
Tiba-tiba ada panggilan.
"Permisi Den, suruh Mami Aden ikut makan bareng" kata Sumi.
"Mereka dah nungguin Aden didalam, di ruang makan."
"Oh iya Bi, makasih" kata Fariel.
"Tolong Bi bawakan gelas sama piringnya ya Bi."
"Iya Den" kata Sumi.
"Laptop sama berkasnya juga bawakan Bi, letakkan aja nanti di ruang nonton atau dikamar atas punyaku" kata Fariel.
"Maaf ya Bi jadi repotin."
"Iya Den enggak papa, dah seharusnya Bibi bantu Aden, kan tugas Bibi disini buat bantu-bantu" kata Sumi.
"Sekali lagi terimakasih kasih Bi" kata Fariel.
"Iya Den sama-sama" kata Sumi.
"Apa Sanisnya tidur ya Den."
"Iya Bi, lagi ngimpi kayaknya nih, meluk pangeran" kata Fariel.
"Kalau enggak meluk pohon mangga."
"Hahaha, iya Den" kata Sumi.
"Duluan Ya Bi" kata Fariel.
"Iya Den" kata Sumi.
Langsung meninggalkan Bi Sumi menuju kedalam keruang makan untuk makan siang bersama sambil menggendongnya.
Sampai didalam sudah kumpul semua, termasuk juga Ervi yang juga ikutan gabung untuk makan siang.
"Itu kenapa" kata Papi.
"Iya, kenapa itu, kamu apain" kata Bapak.
"Lagi gini Pi, Pak" kata Ervi, yang mengusap perutnya berbentuk bulat.
"Ohh gitu" kata Papi, Bapak.
"Bakal dapat cucu baru lagi dong Bapak nih" kata Bapak.
"Iya, bakalan rame ini rumah nih nanti" kata Papi.
"Berarti seharian ini kamu bakalan sibuk ngurus Anak juga istrimu yang lagi isi" kata Bapak.
"Kan ada kita Pak" kata Mama.
"Kalau masalah Rama kita bisa bantu sedikit."
__ADS_1
"Kalau masalah dia kan beda, kaya enggak tau aja kalau orang lagi isi permintaannya seperti apa."
"Ngidamnya pasti bakal banyak dan aneh-aneh."
"Berarti top cer dong" kata Mami.
"Padahal baru semalam, tapi dah jadi langsung."
"Iya, berarti mantap, langsung jadi tanpa proses lama" kata Mama.
"Ada anak kecil, jangan bahas seperti itu" kata Bapak.
"Lihat tuh, Aya bingung."
"Hehehehe, maklum Pak, kalau Ibu-ibu dah ngumpul ya gini lah jadinya" kata Ervi.
"Ayah" kata Aya.
"Iya, apa anak Ayah" kata Fariel.
"Ndong" kata Aya.
"Sama Mama tua aja sini" kata Mama.
"Ayah lagi gendong Mama dulu."
"Atau sama Bunda sini, nanti main lagi lihat Dede" kata Ervi.
"Yah" kata Aya.
"Duh beratnya" yang mengangkat Aya.
"Mama akal" kata Aya, sambil memukul.
"Enggak boleh gitu dong sama Mama" kata Fariel.
"Ni Ayahku, Mama ga leh" kata Aya.
"Iya, ini Ayah Aya, Mama hanya pinjem sebentar" kata Fariel.
"Sini sama Papi sini, nanti main boneka lagi sini" kata Papi.
"Mama lagi sakit, kasian kalau dipukul gitu, nanti malah tambah sakit Mamanya" kata Ervi.
"Sama Bunda aja sini kalau enggak."
"Wekkk ini punyak wekkk" kata Fida, yang mengejek Aya.
"Enggak, gak leh" kata Aya, sambil memukuli.
"Jangan gitu dong, kasian Mama" kata Fariel.
"Heeeee eeeeeeee eeeeee" kata Fida, yang menangis.
"Tuh Mama jadi nangis tuh" kata Fariel.
__ADS_1
"Sana sama Bunda aja dulu sana atau sama Mama tua atau Mami tuh."
"Anak Ayah enggak boleh nakal, nanti kalau nakal enggak punya temen."
"Besok main sama Ayah, jalan-jalan."
"Yuk sini sama Bunda aja sini" kata Ervi.
"Nanti lihat Dedek lagi, mandi bereng sama Dedek lagi kaya tadi pagi, mau" yang langsung diangkat kepangkuan.
"Biarkan Mama sama Ayah dulu, Mama lagi sakit, kan kalau lagi sakit enggak boleh dinakalin, nanti malah tambah sakit, kalau nanti tambah sakit malah Ayah enggak bisa main lagi sama Kakak."
"Wekkk" kata Fida, malah mengejek dengan menjulurkan lidahnya.
"Jangan gitu dong Ma" kata Fariel.
"Nanti kalau Aya nangis kan kamu juga yang rugi jadi enggak bisa meluk aku lagi."
"Anak sama Mamanya sama aja, saling berebut nih" kata Mami.
"Kok Mami enggak ada yang rebutin sih ya."
"Dah tua, bukan waktunya lagi" kata Papi.
"Papi mah enggak ada sayang-sayangnya" kata Mami.
"Engak bisa manjain dikit aja."
"Hahahaha, Mami harus malu kalau mau seperti kita" kata Ervi.
"Dah tua juga, malu Mi sama cucu."
"Tuh dengarin" kata Papi.
"Malu sama cucu, kalau mau nanti dikamar aja atau ditempat lain, jangan disini, nanti malah ada yang motokopi cara kita."
"Lah, sok" kata Ervi.
"Cara jemen ke Pi."
"Justru cara jaman itulah yang berbeda" kata Bapak.
"Anak sekarang mana ngerti cara kami para orang tua."
"Enggak perlu bunga enggak perlu perhiasan, cukup lakukan saja."
"Apanya Pak" kata Fariel dan Ervi.
"Hemmm pakai sok kompak segala" kata Bapak.
"Harus dong" kata Fariel dan Ervi.
"Hahahahaha."
"Banyak pokoknya" kata Papi.
__ADS_1
Maaf selama seminggu ini akan jarang update, ada urusan keluarga, maklum menjelang lebaran, jadi banyak kesibukan.