
"Yah ana" kata Aya, yang meminta kesana kearah balon.
"Iya nanti ya, tunggu Mama sebentar ya" kata Fariel.
"Ana" kata Aya.
"Iya nanti, nanti beli kalau Mama dah datang" kata Fariel.
"Sayang dulu dong Ayah."
Malah ditabok mukaku sama Aya.
"Ya udah yuk kesana yuk, beli balon yuk" kata Fariel, yang langsung berjalan kearah tukang balon dipinggir jalan.
"Ih kok ditinggalin sih" kata Fida.
"Untung aja lihat, kalau gak kan ilang."
"Aya daritadi nunjuk kebalon mulu" kata Fariel.
"Daripada nangis kan lebih baik langsung kuikuti kemauannya."
"Duh anak Mama minta balon" kata Fida.
"Yuk beli yuk, borong kalau perlu."
"Mau yang mana" kata Fariel.
Aya menunjuk pada balon yang ada gambar dora.
"Mau yang ini anak Mama" kata Fida.
"Pak berapaan satu."
"Biasa mah itu lima belas."
"Satu aja belinya" kata Fida.
"Gak mau beli yang gambar lain."
"Ini gak mau, yang ada Upin dan Ipin atau ini yang Masha & The Bear."
"Jangan banyak-banyak, biar yang lain nanti kebagian juga, kasian kalau ada yang gak dapat karena dah habis" kata Fariel.
"Ini hanya ini aja Pak atau masih ada yang lain" kata Fida.
"Masih banyak yang belum kuisi."
"Rakut nanti gak habis semua malah sayang."
__ADS_1
"Oh gitu ya Pak" kata Fida.
"Kalau gitu aku ambil banyak deh Pak, ada diskonnya gak."
"Emang mau ambil berapa."
"Nih ada seratus ribu, terserah Bapak mau kasih berapa" kata Fida.
"Ambil aja tujuh, pilih aja mana yang mau."
"Itu masih baru semua, atau mau yang bola biasa juga ada, harganya sama."
"Kecuali yang lebih besar, kalau itu dualima."
"Kalau gitu ini empat dan bolanya tiga deh pak" kata Fida.
"Oh ya silahkan pilih aja bola dan balonnya."
"Makasih ya pak" kata Fida.
"Tapi Bapak untung gak nih, nanti malah rugi."
"Kan kasian Bapak jualannya rugi."
"Alhamdulillah enggak, itu dah untung, gak harus untung banyak yang penting laku dan bisa ngasih makan keluarga, itu dah cukup."
"Oke deh Pak, makasih ya, kalau gitu aku minta bola yang besar empat" kata Fida.
"Ini kebanyakan dek."
"Ini kelebihan uangnya."
"Fak, itu buat Istri dan anak Bapak" kata Fida.
"Jangan ditolak rejekinya Pak, kami Ikhlas kok ngebantu Bapak."
"Makasih dek, makasih."
"Bapak doakan semoga rejekinya lancar, sehat selalu, anaknya soleh dan solehah, keluarga nya selalu harmonis."
"Aminn" kata Fida.
"Kalau gitu minta plastik ada Pak, buat bawa bolanya."
"nih Aya pegang ini semua balonnya."
"Makasih Mamaku sayang balonnya" kata Fariel.
"Acih" kata Aya.
__ADS_1
"Wah gak ada dek, kalau kecil ada, tapi hanya muat satu."
"Kalau gitu biar Bapak bawakan, mau dibawa kemana nih dek, biar Bapak antar."
"Tuh didepan, dimobil" kata Fida.
"Kalau gitu biar Bapak bantu bawa bolanya biar enak bawanya."
"Gak papa nih Pak dibawain sampai sana" kata Fida.
"Nanti dagangan Bapak ada yang ambil gimana kalau Bapak tinggal."
"Gak papa, ada anak kok, itu yang duduk anak saya, bukan pembeli."
"Ohh gitu, kirain mau beli tadi" kata Fida.
"Ya udah kalau gitu mari biar kubawakan kesana."
"Ayok Pak, jadi repotin" kata Fida.
"Gak kok, Bapak yang harus banyak terimakasih dah dikasih uang banyak sama adek."
"Itu rejeki buat Bapak dan keluarga" kata Fariel.
"Pakai baik-baik ya Pak."
"Kan bisa buat keperluan anak Bapak juga yang mungkin ada yang sekolah kan butuh biaya buat beli perlengkapan sekolah."
"Ayok pak" kata Fida.
Dan kami berjalan kearah parkiran untuk meletakkan bola-bola dan balonnya, kak fida membawa bola yang kecil tiga, dan aku satu, sisanya dibawa Bapak tukang balon.
"Bentar ya Pak biar kubuka pintunya dulu" kata Fida, yang meletakkan bolanya ditanah lalu mengambil kunci di tasnya, dan membuka pintu mobil.
"Dah pak taro sini aja dibelakang."
Dan langsung diletakkan bolanya dibangku belakang semuanya, dan juga balonnya tiga.
"Makasih Pak dah dibawain kesini" kata Fariel dan Fida.
"Iya sama-sama, kalau gitu saya balik dulu kesana."
"Iya Pak silahkan" kata Fida dan Fariel.
"Belanja sekarang apa, biar pulang, ni dah siang, belum Sholat lagi" kata Fariel.
"Ya udah ayok" kata Fida.
"Kututup dulu ya."
__ADS_1
Fida langsung menutup dan mengunci lagi pintu mobilnya.