
Sore hari setelah selesai mandi dan Shalat terdengar ketukan pintu.
"Tok tok tok Assalamu'alaikum" kata Ervi.
"mas, mas".
Langsung kubuka pintunya dan "Waalaikumsalam, ada apa adekku" kata Fariel.
"Ih kan janji hari ini mau nemenin ade jalan-jalan" kata Ervi.
"Jangan pura-pura lupa deh" sambil bersender dipintu dan tangannya satu dipinggang.
"Gak jadi kayaknya" kata Fariel, dengan tersenyum.
"Ih mas nyebelin" kata Ervi, lalu cemberut.
"Ih mukanya biasa aja napa adekku yang cantik" kata Fariel.
Ervi malah buang muka.
"Iya deh ayok berangkat, mas ganti dulu ya, masa iya jalan-jalan pakai sarung kaya gini, bentar ya adekku sayang" kata Fariel.
"Senyum dulu dong, kalau masih mau jalan-jalan nya".
Ervi langsung tersenyum.
"Nah gitu kan enak dilihatnya, dah sana keluar dulu, tunggu di bawah ya, masmu mau ganti dulu, kamu juga dandan yang cantik yang wangi" kata Fariel.
"Oke masku sayang, adek ganti dulu ya, mau pakai jaket" kata Ervi.
"Ya dah sana" kata Fariel.
Ervi pun langsung berjalan menuju kamarnya, lalu aku menutup pintu dan ganti pakaian.
Setelah beberapa menit ganti pakaian dan gak lupa dengan parfunya biar sedikit wangi
dan akupun turun kebawah.
"Yuk dah siap kan" kata Fariel.
"Sudah dong, ayuk" kata Ervi.
"Bentar, kok kayak bau nyium parfum kesukaan akau ya".
"Masa iya, itu kan bau parfum ade kali ah" kata Fariel.
"Sebentar" kata Ervi, mencoba menyium bajuku.
"Iya ini baunya kayak parfum kesukaanku".
"Gak tau, mas cuman pakai aja" kata Fariel.
"Mas dapat darimana" kata Ervi.
"Dikasih Papi waktu itu, bahkan bajunya juga dikasih langsung diambil dari lemari, yang gak tau lemari siapa, hanya suruh ambil dan pakai aja sama Papi, hehehe" kata Fariel.
"Oh pantesan parfum ku gak ada, rupanya mas yang pakai, tapi gak papa buat mas aja, bajunya juga buat mas aja, karena baju itu juga sebenarnya buat seseorang yang sedang kuperjuangkan, yang rencananya akan aku kasih nanti kalau sudah waktunya" kata Ervi.
"Hayo buat siapa hayo, jujur sama mas" kata Fariel.
"Nanti mas ganti deh bajunya".
"Mas kepo"m
"Gak usah mas, nanti adek beli lagi aja sendiri buat orang yang spesial" kata Ervi.
"Mas dibeliin gak tuh nanti" kata Fariel.
"Iya entar ade beliin yang spesial juga" kata Ervi.
"Makasih"
"Oh iya nanti ke tempat potong rambut dulu aja ya, bentaran kok, paling 15 menitan" kata Fariel.
"Oke masku sayang, sekalian nanti rambut mas itu dirubah sedikit biar keren" kata Ervi.
"Berarti sekarang mas gak keren nih" kata Fariel.
"Keren kok, hanya butuh sedikit polesan biar keliatan makin keren, sapa tau bisa dibuat macam Korea gitu" kata Ervi, sambil tersenyum.
"Iya nanti mas buat yang seperti itu ya" kata Fariel.
"Ya udah ayok berangkat".
"Ayok" kata Ervi.
Dan kami pun berangkat untuk jalan-jalan dengan mengendarai mobil, dan yang nyetir Ervi, aku hanya duduk disampinya saja.
Didalam perjalanan kami bercakapan.
"Mas besok-besok belajar nyetir mobil ya" kata Ervi.
