Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Kado aneh


__ADS_3

Aku menyalami para tamu yang hadir.


"Itu tadi siapa mas, mantannya ya" kata Af.


"Kayaknya masih cinta tuh mas" kata Re.


"Iya kayaknya masih mengharapkan mas lagi tuh" kata De.


"Dia sudah nikah, kalian gak usah mikir yang aneh-aneh" kata Fariel.


"Memang kami pernah bersama dulu, dah lama sekitar setahun lalu mungkin."


"Dah nikah kok masih mengharapkan orang lain, padahal dah punya suami" kata De.


"Pasti dijodohin sama orang tuanya, makanya masih berharap sama mas, ya kan" kata Af


"Tadi ada kayak habis nangis dan meluk lama banget ke mas" kata Re.


"Apa dia dah pisah terus minta balikan lagi sama mas."


"Hus jangan ngaco" kata A.


"Suaminya masih ada" kata Fariel.


"Kalian mau foto apa mau ngomongin orang" kata Fida, yang tau dengan perasaanku.


"Heee maaf kak" kata Af, Re, dan De.


"Ya dah buruan" kata Ervi.


"Kasian yang lain yang mau ikutan foto tuh, masih ngantri."


"Oke kak" kata De.


Dan kami langsung berfoto terus mereka langsung turun setelah berfoto dan mengucapkan selamat kepada kami.


"Sami gak usah mikirin ucapan mereka" kata Ervi.


"Aku tau Sami masih ada rasa kan sama Tia."


"Aku juga manusia, pasti tau sedikit dari Sami."


"Hanya merasa sedikit kasihan dengan hidupnya kini yang jadi berantakan saja" kata Fariel, mencoba mengelak.


"Dah jangan bahas dia lagi, dia juga sudah turun" kata Fida.


"Sekarang bukan waktunya bahas kehidupan yang lain."


"Sekarang lebih baik kita sambut mereka tuh yang mau kemari."


"Iya kak" kata Ervi.


"Dah sekarang kita diam jangan bahas masalah itu" kata Fariel.


"Sekarang aku milik kalian, bukan milik yang lain."


"Aku akan berdosa jika mencintai orang lain selain kalian istriku tercinta."


"Yuk kita sambut mereka."


"Iya Mi" kata Fida dan Ervi.


Kini waktunya para sahabatku naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat dan mungkin akan meminta foto bersama juga.


"Selamat ya kak, kini jadi kakak iparku juga sekarang" kata Fajar.


"Adekku aja bukan, jadi kakak ipar lo" kata Fariel.


"Hahahaha" ketawa beberapa.


"Makanya jangan ngaku-ngaku" kata Ro.


"Iya, makasih adekku yang ganteng" kata Ervi.


"Tuh dengarin barusan, dikatain adek yang ganteng" kata Fajar.


"Minggir buruan, lama bener" kata Do.


"Iya, kaya mau ngucapin sepanjang jalan aja" kata Ar.


"Gantian woy" kata Ke.


"Cepetan Jar" kata Fariel.


"Iya-iya, sabar napa sih" kata Fajar.


"Bang tadi siapa kok sampai segitunya."

__ADS_1


"Pasti mantannya, gak usah bohong."


"Iya" kata Fariel.


"Kalau abang dah gak mau, kan bisa kali buatku" kata Fajar.


"Selagi masih jomblo."


"Nggak papa bekas abang sendiri."


"Huhhh" kata Ro dan Do.


"Dasar" kata Ar.


"Dia dah nikah setahun lalu" kata Fida.


"Ohhh, tapi kok seperti itu ya, pasti sama suaminya gak harmonis makanya masih suka dan berharap lagi ke Abang" kata Fajar.


"Kalau mau gosib jangan disini" kata Fariel.


"Aku hanya mau minta foto sama ngasih selamat aja" kata Ke.


"Yang gosibkan hanya tuh bocah" kata Ma, pada Fajar.


"Kaya ibu-ibu komplek dong" kata Ro.


"Selamat ya kak, semoga jadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah" kata Ru.


"Gak bisa ngasih kado, hanya doa yang bisa kuberikan."


"Iya gak papa, doa juga lebih baik" kata Ervi.


"Kami gak mengaharapkan hadiah atau kado" kata Fida.


"Asal ada kehadiran kalian dan doa sudah cukup bagi kami."


"Nggak usah malu karena gak bawa kado."


