekarang, bahkan gak hanya satu tempat atau dua tempat yang harus masmu kunjungi buat ngecek hasil kerja dari mereka semua."


"Kamu harus ngertiin masmu."


"Iya dong anak Papi ini kalau minta harus dituruti mulu" kata Papi.


"Kasih masmu buat istirahat dong, kan mainnya atau jalan-jalan bisa lain kali, atau sore juga bisa, emang mau ngajakin mas kemana sih."


"Nanti kalau masmu sakit karena kurang istirahat, kan kamu juga yang bakalan gak bisa buat jalan-jalan lagi, jadi kasih waktu istirahat dulu ya" kata Mami.


"Iya Pi, Mi" kata Ervi.


"Ya dah besok jalan-jalan, tapi sore, mas mau bangun rada siang" kata Fariel.


"Oke mas, makasih" kata Ervi.


"Eittts stopp" kata Mami.


"Bukan muhrim dah berani nempel-nempel pake meluk segala."


"Hehehehe, khilaf Mi" kata Ervi.


"Bakal papi segerain juga ini Mi, takut nanti bakal terjadi lagi" kata Papi.


"Mauuu" kata Ervi.


"Ih dasar" kata Fida.


"Pi, Mi, dan semuanya, aku duluan ya, mau lihat Aya" kata Fariel.


"Kelamaan disini bisa pening kepalaku."


"Assalamu'alaikum."


"Iya nak, silahkan duluan" kata Mami.


"Waalaikumsalam" semuanya.

__ADS_1


Aku langsung meninggalkan meja makan dan berjalan menuju ke kamar kak Fida untuk melihat Aya yang kini sudah gendut dan tembem kaya bola.


__ADS_2