"Gak mau ah, mas lebih suka pakai motor" kata Fariel.
"Tapi mas juga harus belajar, siapa tau nanti perlu untuk suatu urusan yang memang harus pakai mobil" kata Ervi.
"Iya juga sih, tapi kan mas takut" kata Fariel.
"Gak usah takut, kan ada adek yang akan selalu nemanin masku ini, nanti adek yang bakal nagajarin mas nyetir deh" kata Ervi.
"Hemmmm gimana ya, tapi mas gak janji kalau belajar nyetirnya ya" kata Fariel.
"Harus janji dong, masa iya kalau jalan-jalan ade yang nyetir, kan gak bisa gantian nantinya kalau mas gak bisa nyetir" kata Ervi.
"Iya deh iya, besok-besok mas belajar nyetir" kata Fariel.
"Nah gitu dong, nih dah sampai nih di shalon pangkas" kata Ervi.
"Ya udah ayok parkir kan mobilnya, dan masuk biar gak kelamaan" kata Fariel.
"Oke mas" kata Ervi.
Langsung memarkirkan mobilnya dan kami pun turun terus masuk.
Dan aku baru buka pintu.
"Eitsss ada Babang tamvan nih, mau apaan sayang, biar Novi bantu" kata N, dengan genitnya, yang sebenarnya dia itu cowok bertulang lunak.
"Mau potong rambut aja mas" kata Fariel.
"Eitsss, jangan panggil eyke mas ya, panggil Novi atau sayang juga boleh" kata N.
"Novri kali" kata A.
"Jangan mau manggil yang dia minta, panggil aja Novri" salah satu karyawan juga.
"Heh wawan, berani ya sama Novi ya, awas aja nanti you punya terong aku bikin sambal baru nyaho" kata N.
Dan wawan langsung menutupi bagian depan dengan kedua tangannya.
amAku hanya tertawa melihat perdebatan mereka, dan Ervi pun masuk.
"Ayok tamvan sini duduk, biar eyke buat rambut you makin membahana macam kaya pacarku si Lee Min Hoo" kata N.
Akupun langsung duduk, dan ervi hanya geleng-geleng kepala melihat tulang lunak yang seperti itu.
"Kenapa situ ketawa" bertanya sama Ervi.
"Apa situ juga mau dibuat rambutnya macam princes syahroni, jambul gorong-gorong" kata N.
"Gak usah tante, saya hanya nemenin masku tersayang aja, awas jangan macem-macem sama masku ya" kata Ervi.
"Iih serem deh, jangan galak-galak dong sama eyke".
"Namaku Novi, jadi panggil nya Novi, N O V I, paham you" kata N.
"Oke tante Novi" kata Ervi.
"Eitss jangan pakai tante dong, pakai Nona, paham you" kata N.
"Iya Nona Novi".
"Cepetan itu dipotong rambutnya ya" kata Ervi.
"Oke princes" kata N.
"Maaf ya tamvan lama, mau dibuat seperti apa nih".
"Pendekin aja sampingnya, tapi jangan terlalu pendek, atasnya juga" kata Fariel.
Lalu Ervi membisikkan sesuatu sama si tulang lunak yang gak tau apa yang dibisikannya.
Dan setelah beberapa menit pun selesai dipotong nya, karena memang aku selalu tertidur saat dipotong rambut nya, jadi pas bangun.
"Loh kok masih panjang" kata Fariel.
"Itu ratu you yang minta, eyke takut kena mental sama ratu you, dia galak bener, eyke kan atut kalau gak diturutin bisa hilang deh masa depan eyke sama pacar eyke si Lee Min Hoo" kata N.
"Tunggu bentar ya tamvan, ini belum selesai, masih ada sedikit lagi, tamvan duduk santai aja".
Akupun hanya menurutinya, dan Ervi berjalan kearahku lalu memberikan sesuatu.
"Ini coba mas pakai ya, biar makin top" kata Ervi.
"Apaan ini".
"Kalung dan anting" kata Fariel.
"Iya, mas pakai ya" kata Ervi.
