
Dilain sisi, di rumah.
"Pi, Mi" kata Fida, dengan sedihnya.
"Kenapa biarkan adek pergi sih".
"Papi juga sudah melarangnya untuk pergi" kata Papi.
"Tapi kenapa gak ditahan aja biar gak pergi" kata Fida.
"Mami juga sudah menahannya buat gak pergi nak" kata Mami.
"Tapi Mami bisa apa".
"Tapi kenapa gak Mami tahan aja" kata Fida.
"Mami gak bisa melakukan nya, walau Mami juga merasa kehilangannya, tapi ini juga sudah kemauannya, jadi Mami harus gimana" kata Mami.
"Dah Mami tenang aja, besok biar papi cari dimana nak Fariel berada" kata Papi.
"Aku mau besok harus sudah ada dirumah ini lagi titik" kata Fida.
"Iya, besok Papi usahakan" kata Papi.
"Papi mau nyari kemana, bahkan nomernya aja gak bisa dihubungin dari tadi" kata Mami, yang masih menggenggam HP nya.
"Nanti Papi tanyakan sama teman-temannya dan Bapaknya di kampung sapa tau dia pulang ke rumahnya" kata Papi.
"Tadi Papi dengar kan kalau mereka bilang gak ada dapat kabar dari adek" kata Fida.
"Apa Papi mau buat mereka khawatir karena kita".
"Iya nak Fida bener Pi, kalau bisa jangan kasih tau mereka, Mami takut kalau nanti mereka akan marah dengan kita yang gak bisa membuatnya nyaman berada disini" kata Mami.
"Ya udah besok Papi minta bantuan teman Papi, sapa tau bisa bantu" kata Papi.
"Papi harus janji" kata Fida.
"Iya, Papi janji" kata Papi.
"Lebih baik sekarang kamu tidur dulu biar ditemanin Mami".
"Papi mau keluar sebentar kedepan".
"Mami tolong temanin nak Fida tidur ya".
"Iya Pi" kata Mami.
"Besok aku mau ikut Papi nyari, gak boleh nolak" kata Fida, yang langsung pergi.
"Mami susul itu anak kita Mi" kata Papi.
"Ya udah Mami susul nak Fida ya Pi" kata Mami.
yang langsung berjalan mengikuti Fida yang sudah meninggal kan mereka.
Papi pun langsung keluar rumah menuju pos satpam rumah.
"Assalamu'alaikum semuanya" kata Papi.
"Waalaikumsalam" jawab bertiga yang asik main catur.
"Apa ada yang tau kalau nak fariel mau pergi kemana tadi" kata Papi.
"Gak ada Pak, emang Aden kemana Pak" kata Dani.
"Tadi hanya bilang sama aku kalau Aden mau pergi sedikit jauh, tapi gak ada bilang tujuannya kemana Pak" kata Udin.
"Ya udah kalau gitu" kata Papi.
"Din besok bangun rada cepat ya, antarkan aku ketempat teman Bapak" kata Papi.
"Iya Pak" kata Udin.
"Tapi ada apa ya Pak, tadi saya liat Aden nangis loh Pak sebelum pamitan sama saya".
"Apa ada yang dirahasiakan dari Bapak mungkin".
"Aku juga kurang tau, tadi hanya bilang mau pergi keluar dari rumah dengan membawa tas, dan bahkan akan segera resign dari kantor dan minimarket juga" kata Papi.
"Apa sudah coba hubungi nomernya" kata Udin.
"Sudah berkali-kali kami hubungi tapi gak diangkatnya, bahkan pesan kami juga gak dibales, dan sekarang malah nomer nnya gak aktif" kata Papi.
"Apa perlu kita bantu cari tau sekarang lewat teman-temannya mungkin Pak" kata Ari.
"Iya Pak, sapa tau mereka ada yang tau" kata Dani.
"Tapi aku juga gak ada yang tau teman-temannya nak Fariel siapa aja" kata Papi.
"Kita tanya aja sama yang pernah kerja sama Aden Pak, sapa tau ada yang tau Aden berada" kata Udin.
__ADS_1
"Baiklah, coba kutanya kan sama Pak Sal dan yang lainnya yang disana" kata Papi.
"Duduk dulu sini Pak" kata Ari, yang menyuruh nya untuk duduk disebelahnya.
Papi pun langsung duduk lalu menelpon seseorang.
"Hallo Assalamu'alaikum" kata Papi.
"Waalaikumsalam, ada apa Pak malam-malam nelpon, apa ada yang penting" kata Sal.
"Apa kamu tau nak Fariel berada, dia tadi pergi dari ruamah untuk pamit, tapi gak ada dirumah dikampunya" kata Papi.
"Aku juga sudah lama gak ada kabar darinya, sudah lama gak ketemu dan kontekan Pak" kata Sal.
"Coba kamu tanyakan sama yang lainnya, sapa tau ada yang tau dimana dia berada, karena kami semua khawatir dengan kepergiannya yang seperti itu" kata Papi.
"Baik Pak, nanti saya tanyakan sama yang lainnya, nanti kalau ada kabar akan aku hubungi Bapak" kata Sal.
"Baik, makasih atas waktunya, dan dah ganggu istirahat nya" kata Papi.
"Gak papa Pak, kami belum pada tidur juga kok, masih pada asik bercerita dan api-api diuar" kata Sal.
"Kalau gitu kutunggu kabarnya" kata Papi.
"Assalamu'alaikum".
"Waalaikumsalam" kata Sal.
Lalu mematikan hpnya dan meletakkan dimeja.
"Gimana Pak, apa yang tau" kata Udin.
"Mereka juga gak tau, tapi akan coba cari tau ke yang lainnya juga" kata Papi.
