
Papi dan Mami yang melihat kearah kami.
"Mami seneng deh Pi kalau lihat mereka akur kayak gitu, gak ada yang saling ngomel dan debat" kata Mami.
"Iya Mi, Papi juga merasa tenang lihat mereka kumpul bareng kayak gitu, yang satu manja yang satu suka usil, tapi lihat nak Fariel yang mampu membuat mereka jadi akur dan saling berbagi dan menyayangi, Papi jadi terharu melihat kebersamaan mereka yang saling menyayangi dan tak menyakiti satu sama lain" kata Papi.
"Mami makin sayang sama mereka semua yang akur" kata Mami.
"Mami gak salah yang menjadikan nak Fariel jadi anak kita, yang mampu membuat mereka jadi akur, yang biasanya setiap ketemu pasti debat dulu walaupun saling menyayangi" kata Papi.
__ADS_1
"Kuharap mereka bisa seperti ini terus, yang layaknya kelurga kakak beradik".
"Kalau Mami lihat nak Fariel lebih cocok dari abang ataupun kakak dari mereka semua, yang mampu berbagi kasih sayang tak pernah membeda-bedakan, bahkan mau membujuk nak Fida yang mau makan dan mengeluarkan suaranya walau sedikit" kata Mami.
"Papi akan berterima kasih banget sama nak Fariel yang mampu merubah nak Fida yang usil dengan nak Ervi, juga sikap manja nak Ervi yang biasanya suka minta sesuatu yang harus kita penuhi keinginannya, tapi sekarang dia tak pernah meminta sesuatu sama kita lagi setelah nak Fariel memberikan saran padanya" kata Papi.
"Iya Pi, bahkan yang biasanya suka kesana-kemari naik moge sekarang malah lebih sering dirumah dan mau diantar kalau kulih ataupun pake matic, padahal dulu kalau pake matic harus Mami paksa dulu baru mau pake" kata Mami.
"Iya juga ya Pi, mungkin nak Ervi menuruni Ibunya yang suka naik motor dari dulu semasih dia hidup, dan bahkan ketika sedang hamil aja Ibunya suka kesana-kemari naik motor walau sudah dilarang, tapi tetap aja" kata Mami.
__ADS_1
"Tapi kita tetap harus menyayangi nak Ervi seperti anak kandung kita Pi, gak boleh membeda-bedakan, karena bagaimanapun Ibunya juga sahabat baik Mami yang selalu membantu kita sampai seperti ini sekarang".
"Mami tenang aja, bahkan perjuangan Papi masih gak ada apa-apanya bila tanpa bantuan darinya. Papi juga janji akan memberikan apa yang seharusnya diberikan untuknya, dan enam puluh persen apa yang kita punya akan kuberikan padanya kelak, dan kita juga harus memberi tahu kalau kita bukan orang tua kandungnya" kata Papi.
"Mami setuju dengan itu Pi" kata Mami.
"Mami melihat anak kita, si Fida yang sekarang sudah mulai mau membuka suaranya lagi semenjak kematiannya, Mami jadi sedih mengingatnya yang kemaren hanya melamun setiap hari bahkan tak ada suara yang keluar dari mulutnya yang biasanya suka ngeledekin Ervi, dan makan pun tak pernah seperti biasa yang lahap, tapi tadi Mami melihat dia makan, Mami jadi sangat senang karena sudah mau makan dengan lahapnya, Mami harap dia mau mulai melupakan sedikit demi sedikit kesedihan ini" kata Mami. dengan meneteskan airmata nya.
"Yuk kita kekkamar aja Mi, kita juga harus tidur siang, biarkan mereka seperti itu, jangan kita ganggu mereka yang lagi asik dalam dunianya masing-masing" kata Papi.
__ADS_1
"Ayok Pi" kata Mami, sambil mengapus air mata nya.
Dan mereka menuju kamar mereka untuk tidur siang.