
Setelah selesai melaksanakan Shalat.
"Mau tidur apa mau kemana" kata Fariel.
"Apa mau buat minuman dingin seperti yang tadi diminta."
"Gendong ya" kata Fida.
"Kok gendong lagi" kata Fariel.
"Ya udah kalau enggak mau" kata Fida, lalu cemberut dan merbahkan badannya.
"Ya udah ayok Sami gendong" kata Fariel.
"Tapi itu dilepas dulu dong, masa mau pakai kaya gitu terus."
"Sami juga ganti dulu ya sebentar."
"Iya" kata Fida.
"Kok jawabannya singkat banget, enggak ikhlas pa kekmana nih" kata Fariel.
"Biarin" kata Fida.
"Ya dah ganti dulu ya Sami" kata Fariel.
"Kamu juga ganti, pakai jilbabmu."
"Dibawah kan ada yang lain, kalau dikamar bebas, mau pakai atau enggak itu bebas, mau polosan juga boleh."
"Dasar maunya itu doang" kata Fida.
"Lah emang apaan" kata Fariel.
"Tapi kalau mau ya enggak papa, asal hanya ada kita berdua aja."
"Iya enggak."
"Enggak" kata Fida.
"Pakai kaos lengan panjang juga ya" kata Fariel.
"Mau Sami ambilin sama sekalian Sami gantikan."
"Enggak mau, nanti malah bukan ganti baju malah jadi mandi" kata Fida.
"Mau gini aja "
"Enggak boleh gitu dong" kata Fariel.
"Jangan lengan pendek."
"Celananya juga ganti, itu kurang panjang, atau mau pakai punya Sami yang panjang."
"Enggak" kata Fida.
"Males kalau ganti yang panjang, apalagi pakai punya Sami, kepanjangan."
"Maunya gini aja titik."
"Sama ikatin rambutnya."
"Tapi kan" kata Fariel.
"Enggak mau" kata Fida.
"Iya deh iya" kata Fariel.
__ADS_1
"Daripada urusannya makin panjang dan malah nanti bisa ngambek, kan bisa bahaya" dalam hati yang mencoba mengalah.
"Ikatin rambutnya" kata Fida.
"Rambut siapa" kata Fariel.
"Rambutku" kata Fida.
"Kirain rambut Sami yang diikatin" kata Fariel.
"Punyaku dulu ikatin sama dikepang berbentuk love diatas" kata Fida.
"Ih kaya anak kecil dong, masa kaya Aya aja minta ikat rambutnya seperti itu" kata Fariel.
"Pakai bandu aja ya."
"Pakai punya Sami aja nih, kan Sami punya bandu."
"Ikatin dulu Mi, ikatin" kata Fida.
"Iya, bentar, ganti celana dulu, masa mau kek gini, bahaya nanti" kata Fariel.
"Jangan lama, dah lapar lagi sama haus" kata Fida.
"Iya" kata Fariel.
Langsung dengan sedikit cepat kupakai celana panjang dan kaos lengan pendek.
"Buruan" kata Fida.
"Iya" kata Fariel.
"Ini juga baru selesai "
"Sini kubantu lepasin rukunya" langsung kulepasin dan kulipat lalu meletakkan disampingnya.
"Mana pengikatnya" kata Fariel.
"Enggak tau" kata Fida.
"Ya dah kalau gitu pakai yang punya Sami aja ya" kata Fariel.
"Iya" kata Fida.
Langsung kuambil pengikat rambut milikku yang biasa kupakai untuk mengikat.
"Sini kui ikat" kata Fariel.
"Biasa ja ya ikatnya ya."
Hanya anggukan saja.
"Mau pakai bandu apa kekgini aja" kata Fariel.
"Kekgini aja" kata Fida.
"Cepetan gendong kebewah, dah lapar lagi sama haus, minta es kelapa sama buah."
"Iya ayok kita kebawah" kata Fariel.
"Gendong belakang aja ya."
"Iya" kata Fida.
"Yaudah buruan bediri dong" kata Fariel.
"Enggak mau, Sami yang jongkok" kata Fida.
__ADS_1
Langsung mengikuti kemauannya dan menggendongnya.
"Duh manja banget sih, mana berat lagi" kata Fariel.
"Biarin" kata Fida.
"Ini masih kurang berat, mau nambah berat lagi nanti maunya "
"Eleh eleh manjanya anak Mami ini" kata Mami.
"Dah besar kok masih minta gendong seharian ini."
"Kasian loh kalau harus gendong kamu mulu seharian, nanti kecapean."
"Biarin" kata Fida.
"Enggak papa kok Mi" kata Fariel.
"Selagi masih bisa, dan masih sehat."
"Itu dah dapat apa yang kamu minta tadi" kata Mami.
"Ada dibelakang didapur, tadi Mami minta sama Bibi untuk dibuatkan."
"Makasih ya Mi, dah repotin Mami" kata Fariel.
"Enggak kok, justru yang repot itu kamu harus momong bayi besar" kata Mami.
"Mi buruan" kata Fida.
"Dah sana kebelakang langsung" kata Mami.
"Kasian tuh dah enggak sabar."
"Iya Mi, saya kebelakang ya" kata Fariel.
"Iya sana, nanti Mami kesana, sekarang Mami mau keatas dulu" kata Mami.
"Iya Mi" kata Fariel.
"Buruan Mi" kata Fida.
"Sabar dong" kata Fariel.
"Enggak bakalan mereka habiskan juga kok."
"Kan yang minta juga kamu, nanti kalau habis biar Sami sendiri yang nyari."
"Mau sate sapi hari ini juga" kata Fida.
"Lapar."
"Hah" kata Fariel.
"Buruan kebelakang" kata Fida.
"Pokoknya harus ada, sambil minum buah sambil makan sate sapi, titik."
"Dimana yang ada, Sami kan enggak tau" kata Fariel.
"Minta Bibi, kan tau" kata Fida.
"Iya nanti Sami berangkat sama Bibi nyari ya" kata Fariel.
"Enggak boleh, Sami hanya boleh nemenin aku aja disini nanti" kata Fida.
"Iya deh iya" kata Fariel.
__ADS_1
Sampai dibelakang.