"Gak mau ah, mas gak suka pakai begituan, adekku sayang" kata Fariel.
"Kan cuman sebentar aja loh mas, plis" kata Ervi.
"Iya nanti mas pakai".
"Ini mau diapakan lagi masnya nih" kata Fariel.
"Hanya sedikit dibuat sedikit bewarna rambu-tan mas kok" kata Ervi.
"Kalau itu mas gak mau, mas itu gak boleh mewarnain rambut mas, ini kan sudah bagus loh" kata Fariel.
__ADS_1
"Plis mas plis, adek dah bilang sama papi dan mami kok, katanya boleh" kata Ervi.
Akupun hanya pasrah ketika sudah seperti ini.
"Tapi nanti kalau orangtua ku tau gimana, bisa-bisa mas gak dianggap anaknya lagi loh" kata Fariel.
"Serahin sama adek mu ini, nanti kalau mas pulang adek mau ikut ke kampung mas juga, adek pengen tau seperti apa kampung mas itu"
"jadi mau ya" kata Ervi.
Aku hanya ngangguk, dan rambtuku pun langsung diberi warna yang gak tau warna apaan, dan sekitar 15menit kini telah selesai dan dikeringkan setelah dibilas dengan air bersih, lalu dikeringkan.
"Nah kan makin ganteng mamasku ini, adek jadi makin sayang aja" kata Ervi.
"Keren di mananya sih" kata Fariel.
"Coba deh mas berdiri dan ngaca" (ervi) lalu Ervi tiba-tiba memotretku.
"Adek ngapain sih" kata Fariel
"Hanya moto mas aja, habis muka mas gak ada senyumnya dan biasa-biasa aja, jadi lucu bagiku lihat muka mas tanpa ekpresi" kata Ervi.
"Ih jahatnya, jangan dibuat story ya" kata Fariel.
"Udah pun mas" kata Ervi.
"Ih adek mas ini, mana coba lihat" kata Fariel.
"Nih" kata Ervi.
Lalu kulihat story dihp nya.
"Lah kenapa pakai kata Mamasku kesanyanganku sih" kata Fariel.
"Iya dong biar semua yang lihat tau" kata Ervi.
"Terserah sama adek aja deh" kata Fariel.
"Ini pakai dulu coba" kata Ervi.
"Hah" kata Fariel
"Buruan" kata Ervi.
Dan akupun langsung memakainya, tiba-tiba cekrek.
Ervi tersenyum-senyum.
"Kenapa senyum-senyum sih" kata Fariel.
"Gak ada" kata Ervi.
"pmPasti ada sesuatu, ayok ngaku" kata Fariel.
yang mencoba merebut hpnya, tanpa sengaja dengan perebutan itu terjadi kejadian yang tak terduga, yaitu terjadi adegan macam sepasang kekasih yang sedang memeluk pasangannya, karena tarik menarik hp hingga membuat Ervi akan terjatuh.
"Ehmmm, kalau you mau romantis diluar, eyke kan jadi pengen" kata N.
Dan akupun langsung melepaskan pelukannya
"Maaf ya adekku sayang" kata Fariel.
"Iya gak papa kok mas" kata Ervi, dengan sedikit menahan detak jantungnya begitu bergemuruh.
"Yuk keluar, udah dibayarkan" kata Fariel
"Sudah tadi semuanya" kata Ervi.
"Tadi adek moto in mas lagi yakan" kata Fariel.
"Hehehehee, ini" kata Ervi, sambil menunjukkan fotoku yang sudah masuk kedalam story nya lagi di media sosialnya dengan kata-kata I Love U Mamasku Tersayang dan paling baik.
"Ih teganya, tanpa minta izin dulu, kan mas malu lihat rambut mas yang seperti itu" kata Fariel
"Hehehe, maaf ya mas ku sayang" kata Ervi.
"Mas lapar nih, makan yuk disana aja, haus juga nih pengen minum jus".
"Ya udah ayok".
