Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Enak dan gurih


__ADS_3

Setelah siap dengan pakaian yang ada yang telah disiapkan, langsung aku keluar dari kamar untuk turun dan menemani Ervi.


"Dah siap nih, hayok" kata Fariel.


Ervi langsung tersenyum dengan senang ketika melihatku berdandan seperti ini.


"Hihi lucu" kata Ervi.


"Tapi masih keliatan ganteng kok, hanya sedikit keliatan ada seperti perempuan jadinya, hehe."


Sedangkan Aya hanya terdiam melihatku seperti ini.


"Anak Ayah kenapa, kok bengong" kata Fariel.


"Ayahmu lucu ya, kaya Mama" kata Fida.


"Tapi bentar, ada yang kurang sedikit."


"Apaan" kata Fariel.


"Jangan nambahin yang aneh-aneh, malu tau."


"Enggak akan" kata Fida.


"Sebentar, kuambil dulu, Aya disini duduk dulu ya, main mobilan."


"Pasti bakalan aneh nih" kata Fariel.


"Enggak ada, ayok ikutan sebentar saja" kata Fida.


"Pinjem sebentar, paling lima menitan ya Bun."


"Oke, sip" kata Ervi.


"Ayok ikut keatas bentar" kata Fida.


"Gendong" kata Fariel.


"Idih" kata Fida.


"Mana kuat, harusnya tuh Mama yang digendong bukan Ayah."


"Dah ah ayok, nanti kelamaan kasian tuh Bunda nungguin."


"Iya deh iya" kata Fariel.

__ADS_1


Langsung kuikuti dari belakang menuju kamar atas milik Fida.


"Buruan duduk dulu" kata Fida.


"Iya" kata Fariel.


"Enggak usah ditekuk gitu mukanya, enggak akan diapa-apain kok" kata Fida.


"Hanya dipoles sedikit biar nanti enggak kelihatan malunya."


"Beneran loh ya" kata Fariel.


"Iya" kata Fida.


"Awas aja kalau enggak" kata Fariel.


"Kalau enggak mau apa" kata Fida.


"Kumakan langsung sekarang" kata Fariel.


"Huh dasar" kata Fida.


"Punya suami kok gini amat sih."


"Gini kekmana" kata Fariel.


"Habis, kalian bikin nagih aja" kata Fariel.


"Tau gurih, dari dulu enggak bakal mikir lama, langsung iyain aja, ayok."


"Huh dasar, begitu tau rasanya enak aja langsung" kata Fida.


"Enaknya enggak seberapa, tapi gurihnya luar biasa" kata Fariel.


"Enaknya cuman sepuluh persen, tapi gurihnya sembilan puluh persen."


"Apanya" kata Fida.


"Semuanya, dari sebelum tidur hingga bangun dan tidur lagi, ada yang selalu nemenin tidur, ada yang nyiapin pakaian, ada yang mijitin juga" kata Fariel.


"Badan gede gini minta dipijit" kata Fida.


"Cocoknya tuh dipijak pake kaki."


"Emang jaman dulu apa, pake kaki" kata Fariel.

__ADS_1


"Kan sekarang dah modern, apalagi punya dua wanita cantik, masa iya enggak mau bantu pijit sebentar aja."


"Iya, sekarang yang penting diam aja dulu sebentar" kata Fida.


"Sip bidadariku" kata Fariel.


"Kapan terakhir potong rambut" kata Fida.


"Dua bulan lebih kayaknya, dari habis nikah baru sekali kayaknya potong rambut" kata Fariel.


"Enggak sempat, maaf, tapi keren kan, hehehe."


"Mana ada dua bulan panjangnya dah seperti ini" kata Fida.


"Apa yang waktu itu bertiga potong rambutnya."


"Enggak, ini waktu didesa, Bapak yang potong rambutnya" kata Fariel.


"Lihat aja, enggak ada bentuk disasak rambutnya."


"Sanis mau ngapain pake gunting, itu."


"Mau kupotong sedikit aja, biar beda" kata Fida.


"Jangan, nanti kalau mereng gimana, enggak pas gimana" kata Fariel.


"Dah diem aja" kata Fida.


"Sami dah mandi loh ini" kata Fariel.


"Tenang aja, enggak bakalan harus mandi lagi" kata Fida.


"Setahun aja sama Bidadarimu ini."


"Awas aja ya kalau bikin jelek dan malu karena potongan rambut ini" kata Fariel.


"Iya, cuman dikit aja, biar menarik sedikit, jangan gayanya sama mulu, sekarang dah punya anak" kata Fida.


"Iya, tau kalau itu mah" kata Fariel.


"Diam ya, jangan gerak, nanti kupingnya kepotong" kata Fida.


"Its, jangan dong" kata Fariel.


"Hihihi, makanya diem" kata Fida.

__ADS_1


Langsung diem, dan seperti biasa kalau dipotong rambutnya pasti langsung ngantuk ingin tidur, dan beneran tidur.


__ADS_2