
BRUAAAAAKKK suara mobil yang saling hantam.
Beberapa orang yang lewat langsung mengelilingi mobil yang saling hantam, dan beberapa polisi yang baru datang dan ambulan juga. Mereka ikut membantu mengangkatnya keambulan untuk dibawa ke rumah sakit.
Sampai dirumah sakit mereka dimasukan keruang UGD dan hanya orang tua saja yang tidak masuk ke UGD karena hanya seorang anak kecil yang lumayan parah karena terjepit.
Setelah beberapa jam Mami dan Papi baru sadar karena mereka hanya luka ringan tidak seperti anaknya yang masuk ke UGD karena terjepit yang tadi sebelum kecelakaan dia sedang ketawa dipangkuan Mami nya.
"Galang mana, dia gak papa kan Kak"kata Mami, tanyanya pada anak perempuan di sebelah nya
"Mami yang sabar ya, Galang baik-baik saja kok, dia di ruang UGD Mi" ucap anaknya sambil menangis.
"Galang anak Mami, maafkan Mami" kata Mami, sambil menangis.
"Udah dong Mami jangan nangis, Galang pasti baik-baik saja, dia kan anak yang kuat, lebih baik kita Do'akan anak kita supaya tidak apa-apa" kata Papi, yang masih berbaring dikasur sebelah Mami.
Dokter masuk kedalam ruangan Mami dan Papi.
"Gimana Dok anak saya" kata Papi.
Dokter mengambil nafas dalam-dalam.
__ADS_1
"Maafkan kami Bu, Pak, anak laki-laki kecil itu tidak bisa kami tolong karena luka di kepalanya cukup serius dan beberapa tulangnya patah karena terhimpit, hingga membuatnya tidak bisa tertolong" ucap sang Dokter.
Setelah mendengar jawaban dokter tangis mereka berempat pun pecah, terutama Mami yang membuat dirinya pingsan.
Papi langsung berusaha bangun untuk melihat putranya yang berbaring sudah tak bernyawa dibantu Putri tertua, sedang Putri kedua menemani Mami nya.
Setelah sampai diruangan putranya berbaring, Papi langsung menangis dan memeluk putranya.
"Galang bangun nak, jangan tinggalkan Papi sama Mami dan juga Kakak-kakakmu nak" mencoba menggoyangkan tubuhnya.
"Sudah Pi, jangan nangis terus, kasian galang kalau lihat Papi seperti ini, biar Galang tenang disana" ucap anak pertamanya.
"Galang, maaf kan Papi yang kurang hati-hati" kata Papi, sambil menghapus air matanya.
"Nak itu semua bohong kan, dan Mami hanya mimpi" kata Mami, yang masih menangis.
"Mami yang sabar ya, itu semua benar Mi" kata anak kedua.
Mami kembali makin terisak tangisnya, lalu ingin berdiri.
"Bantu Mami berdiri nak, Mami ingin lihat Galang" kata Mami.
__ADS_1
Dan anaknya membantu Mami nya untuk berjalan menuju ruangan anaknya yang sudah tak bernyawa.
Sampai disana Mami menjatuhkan badannya ke lantai, seolah tak percaya putranya meninggalkannya.
Papi bangun dari duduknya lalu berjalan kearah istrinya.
"Mami yang ikhlas ya, Galang sudah tenang disana" kata Papi, sambil memeluk Mami yang masih terduduk di lantai.
"Mami ingin lihat Galang sebentar saja Pi" kata Mami.
Papi dan yang lainnya mencoba membantu Mami nya berdiri dan berjalan kearah ranjang anaknya.
"Galang, bangun ini Mami, jangan tinggalkan Mami" kata Mami, sambil memeluk putranya yang terbaring.
Pihak rumah sakit masuk kedalam ruangan.
"Apa bisa kita makamkan sekarang Pak" tanyanya pada Papi.
"Bawa kerumah, aku ingin memandikan putraku yang terakhir dan ikut mengafani lalu menyolatinya" kata Papi.
"Baik Pak, akan segera kami urus" ucapnya.
__ADS_1
Mami langsung dibawa keluar oleh anak-anaknya, dan pulang dengan mereka, karena Papi akan mengurus anaknya dan pulang ikut dengan mobil ambulan khusus jenazah.
Sampai dirumah keadaan sudah ramai oleh para warga yang layat.