"Bentar mas pakai jaket lagi dulu" kata Fariel.
"Iya mamas" kata Ervi.
"audah nih ayok" kata Fariel.
"Lets go" kata Ervi, dengan semangat.
Dan kami pun berjalan menuju tempat makan atau kafe.
Setelah sampai kami bingung karena tempatnya sudah penuh semua dan tiba ada yang memanggil.
"Disini aja bang, kak, gak papa kok, tempat yang lain dah penuh, ini boleh digunakan juga jika sudah penuh" kata P.
Dan kami pun berjalan menuju sofa yang dimaksud.
"Jus alpokat dan bakso" kata Fariel.
"Aku juga ya mba jus alpokat dan baksonya" kata Ervi.
"Oke, ditunggu ya sebenta, permisi" kata P.
Setelah beberapa menit pun minuman dan makanannya datang.
"Ini bang, dak kak, jus dan baksonya, kalau gitu saya permisi, kalau ada yang kurang nanti panggil aja ya" kata P.
"Baik mba" kata Ervi.
Dan kamipun menikmati jusnya dan bakso.
Lalu ervi meminta sesuatu padaku.
"Mas fotoin dong" kata Ervi.
"Ihhh sok narsis, sedikit-dikit foto" kata Fariel.
"Kan fotonya pakai HP mas" kata Ervi.
"Loh kok paki HP mas sih, kan ade punya HP juga" kata Fariel.
"Cepetan dong mas" kata Ervi.
"Iya bentar ya, adekku yang manja" kata Fariel.
lalu aku mengambil HP di saku jaket kulit dan lalu memotonya beberapa dengan gaya yang berbeda.
"Dah nih mas foto, banyak banget nih" kata Fariel.
"Coba lihat mas" kata Ervi.
"Nih" kata Fariel, sambil menyerahkan HP ku.
Ervi senyum-senyum sendiri yang menatap HP ku.
"Kenapa senyum-senyum, pasti lagi berbuat sesuatu" kata Fariel.
"Ada deh, nanti mas juga tau" kata Ervi.
"Mana HP mas, mas mau lihat, apa yang adek lakukan sama hpku" kata Fariel.
"Nih" kata Ervi, sambil tersenyum.
Lalu aku membuka beberapa galeri tak ada yang berubah lalu aku membuka sosial media ku dan kulihat beberapa foto Ervi.
Dengan kata-kata adekku tersayang.
Adekku tersayang, yang imut, gemes, lucu, dan cantik pastinya.
Aku yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala, dan Ervi lalu tersenyum dengan mengangkat tangannya dengan dua jari berbentuk V.
"Ayok makan dulu baksonya, katanya lapar tadi" kata Fariel.
"Iya, masku, ayok" kata Ervi.
Dan kamipun menikmati baksonya dan setelah beberapa menit selesai juga.
"Alhamdulillah, habis ini mau kemana lagi" kata Fariel.
"bmBeli baju dulu aja, aku pengen beli baju buat mas" kata Ervi.
"Gak usah, baju mas dah banyak banget di lemari, belum lagi yang punya mas sendiri, pasti kalau disatukan gak bakal muat lagi lemarinya" kata Fariel.
"Cuman beli satu atau dua aja kok, kan mas belum punya kaos yang dari adek langsung".
"Mau ya ya" Ervi.
"Iya, tapi itu dihabiskan dulu jusnya, baru belanja" kata Fariel.
"Iya masku" langsung menghabiskan jusnya
"Yuk mas buruan" kata Ervi.
"Iya, bentar kuhabiskan dulu ini, dosa kalau gak dihabiskan" kata Fariel.
"Ya udah kalau gitu adek bayar dulu ya, mas habisin dulu jusnya" kata Ervi.
Aku hanya ngangguk, dan Ervi pun pergi.
"Sudah mas" kata Ervi, seteleh membayar semuanya.
"Sudah, ayok" kata Fariel.
Dan kamipun berjalan kearah mobil yang tadi kami tinggalkan di depan salon, dan langsung menuju tempat yang Ervi mau.
