
Setelah berbicara lewat via suara dengan bidadari aku langsung menghabiskan minumnya dan kemudian masuk kedalam rumah untuk sarapan pagi bersama.
"Kenapa tuh muka ditekuk gitu, macam gak dapat uang jajan sebulan aja" kata Fariel, sambil duduk disebelahnya.
"Lagi galau kayaknya dek" kata Fida.
"Galauin apa, cerita dong sama mas, sapa tau bisa bantu" kata Fariel.
"Gak perlu" kata Ervi.
"Kalau cerita pun kayaknya gak akan bisa bantu" kata Fida.
"Kenapa gak bisa, emang yang digalauin apaan, jangan bilang yang digalauin itu cowok" kata Fariel.
"Seratus buat adek" kata Fida.
"Mana, katanya seratus kak" kata Fariel, sambil mengulurkan tanganku.
"Lah kan adek habis gajian, masa minta sama kakak, minta tuh sama Mami" kata Fida.
"Becanda kali kak, dah adek belikan sesuatu" kata Fariel.
"Apaan" kata Fida.
"Tanyakan ke Mami, Mami kan tau" kata Fariel.
"Emang apaan Mi yang adek beli" kata Fida.
"Buat beli emas, katanya biar nanti kalau mau nikah gak perlu beli lagi, kan emas makin tahun makin mahal" kata Mami.
"Iya Mi, makanya kubelikan emas, alnya kalau nabung uang banyak godaan nya, bisa-bisa habis buat beli barang yang gak perlu" kata Fariel.
"Betul banget nak, Papi setuju sama kamu, jadi nanti kalau nikah dah ada tabungan sendiri tanpa meminta ke orang tua buat belikan maharnya" kata Papi.
"Ooh, beli berapa banyak dek, boleh dong kakak yang pake, daripada gak ada yang pake" kata Fida.
__ADS_1
"Dikit kak, kan lagi nabung, jadi setiap gajian setengah buat beli emas dan setengah buat orang tua dan keperluan yang lain" kata Fariel.
"Kalau dipakai kakak nanti dapat bekas dong, kalau adek mau pake suatu saat."
"Emang calonnya dah minta dilamar ya dek" kata Fida.
Membuat Ervi langsung merah mukanya.
"Gak juga, nunggu lulus dulu, mana mungkin aku menggagalkan cita-citanya hanya karena keinginanku dan keegoan bersama buat nikah, aku juga masih nabung kak, pengen kalau dah nikah udah punya persiapan buat nanti kalau hidup bersama, juga aku dari dulu kalau nikah sudah ada rumah sendiri walau kecil, yang pasti nyaman buat tinggal bersama nanti" kata Fariel.
"Wah, pasti bakal bahagia banget tuh yang bakal dapatin adek nanti, kalau kakak yang jadi calonya pasti bahagia banget karena sudah disiapkan semuanya, hanya tinggal beberapa aja mungkin yang masih kurang" kata Fida.
"Emang nak fariel mau buat rumah dimana di kampung" kata Papi.
"Iya Pi, biar gak terlalu jauh sama orang tua, jadi kalau ada apa-apa sama orang tua aku bisa langsung bantu mereka, aku gak tega meninggalkan mereka, apa lagi dah tua dah waktunya untuk banyak istirahat jangan terlalu capek ke kebun, makanya aku pengen selalu ada disekitarnya biar bisa bantu terus, kan aku hanya anak tunggal mereka yang otomatis hanya bisa mengandalkan aku nanti saat mereka butuh bantuan ku" kata Fariel.
"Papi selalu dukung keputusan mu, tapi Papi harap kamu bisa ada disini, kamu juga bisa bawa keluarga kamu nanti buat kamu tetap bisa bantu pekerjaan kami" kata Papi.
"Iya nak, Mami juga berharap kamu bisa selalu ada disini juga buat bantu kerjaan kami, kami dah tua dan terlalu banyak juga pekerjaan diluar kota, jadi Mami harap kamu bisa tinggal disini" kata Mami.
