Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Pergi


__ADS_3

Sampai digarasi motor.


"Pak, aku mau pamit pergi" kata Fariel.


"Aden mau kemana" kata Udin, yang langsung berdiri karena sedang mengganti knalpot motor.


"Mau pergi lumayan jauh" kata Fariel.


"Kunci motorku mana Pak".


"Pergi kemana Den" kata Udin.


"Ada pokoknya" kata Fariel.


"Bentar saya ambilkan" kata Udin, langsung mengambil kunci didalam.


"Nih Den kuncinya" sambil menyerah kan padaku.


"Tolong jagain mereka ya pak" kata Fariel.


"Aku titip mereka".


"Dan maafin semua kesalahan yang aku lakukan sama Bapak, dan sampai kan maaf juga sama yang lain dan Bibi".


"Baik Den, nanti kami sampaikan" kata Udin.


"Jangan lupa sering-sering telpon Bapak kalau ada perlu bantuan ya Den, Bapak akan siap membantu".


"Iya Pak makasih" kata Fariel, lalu memakai helm.


"Assalamu'alaikum".


"Jaga kesehatan ya Pak".


"Waalaikumsalam" kata Udin.


"Aden juga jaga kesehatan".


Akupun langsung menancap gak motorku keluar dari garasi dan juga melewati pintu gerbang rumah ini.


Ditengah perjalanan aku menghentikan motorku, lalu menelpon seseorang.


"Hallo Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" kata i.


"Tumben nih nelpon, ada apa ya tumben".


"Aku butuh tempat tinggal satu kamar, apa ada" kata Fariel.


"Hah, buat siapa" kata i.

__ADS_1


"Buatkulah, buat siapa lagi emangnya" kata Fariel.


"Bukannya kamu dah tinggal diistana, kenapa malah nyari kamar, lo gak lagi buat masalah kan sama mereka" kata i.


"Gak ada" kata Fariel.


"Awas aja kalau bawa masalah, nanti aku kebawa masalahmu" kata i.


"Gak ada bener, aku hanya mau nyari sensasi aja sambil belajar buat mandiri aja kok" kata Fariel.


"Oke, datang aja kerumah ku, sementara disini aja dulu, besok baru kita cari kamar kosongnya, ini dah malam gak enak banguninnya" kata i.


"Tapi Makmu dan Pakmu dah tau kan, kalau belom tau bisa-bisa aku dijewer sampai mau putus telingaku sama Makmu itu".


"Tenang aja" kata Fariel.


"Situ yang tenang, lah aku mana bisa tenang, gak tau apa Makmu sama Pakmu galaknya kekmana, kalau aku dirumahmu bangun kesiangan karena telat Shalat Subuh, pasti dijewer" kata i.


"Hahahaha, itu sih kamunya aja yang hobi molor" kata Fariel.


"Sebutin alamatnya cepetan, aku dah di tengah jalan ini".


"Emang sudah ada dimana sih" kata i.


"Di jalan ini xxx" kata Fariel.


"Itu sih masih jauh, sejam lagi baru sampai dodol" kata i.


"Hahahaha, tenang aku kebut kaya Rosi" kata Fariel.


"Ya udah, datang aja ke jln xxx cari aja nama lon rumoh" kata i.


"Nanti masuk aja kedalam gang sebelum lampu merah dekat kampus, pasti langsung ketemu".


"Oke, makasih bro, nanti kucari lewat goggle map" kata Fariel.


"Oke kutunggu di depan rumah" kata i.


"Oke makasih, Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" kata i.


Dan akupun langsung memetikan telponnya, dan kulihat banyak telpon masuk yang tak terjawab dan pesan juga, lalu ku matikan hpku dan kumasukkan kekantong lagi.


Lalu aku berjalan lagi, tak lupa juga mampir di pertamina buat ngisi bahan bakar setelah itu melanjutkan lagi perjalanannya.


Kini sampilah sudah di tempat yang dituju.


"Parkir aja didepan rumah langsung biar aman" kata i.


Akupun langsung mengikuti arah tunjuknya pada rumah sewa.

__ADS_1


"Kunci setang" kata i.


"Yuk masuk aja langsung kedalam".


Akupun langsung turun dari motor.


"Ayok, Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" i.


Langsung kekamar aja ya, rumahnya kecil, maklum anak kuliah, nyarinya yang murah" kata i.


"Tenang aja, kaya sama siapa aja, rumahku aja dikampung juga kecil, kamarnya juga" kata ariel.


"Yuk masuk" kata i.


"Maaf hanya kasur lantai aja yang ada, gak papa kan".


"Aman" kata Fariel.


"Ya sapa tau nanti badannya jadi pegal-pegal karena tidur disini, kan biasanya tidur istana yang kamarnya sudah pasti macam kamar para pejabat dan artis yang dah pasti empuk" kata i.


"Tenang aja, badanku masih gak bakal manja" kata Fariel.


"Oke deh, mau langsung tidur apa mau makan atau ngopi dulu" kata i.


"Tidur aja deh, dah ngantuk dan lelah seharian kerja dan juga perjalanan nya juga jauh" kata Fariel.


"Ya udah tidur terus, kamu sebelah sana, biar aku yang disini" kata i.


"Oke deh" kata Fariel.


"Jangan ngorok ya" kata i.


"Lah yang biasa nya ngorok kan lho, sama suka meluk-meluk kalau lagi ngigau gak jelas" kata Fariel.


"Aku masih normal ya, awas kalau peluk-peluk".


"Sialan loh, aku juga normal ya" kata i.


"Udah ah ayok tidur, dah ngantuk aku belom ada tidur dari pagi".


"Makanya jangan suka molor sampai siang" kata Fariel.


"Yang lain dah pada bangun dah makan siang, ini baru cuci muka".


"Hahahaha, maklum masih jomblo jadi gak ada yang ngasih semangat buat ngucapin selamat pagi" kata i.


"Gak yakin aku sama situ kalau masih jomblo" kata Fariel.


"Udah ah ngantuk" kata i.

__ADS_1


"Oke" kata Fariel.


Kamipun langsung tidur.


__ADS_2