Setelah sampai ditempat dan berada didalam
"Ayok mas, pilih yang mas suka, nanti Ervi yang bayarin" kata Ervi.
__ADS_1
"Gak ah, mas gak mau beli, mas gak suka baju yang mahal-mahal, mas sukanya yang biasa-biasa aja" kata Fariel
"Ya udah kalau gitu kesana aja, kayaknya disana lumayan deh" kata Ervi.
"Ya udah ayok" kata Fariel.
Lalu kami berjalan menuju kaos-kaos yang sedikit dengan harga murah dengan ditarik-tarik tangannya oleh Ervi.
"Mas yakin mau yang disini, ini kan sudah kurang bagus, apalagi banyak yang sudah kusut" kata Ervi.
"Gak papa, yang penting sesuai dengan isi dompet mas, dan ini juga baru-baru semua, hanya mungkin kurang laku aja" kata Fariel.
"Kan adek yang bayar, jadi beli disana aja ya" kata Ervi.
"Kalau adek yang bayar, mas hanya mau beli disini, dan adek yang pilih bebas buat mas tapi harus yang ada disini" kata Fariel.
"Oke deh, adek pilihin sebentar ya mas" kata Ervi.
Dan setelah beberapa menit memilih-milih, akirnya Ervi membawa beberapa barang pilihannya.
"Nih buat mas, langsung dipakai, kaos yang itu dilepas dan jaketnya juga, pakai yang ini" kata Ervi, sambil menyerahkan kaos.
"Adek juga mau ganti dulu, mau nyobain yang ini".
"Oke deh, tapi kenapa harus warna ini sih dek" kata Fariel.
"Kan terserah adek mas bilang, jadi harus mau, gak boleh nolak" kata Ervi.
"Oke deh mas pakai" kata Fariel.
Lalu kami pun berjalan menuju ruangan untuk mencoba baju, dan setelah selesai memakainya lalu aku keluar, dan menunggu Ervi yang sedang berganti juga.
"Gimana nih mas, bagus gak" kata Ervi, sambil bergaya.
"Wahhh, bagus banget, mas jadi terpana melihatnya, jadi makin cantik aja nih adek mas" kata Fariel.
"Ah masa iya, jadi malu".
"tmTapi adek mau pakai yang satu lagi aja, ini buat dipakai dirumah aja nanti" kata Ervi.
"Iya boleh, adek pakai apa aja tetap cantik dan gemes pokoknya" kata Fariel.
"Ahhh mas bisa aja, adek malu tau kalau mas puji-puji adek terus" kata Ervi.
"Adek masuk lagi ya".
"Iya, sana ganti lagi" kata Fariel.
Dan Ervi pun kini telah selesai ganti lagi dengan baju yang baru.
"Mas sini" kata Ervi, ajaknya.
Saat aku lagi melihat-lihat kearah lain.
"Apaan" kata Fariel.
"Sini sebentar, ini coba pakai ini" kata Frvi.
"Iya" kata Fariel.
"Mas bajunya keren kan pilihan adek" kata Ervi.
"Lumayan sih, hanya ada tulisannya aja yang mas kurang sreg" kata Fariel.
"Tapi kan keren loh mas" kata Ervi.
"Coba pakai ini juga" yang memberikan kacamata.
Lalu aku memakainya.
"Mas berdiri disana, cepetan adek mau foto mas, mau aku kasih ke mami fotonya" kata Ervi.
Dan aku hanya menurut, lalu berdiri diarah yang dimaksud.
"Gayanya ganti-ganti, ok mas" kata Ervi.
Aku hanya mengacungkan jempol sebagai tanda persetujuannya.
Lalu ervi beberapa kali memotret ku dengan berbagai macam gaya.
Tak lupa dengan mengunggah foto di sosial media nya.
Degan kata, awas jangan macem-macem ini punyaku.
"Sudah mas, ayuk kita lanjut ke taman langsung sebentar aja kok" kata Ervi.
