Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Permintaan


__ADS_3

"Jadi ini harus gimana nanti kalau dia bertanya pada kita" kata Mami.


"Aku sudah tau semuanya" kata Fariel, dengan berjalan sempoyongan merayap ditembok.


"Nak" kata Mama, yang langsung berdiri dan lari menghampiri.


"Maafin Mama bukan maksud kami mau merahasiakan ini sama kamu nak."


"Tapi sampai kapan kalian akan merahasiakan nya padaku, apa karena kondisi ku ini yang kalian takutkan" kata Fariel.


"Sekarang kamu duduk dulu, kita bicara sambil duduk ya" kata Bapak, sambil menopang badanku ke tempat duduk.


"Sekarang duduk dulu, kita bicarakan dengan baik disini, biar masalah ini cepet selesai dan Bapak harap kamu bisa menerima apa yang telah ditetapkan oleh Tuhan pada kita semua, Bapak harap kamu bisa menerima keputusan Tuhan."


"Jika kalian semua gak bisa memberikan tahu apapun maka jangan salahkan aku bila aku mencari tahunya sendiri" kata Fariel.


"Mas, jangan seperti itu, mas baru sembuh dan baru bangun dari tidurnya" kata Ervi.


"Bukan maksud Mami nak, yang mau merahasiakan semua ini sama kamu, hanya Mami gak ingin melihat kamu terbaring lemah lagi, Mami gak sanggup bila kehilangan kamu lagi, Mami sayang sama kamu nak, maaf kan Mami" kata Mami, dengan menangis.


"Maaf Mama juga nak, bukan maksud Mama mau menutupi semua ini darimu, Mama gak ingin kehilangan anak Nama satu-satunya, Mama rela lakuin apapun buat kamu nak apapun itu, asalkan kamu bisa kembali tersenyum bahagia seperti biasanya" kata Mama.


"Tapi kenapa gak terus terang padaku semalam ketika aku bertanya tentang nya Ma, Mi, kenapa" kata Fariel.


"Apa kalian takut nanti aku akan berbuat nekat lagi dan pergi jauh untuk selamanya meninggalkan kalian semuanya."

__ADS_1


"Iya, kami takut itu, Mama jujur sangat takut" kata Mama, dengan menangis.


"Nami minta maaf, Mami gak bisa bicara jujur semalam sama kamu nak, Mami hanya ingin melihat kamu baik dulu baru nanti akan kami beritahukan pada saat kamu dah sembuh, bukan sekarang ini" kata Mami.


"Aku sudah melupakan semuanya walaupun masih ada sedikit yang masih menyangkut dihati ini, tapi aku bisa apa kalau aku gak bisa sepenuhnya melupakannya" kata Fariel.


"Aku sudah berusaha semampuku melupakan semua tentangnya, tapi sangat sulit untuk melupakan nya."


"Mungkin dengan cara ini aku bisa melupakannya dengan baik."


"Sengan apa nak, akan Mama lakukan apapun itu" kata Mama.


"Mami juga akan mengabulkan semunya apapun keinginanmu, asalkan kamu bisa melupakannya dan bisa bahagia" kata Mami.


"Papi juga siap melakukan untukmu, apapun itu" kata Papi.


"Nyai juga siap membantu apapun untuk Uda" kata Fida.


"Adek juga siap mas" kata Ervi.


"Jadi katakan apa yang kamu inginkan, katakanlah pada kami, agar kami bisa membantumu" kata Papi.


"Iya nak, katakan pada kami, kami akan berusaha membantumu sebisanya, asalkan kamu jangan pernah tinggalkan kami lagi, karena Mami gak akan sanggup jika kamu tinggalkan Mami" kata Mami, yang masih meneteskan air matanya.


"Aku gak minta yang macam-macam sama kalian, hanya minta satu aja dari kalian" kata Fariel.

__ADS_1


"Apa kalian bisa menerima permintaan ku ini."


"Apapun itu akan kami turuti, Mama yakin pasti semuanya akan mau menerima dan menuruti permintaanmu" kata Mama.


"Bapak orang pertama yang akan mengabulkannya" kata Bapak.


"Papi juga akan mengabulkan permintaanmu, sesulit apapun itu, asalkan kami bisa melihatmu terus, kami masih butuh kamu disini, kami sangat kehilangan saat kamu tidak ada disini, walaupun kamu bukan anak dari Papi dan Mami tapi kamu dah saya anggap anak Papi dan Mami sampai kapanpun seperti darah daging kami ini" kata Papi.


"klKatakanlah nak, apa yang kamu inginkan dari kita ini, jangan bikin Mama bingung dengan apa yang kamu minta, katakanlah" kata Mama.


"Saya hanya minta satu saja" kata Fariel.


"Iya, katakanlah, pasti kami bisa menerima dan akan mengabulkannya, katakanlah" kata Papi.


"Semoga apa yang aku minta kalian sanggup mengabulkan permintaan ku ini" kata Fariel.


"Iya, kami pasti sanggup, tapi katakanlah, jangan membuat kami menunggu apa itu permintaanmu itu" kata Bapak.


"Baiklah" kata Fariel.


"Aku minta."


Tnggu di episode selanjutnya yaaaa.


Sabar aja dulu, pasti langsung ku up kok, yang sabar aja, ceritanya dah kutulis kok dibuku, tinggal di tulis di novel dan ku up aja.

__ADS_1


Yang sabar nunggunya yaaaaa.


__ADS_2