"Aku juga nggak ada kado sepesial, hanya bisa ngasih doa saja" kata Ro.


"Aku juga" kata Ar.


"Akku hanya bisa memberikan selamat buat kalian" kata Do.


"Semoga keluarga kalian nanti akan selalu harmonis, selalu menjadi keluarga yang diimpikan setiap orang."


"Makasih dah mau datang."


"Boleh minta foto bareng gak" kata Ma.


"Boleh dong" kata Ervi, dan Fida.


"Kalau mau foto jangan lama-lama" kata Fariel.


"Kasian mereka capek belum ada duduk."


"Kalau mau ngatain awas."


"Hihihi, paham dianya bos" kata Ar.


"Kalian mah aku tau, apa yang akan dilakukan dimari" kata Fariel.


"Nggak bakal kuterima hadiah kalian itu."


"Dikira akun gak tau apa."


"Hehehehe" ketawa mereka.


"Paham dia, dah ketahuan" kata Do.


"Emang apaan Mi" kata Ervi.


"Nggak ada apa-apa" kata Fariel.


"Mau pake HP apa mau pake camera."


"HP bang dong nih" kata Fajar, fang menunjukkan hpku padaku ditangan fajar.


"Kenapa bisa sama lo" kata Fariel.


"Hehehehe, kuminta sama Bude kemarin saat pulang" kata Fajar.


"Nggk akan ada yang hilang."


"Nggak usah takut, HP nya hanya buat moto sama video aja kok."


"Dah kasihkan tuh, biar kita foto langsung aja ya" kata Fida.

__ADS_1


"Oke kakak yang cantik" kata Fajar.


"Ngak usah ngerayu istriku, dia memang cantik" kata Fariel.


"Emang lo jomblo kok bangga."


"Yang penting kan ganteng ya gak kak" kaya Fajar.


"Iya" kata Fida.


"Iya ganteng" kata Ervi.


"Tapi gantengan suamiku."


"Itumah bukan ganteng, kegantengan kalau Abang" kata Fajar.


"Dapat dua itu namanya kan kegantengan."


"Hahahahahaha" Fida, Ervi, dan beberapa.


"Tau aja, emang ganteng sih makanya aku mau" kata Ervi.


"Terlalu ganteng, makanya jadi yang kedua aku ikhlas" kata Fida.


"Tapi yang penting sayang dan tanggung jawabnya" kata Ervi.


"Juga adil" kata Fida.


"Abang dipinggir, aku mau di tengah kakak cantik" kata Fajar.


"Siapa yang nikah, kok ngusir" kata Fariel.


"Dah Mi, ngalah sama adek sendiri kan gak papa" kata Ervi.


"Iya, kan kita mau dekat sama adek ipar juga" kat Fida.


"Iya deh iya" mata Fariel.


Langsung aku kebagian pinggir, dan Fajar ditengah Ervi dan Fida, juga yang lain.


Setelah beberapa kali mengambil foto baru mereka turun tapi sebelum turun mereka memberikan sesuatu padaku.


"Nih bang dari kami berlima buat Abang" kata Fajar.


"Diterima ya bang" kata mereka.


"Terima Mi" kata Fida, dan Ervi.


"Gak baik nolak pemberian orang" kata Fida.


"Kalian gak tau kadonya apakan, mereka aneh ngasihnya" kata Fariel.


"Kan biar kuat kaya kuda" kata Ro.


"Iya kaya kuda, kuda kan kuat" kata Mo.


"Emang apaan kok kaya kuda, apa Sami punya kuda" kata Ervi.


"Gara-gara kalian ini" kata Fariel.


"Nih diterima" kata Fajar, langsung memberikan bingkisan kado berukuran kecil.


"Fak hanya itu aja, ada yang lain juga kok bang."


"Iya makasih" kata Fariel.


"Makasih ya kado nya" kata Fida, dan Ervi.


"Selamat menikmati malam pertama nanti malam" kata Ma.


"Udah semalam" kata Do.


"Iya gak bang."


"Hemmmm" kata Fariel.


"Ya malam kedua, kan gak mungkin langsung duanya semalam" kata Ar.


"Dah sana turun, kalian rusuh disini" kata Fariel.


"Ada kado spesial buat Abang, bantar lagi akan kami berikan" kata Fajar.


"Iya, pokoknya ada yang spesial nanti" kata Mo.


"Iya makasih" kata Fariel.


Dan mereka langsung turun.

__ADS_1


__ADS_2