"Ya ayok, ini dibayar dulu" kata Fariel, sambil membawa kaos dan jaket.
"Udah dibayar dong masku sayang tadi" kata Ervi.
Dan kami pun berjalan keluar menuju mobil untuk melanjutkan perjalanannya ke taman.
"Mas capek gak nemenin adek jalan-jalan" kata Ervi.
"Gak kok, santai aja adekku sayang" kata Fariel.
"Emang udah gak sakit ya buat berjalan" kata Ervi.
"Hanya sedikit aja kok, tenang aja, gak usah khawatir sama mas ya" kata Fariel.
"Oke deh, berarti ini lanjut ke taman ya, kalau mas capek biar pulang aja kita, jalan-jalan nya bisa besok-besok lagi" kata Ervi.
"Udah, lanjut aja, selagi masih ada waktu" kata Fariel.
"Ya udah, kita ke taman sore ini" kata Ervi.
"Iya" kata Fariel.
dmDan kami pun berjalan dengan mengendarai mobil, dan sampai ditaman.
"Ayok mas turun, dah sampai" kata Ervi.
"Ayok" kata Fariel.
Dan kami pun turun, lalu keliling dengan berjalan kaki di taman dan ditarik tanganku lalu duduk dirumputan.
"Duduk disini aja ya mas" kata Ervi.
"Iya adek" kata Fariel.
Lalu Ervi duduk dengan tersenyum.
Akupun tersenyum melihatnya yang kini telah ceria dengan mengembangkan senyum di bi***nya.
"Adek mas kayaknya bahagia bener hari ini" kata Fariel.
"Iya dong, kan jalan-jalan nya ditemanin sama mamasku yang baik hati" kata Ervi.
"Iya adekku, mas kan ingin membahagiakan adekku ini, biar mukanya selalu ceria dan awet muda karena banyak senyum" kata Fariel.
"Makasih mamasku sayang" kata Ervi.
"Mas foto dong".
"Iya sini mas fotoin" kata Fariel.
"Pakai HP mas lagi aja" kata Ervi.
"Ya udah, mau pose yang gimana, biar mas fotokan" kata Fariel.
"Oke, tapi nanti foto berdua ya" kata Ervi.
"Iya" kata Fariel.
Dan akupun langsung memotret beberapa.
"dmDah mas itu aja, coba adek mau lihat" kata Ervi.
Dan aku langsung menyerah kan hpku padanya.
Lalu Ervi kembali mengunggah foto nya lewat hpku di sosial media ku.
Senyummu juga senyumku..
Bahagiamu juga bahagiaku.
Dan tak lupa juga mengirinya ke HP Ervi.
"Sudah nih, sekarang ayok foto berdua, buat dipajang dikamar adek" Ervi.
"Iya-iya adekku" kata Fariel.
Dan kamipun langsung berfoto berdua saling berhadapan.
Setelah berfoto kamipun langsung menuju mobil untuk pulang, sambil berjalan Ervi masih asik bermain HP dengan tersenyum bahagia karena mengunggah salah satu fotonya dengan #besama orang yang tersayang.
Maaf untuk foto berduanya belum bisa kami berikan, kemungkinan akan menyusul di episode yang lain.
"Jangan mainan HP mulu, lihat ke jalan, ntar jatoh adek" kata Fariel.
"Iya" Ervi, lalu langsung menggandeng tangan ku dan berjalan kearah mobil.
"Makasih untuk hari ini" kata Ervi.
"Iya, apa sih yang gak buat adek mas ini" kata Fariel.
"Yuk balik, jalannya yang bener, sini hpnya" kata Fariel.
"Nih" kata Ervi.
Dan kami sampai dimobil.
"Lepasin dong tangannya, masa mau pegangin terus tangan masnya" kata Fariel.
"Hehehehe, iya maaf" kata Ervi, lalu melepaskan genggaman tangannya.
__ADS_1
Dan kamipun masuk kedalam mobil dan pulang kerumah.