
Kepanikan keluarga dirumah setelah aku pergi.
"Itu nak Fariel kemana, dipanggil panggil gak ada jawaban, tetap aja jalan dan pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai motornya" kata Mami, dengan paniknya bertanya pada Papi dan Bapak yang sedang duduk di teras rumah samping.
"Kapan keluarnya Mi" kata Papi.
"Barusan Pi, bahkan Ervi sama Fida juga memanggilnya tapi tetap aja nyelonong pergi, Mami takut nanti terjadi apa-apa dengannya" kata Mami.
"Nak Ahmad mana" kata Mama, yang juga ikutan panik.
"Keluar dengan motornya, bahkan tak pedulikan kita yang memanggilnya" kata Mami.
"YaAllah anak Mama, dia bilang ingin sendiri dulu, tapi anama gak tau kalau dia malah pergi dengan seperti itu" kata Mama.
"Sekarang jangan panik, jangan panik dulu" kata Bapak.
"Panggil Pak Udin buruan" kata Mami.
Papi pun langsung memanggil Pak Udin yang kebetulan sedang didepan bersama yang lain sedang asik main catur.
"Pak Udin sini cepetan lari" kata Papi, teriaknya.
Tang dipanggil pun langsung lari kearah Papi.
__ADS_1
"Ada apa Pak bos" kata Udin, sambil ngos-ngosan karena lari beberapa meter dengan badan yang gemuk.
"Sekarang kamu kejar Nak Fariel, buruan, ajak salah satu mereka juga" kata Papi.
"Baik, tapi" yang sudah berjalan tapi membalikkan badannya lagi.
"Kemana saya harus mengejarnya Pak" kata Udin.
"Kemana aja, pokoknya cari sampai dapat, dia bawa motor" kata Papi.
Pak Udin langsung menuju motor matic lalu meminta salah satu dari mereka juga untuk ikut mencarinya, biar satu tetap jaga keamanan rumah ini.
"Duh kemana dia pergi" kata Mama.
"Maafkan anak saya yang membuat kalian jadi ikutan" sambil menangis.
"Pi, cepet suruh orang buat mencarinya" kata Mami.
"Iya, Mami yang sabar, biar Papi telpon orang-orang buat ikut membantu mencarinya, Mami tenang aja, Mama Ahmad juga tenang aja, lebih baik sekarang masuk kedalam rumah dulu" kata Papi.
Mereka pun langsung masuk kedalam rumah, hanya Papi yang masih diluar karena sedang menghubungi seseorang untuk membantu mencarikannya.
Setelah menghubungi seseorang Papi langsung masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Gimana Pi, apa mereka mau membantunya Pi" kata Mami.
"Mereka akan mencarinya, mereka langsung bersiap-siap untuk mencarinya, kalian tenang saja, pasti nak Fariel baik-baik saja" kata Papi.
"Maafkan aku yang gak bisa menjaganya dengan baik, maaf telah merepotkan kalian" kata Mama.
"Dengan cara apa aku harus membalas kebaikan kalian" dengan menangis dipelukan Bapak.
"Ma Ahmad yang sabar, kami gak meminta balasan dari kalian apapun, yang terpenting sekarang dia baik-baik saja" kata Papi.
"Ervi takut Pi, kalau mas beneran pergi gak kembali lagi" kata Ervi, yang juga menghawatirkan keadaanku.
"Ervi tenang dulu, pasti masmu akan segera ditemukan, yang sabar, bantu doa minta petunjuk sama Allah" kata Papi.
"Kaka juga gak bisa kehilangan uda, kaka gak ingin ditinggalkan yang kedua kalinya setelah ditinggalkan mas Rendi" kata Fida.
"Kalian tenang aja, jangan berpikir yang macam-macam, pasti ketemu kok, dan akan segera pulang" kata Papi, dengan sedikit tegar, yang juga sebenarnya ikut khawatir seperti yang lainnya juga.
"Lebih baik sekarang kita Shalat Ashar berjamah bersama sambil meminta petunjuk pada Tuhan."
"Ayok Ma, kita Shalat dulu dan Do'akan dia supaya baik-baik saja, dan cepet pulang" kata Bapak.
"Ayok Mi, kita Shalat dan Do'akan nak Fariel" kata Papi.
__ADS_1
"Ayok Ervi, kak Fida."
Mereka pun langsung melaksanakan Shalat berjamaah dan mendoakan agar baik-baik saja dan bisa menerima dengan ikhlas apa yang Tuhan berikan.