"Lebih baik Bapak masuk aja dan tidur, biar besok kita cari, sapa tau ada yang lihat dia dimana gitu" kata Udin.
"Iya Pak, mungkin besok dah ada kabar baik, dan semoga besok juga sudah ditemukan keberadaan nya" kata Ari.
"Baiklah, makasih dah mau membantu" kata Papi.
"Iya sama-sama Pak, nanti kami coba tanya sama teman-teman kami juga, sapa tau ada yang melihatnya" kata Dani.
"Makasih, aku pamit masuk dulu ya"kata Papi.
"Assalamualaikum" lalu meraih HP.
"Waalaikumsalam" jawab mereka bertiga.
"Apa ada yang punya fotonya aden, biar aku tanya sama teman-teman aku yang lain juga" kata Dani.
"Wah aku gak punya" kata Ari.
"Kalau kamu" tanyanya pada udin.
"Sama, aku juga gak punya" kata Udin.
"Kalau gini susah dong nyarinya" kata Dani.
"Tapi tunggu sebentar, kita cari sosial media tentang dia, sapa tau ada postingan foto-foto dia" kata Ari.
"Kamu bener banget, yaudah kita cari fb Aden sapa tau dapat" kata Udin.
"Ayok gas, biar gak kelamaan" kata Dani.
Dan mereka pun langsung membuka HP dan berselancar di jejaring sosial nya mereka masing-masing mencari-cari.
"Apa ada yang tau namanya kemaren siapa, nama lengkapnya" kata Dani.
"Kalau gak salah Sielfa sapa gitu".
"Sielfa Akhmad Fariel kayaknya" kata Udin.
"Sielfa Akhmad Mufariel kalu gak salah" kata Ari.
"Oke biar aku cari di ig, sapa tau ada" kata Dani.
"Siapa tau salah satu dari nama itu dipake di ig".
"Iya, kalau gitu kita cari di fb aja" kata Ari.
"Ayok lanjut cari" kata Udin.
Mereka pun langsung mencarinya lagi.
"Gimana dapat" kata Udin.
"Gak ada, padahal dah ku coba nyarinya dengan berbagai tulisan yang mungkin sedikit dirubah hurufnya" kata Ari.
"Kalu lo gimana Dan".
"Ada ini tapi kaya foto lama, jadi gimana apa bisa" kata Dani, yang menunjukkan foto pada mereka.
__ADS_1
"Apa gak ada yang lain lagi" kata Ari.
"Ini" kata Dani.
Dan ini.
"Itu foto kapan kok beda ya sama yang sekarang" kata Ari.
"Mungkin foto taun ini, kan dia dari kampung jadi sedikit beda, nampak garang ya bro" kata Udin.
"Iya, keliatan lebih dewasa, dan badannya juga tegap, kalau sekarang lebih keliatan putih" kata Dani.
"Mungkin efek panasan dikebun kali ya".
"Bisa juga" kat Ari.
"Apa gak ada yang lain lagi fotonya".
"Gak ada, hanya ini, yang lain gak kelihatan mukanya, hanya foto dari belakangan dan samping, apa mungkin yang ini" kata Dani.
"Itu gak kliatan mukanya, tapi bentar, mungkin salah satu dari mereka ada yang tau pastinya" kata Udin.
"Soalnya tadi waktu aku brosnig ada yang keluar dengan foto itu, apa mungkin punya dia kali ya".
"Iya coba lagi kamu cari" kata Dani, dengan semangatnya.
"Oke bentar aku inget-inget dulu tadi pake nama apa gitu" kata Udin.
"Kayaknya pake nama yang ini" lalu menulis.
"Bener ini ketemu".
"Coba buka foto-fotonya" kata Ari.
"Gak ada foto yang sekarang, hanya foto lama semua, itu akan susah kalau pake foto lama" kata Udin.
"Apa coba kita tanyakan sama teman-teman yang dikasih tanda sama statusnya ya bro".
"Iya coba aja" kata Dani.
"Bentar-bentar, ini kaya foto dia" kata Udin, yang melihat foto profil ketika akan membuka pertemanan dalam tanda dipostingannya.
"Iya, coba buka" kata Dani.
"Iya bener, ini ada beberapa foto dia, banyak rupanya" kata Udin, setelah membuka album foto unggahan yang lain juga.
"Apa namanya coba" kata Dani.
"Ini namanya" kata Udin, sambil menunjukkan padanya.
"Aku coba nyari lagi di ig, sapa tau ada foto terbaru dengan nama itu" kata Dani.
"Iya coba" kata Ari.
Dani pun langsung mencari dengan nama itu yang ada di profil nama fb.
"Ketemu juga kamu Den" kata Dani, dengan senyum.
"Mana coba lihat" kata Udin, dengan antusiasnya.
"Wah ini baru bro" kata Ari.
"Kok banyak foto sama cewek ya bro, beda-beda dan kayaknya ini foto kemaren deh sebelum sakit".
"Ini aja kalau gitu, dah kirimkan kemari cepet biar kubantu menyebarkan ke teman-teman aku juga" kata Udin.
"Cocok, kamu kan banyak kenalan supir, sapa tau mereka ada yang tau juga kan" kata Ari.
"Iya ayok cepet beberapa foto, yang banyak pun gak papa, biar nanti kukirim lewat WA ke mereka semua" kata Udin.
"Screenshot langsung aja".
"Sip" kata Dani, sambil mengacungkan jempolnya
"Dah kukirim tuh semua ke tempatmu dan punyamu juga".
"Oke mari kita sebar fotonya ke mereka" kata Ari.
"Ayok" kata Udin.
Mereka pun langsung mengetik beberapa kata dan melampirkan beberapa foto juga lalu mengirimnya ke teman-teman mereka semua.
__ADS_1