"Aku gak mau merepotkan kalian semua, makasih atas tawarannya, jika memang nanti aku tinggal disini juga mungkin bukan serumah dengan kalian, tapi mungkin akan membuat atau mengontrak rumah disekitar sini" kata Fariel.
"Kan masih ada kakak dan adek Mi, tapi jika nanti aku gak tinggal disini pun aku akan sering datang kemari kok Mi, Mami tenang aja" kata Fariel.
"Kakak harap sih adek bisa tinggal disini ataupun bisa tinggal disebelah rumah ini, kan disebalah rumah ini ada tanah yang kosong, kenapa gak adek buat rumah aja biar kakak bisa lihat adek terus" kata Fida.
"Bener juga kata kakak kamu nak, Mami harap kamu mau ya, biar buat rumah disebelah rumah kita, itu juga tanah Mami kok, jadi kamu bisa pakai nanti" kata Mami.
"Makasih Mi, tapi aku hanya mau dari hasil jerih payahku, biar gak merasa utang budi" kata Fariel.
"Ya udah nanti kamu bayar secara bertahap atau kamu cicil perlahan, untuk kamu Papi kasih harga murah" kata Papi.
"Jangan gitu Pi, samakan aja sama yang lainnya, kalaupun aku nanti bayar aku harap dengan harga yang seperti harga pada umumnya dilingkungan ini" kata Fariel.
"Aku juga gak bakal bayar semuanya, hanya beberapa meter saja, yang penting bisa untuk buat rumah dan bisa kami tinggali nanti."
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu sekarang kita makan aja ya, bahasnya lain kali aja lagi, ini dah siang, kasian tuh adekmu mukanya cemberut nahan lapar" kata Mami.
"Iya Mi, ayok kita makan" kata Fariel.
"Yok dek, kak kita makan."
"Apa mau aku ambilkan."
"Boleh" kata Fida.
"Ya udah sini piringnya biar adek ambilkan buat kakak" kata Fariel) sambil menerima piring.
"Adek nanti ya habis ambilin kakak dulu, mukanya jangan cemberut gitu, senyum dong, biar hari ini cerah cuacanya, masa bidadari dari kayangan yang turun langsung kebumi malah cemberut gitu, bisa-bisa nanti malah mendung dah turun hujan."
Sedang Ervi mukanya biasa aja gak ada senyum sama sekali
"Nih kak, nanti kalau kurang ambil sendiri aja ya" kata Fariel.
"Sini piringmu dek, mau makan apa biar mas ambilkan, cemberut nya disimpen dulu, nanti mas ajak jalan-jalan sore kemanapun kamu mau, tapi senyum ya, mas mau lihat mana senyumnya bidadari yang baru turun dari kayangan" sambil melihat kesamping.
"Lagi gak mood jalan-jalan" kata Ervi.
"Yaudah kalau gitu sama kakak ya dek, kakak kan pengen jalan-jalan, masa yang diajak jalan cuma dek Ervi aja, kakak gak" kata Fida.
"Ya udah nanti jalan-jalan sore, kayaknya juga nanti aku bisa pulang sedikit lebih cepat, tapi kalau gak lembur ya kak" kata Fariel.
"Nih dek makanannya, dihabisin ya."
"Oke, nanti kakak tungguin pokoknya, adek kalau bisa sebelum Ashar dah pulang, kan ada Papi, biar Papi aja yang kerjain, Papi mau kan" kata Fida.
"Iya nanti Papi yang bakal nerusin kerjaan nak Fariel biar bisa pulang cepet, biar bisa jalan-jalan sama kalian" kata Papi.
"Sekarang makan ya, entar kesiangan adekmu masuk kuliahnya" kata Papi.
"Iya plPi, makasih, ayok dek makan" kata Fida.
__ADS_1
"Ayok kak, dek Pi, Mi, kita makan" kata Fariel.
Kita pun langsung makan bersama dan tak lupa pula berdoa sebelum makan yang selalu aku pimpin doanya.