
Setelah capek berkeliling dan naik turun tangga.
"Kita duduk disini aja ya Mi, sambil senderan di dinding" kata Ervi.
"Biar kaya yang lain gitu, nyender."
"Iya, yok kita duduk" kata Fariel.
Dan kita langsung duduk lesehan di lantai sambil nyender di dinding kaca sambil menikmati minuman dingin.
Ervi yang nyender dibahuku sambil memainkan jari-jariku dan mengaitkan jari-jariku dengannya.
"Kok jari aku gak besar-besar ya Mi, malah kaya makin kecil" kata Ervi.
"Mana Sami tau, tapi kayaknya sama saja deh, mengecil juga enggak" kata Fariel.
"Mana ada" kat Ervi.
"Ini buktinya, jari jempolku hampir sama kaya jari kelingking Sami."
"Jari Sami habis kejepit pintu makanya sedikit bengkak, makanya besar" kata Fariel.
"Kapan kena pintu, emang Sami habis perbaiki pintu" kata Ervi.
"Enggak juga" kata Fariel.
"Lah terus" kata Ervi.
"Hehehehehehe" ketawa Fariel.
"Kok malah ketawa" kata Ervi.
"Tadi pagi tuh pas Sami lagi main sama Aya, eh kejepit deh" kata Fariel.
"Sami gak lagi bohong kan" kata Ervi.
"Maaf" kata Fariel dalam hati.
__ADS_1
Untuk menghindari pertanyaan selanjutnya dari Canis, maka ku alihkan percakapannya.
"Mau kemana lagi nih, dah capek nih Sami gendongin kamu mulu tadi" kata Fariel.
"Apa kita langsung pulang."
"Hemmm pengen makan es kelapa tapi yang baru ambil dari pohonnya" kata Ervi.
"Masa langsung pulang, kan gak asik."
"Dimana ada yang lagi panen kelapa muda" kata Fariel.
"Yang ada aja lah."
"Di depan sana kan juga banyak, mungkin baru ambil tadi juga."
"Gak mau, maunya tuh yang lihat langsung pas jatuh dari pohonnya" kata Ervi.
"Bakal makin susah nyarinya dong" kat Fariel.
"Kalau gitu Sami aja yang manjat pohonnya" kata Ervi.
"Iya dong, kan Sami yang telah berbuat" kata Ervi.
"Berbuat apa" kata Fariel.
"Perasaan Sami gak ada buat apa-apa."
"Lah ini yang ada didalam perut Canis apa" kata Ervi, sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Ya kalau itu kan" kata Fariel.
"Itu apa" kata Ervi.
"Jadi Sami gak mau tanggung jawab nih."
"Bukan gitu dong" kata Fariel.
__ADS_1
"Itu kan kemauan bersama, masa Sami yang kena sendiri, cari jalan pintas dan yang baik aja ya."
"Kita beli didepan, berapa aja, bakal Sami belikan."
"Gak mau" kata Ervi.
"Maunya yang dari pohonnya langsung, dan harus Sami yang ambil sendiri, manjat pohon buat ambil kelapa mudanya."
"Emang mau kalau nanti anak kita bakal ngileran."
"Hemmmm" kata Fariel.
"Kalau dah bawa-bawa ginian, dah gak bisa ngilak lagi deh."
"Anak kita bakal ngileran nih" kata Ervi.
"Ya udah iya Sami mau" kata Fariel.
"Tapi dimana ngambil kelapanya, Sami kan gak tau tempatnya."
"Canis kan tau dimana ada pohon kelapa yang biasa diambil sama orang-orang" kata Ervi.
"Ya udah kalau gitu kita kesana langsung" kata Fariel.
"Tapi Sami gak mau yang pohonnya tinggi ya."
"Kalau tiba-tiba Sami jatuh terus gak bisa jalan gimana."
"Tenang aja, kan badan Sami gede nih, tenaga nya juga kuat, masa manjat pohon kelapa langsung lelmbek" kata Ervi.
"Bukan gitu, Sami terakhir manjat kelapa itu beberapa taun yang lalu, dan itu cuman dua meteran aja tingginya" kata Fariel.
"Ya udah kalau gitu langsung kesana aja" kat Ervi.
"Canis sama anak kita dah gak sabar mau minum kelapa muda."
"Ayok kita lets go" yang sambil menarik tanganku dengan semangatnya yang berdiri lebih dahulu.
__ADS_1
"Iya ayok" kata Fariel, yang langsung berdiri.
Dan kita langsung berjalan keluar mall menuju parkiran dan langsung otw ke tempat yang dimaksud oleh Ervi.