
Setelah selesai mandi tak lupa langsung kuambil air wudhu untuk segera melakukan kewajiban ku yang tertunda karena harus menemani Aya yang meminta ini itu.
Aku keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, karena langsung kukenakan didalam, karena tak mungkin aku keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana boxer atau celana pendek.
"Ayah" kata Aya, dengan merentang kan tangannya.
"Iya, apa Aya" kata Fariel.
"Aya sama Mama aja disitu makan jajannya ya, Om mau Shalat dulu."
Langsung ku bersiap untuk melaksanakan kewajibanku.
"Ayah" kata Aya.
"Iya nanti ya" kata Fida.
"Mau Shalat dulu, nanti ikut lagi ya."
"Sekarang makan dulu ini rotinya."
"Ayah" kata Aya, sambil menunjuk kearahku dan dengan mulut mengerucut.
"Iya nanti ya" kata Fida.
"Sama Mama aja disini."
"Jangan ganggu Ayah yang lagi Shalat ya."
"Nanti kalau diganggu ma Aya, Ayah gak mau lagi sama Aya, karena Aya nakal."
"Dah ini dimakan lagi aja rotinya sama dimimi susunya."
"Nanti kalau gak dimakan ma Aya, Ayah gak mau beliin jajan lagi."
"Jadi ini dimakan lagi ini rotinya, apa mau makan sosisnya."
"Maem sosis ini."
Aya tanpa menjawab langsung meraih sosis ditangan Mamanya.
"Dibuka dulu sini sosisnya" kata Fida.
"Sini Mama bukain."
Langsung dibuka dengan menggunakan gunting dan lalu.
"Nih sosisnya" yang memeberikan pada Aya.
"Duh pintar anak Mama ini."
"Maem sosisnya."
Aya langsung memasukkan sosisnya kedalam mulut.
"Duh pinternya anak Mama" kata Fida.
"Maemnya diabisin, nanti kalau kurang Mama bukain lagi sosisnya."
"Nih masih banyak nih sosisnya nih."
"Duh pintarnya anak Mama ini" sambil mengelus kepalanya.
"Lagi sosisnya ini."
"Ayah" kata Aya.
"Ayah lagi shalat" kata Fida.
"Nanti kalau dah besar Aya juga harus shalat kaya itu."
"Apa Aya, hemmm" kata Fariel.
__ADS_1
"Dimakan itu rotinya ya."
"Aaa aaa a Yah" kata Aya.
"Iya bentar ya, letakin ini dulu bentar ya" kata Fariel, yang meletakkan sajadah dan peci.
"Bentar ya, sisiran dulu."
"Aaa aaa Ayah" kata Aya.
"Iya bentar dong anak Mama" kata Fida, sambil menahan Aya yang ingin turun.
Yang langsung loncat kekasur.
"Apa hemmm" kata Fariel.
"Bobo ah."
Aya langsung merangkak kearahku.
"Ayah aem" kata Aya.
"Sini aa" kata Fariel, yang membuka mulutku.
"Makasih."
"Duh kasur Ayah kotor dong nih sma Aya nih" kata Fida.
"Aya maemanya disini aja biar gak kemana-mana jatuhnya sisa makanan Aya."
"Ga au, ma Ayah" kata Ayah.
"Ini Mama bersihin ini, maem rotinya udah ini" kata Fida.
"Biar Mama singkirin ini."
Langsung menyingkirkan makanan Aya.
"Ayah" kata Aya.
"Tuh kan kotor kasur Ayah nih sama Aya" kata Fida.
"Aem" kata Aya, yang menyodorkan ke Mamanya.
"Ya aa" kata Fida.
"Makasih anak Mama yang cantik."
"Sini bobo sini" kata Fariel.
"Mama" kata Aya.
"Iya Mama juga bobo disini" kata Fariel.
"Mama gak ngantuk, Aya aja yang bobo sama Ayah ya" kata Fida.
"Mama mau beres-beres kamar."
"Udah sini aja napa, biar Aya tidur dulu, mungkin Aya lagi pengen ditemani Mamanya juga disini" kata Fariel.
"Alnya aku harus balik nanti, gak tidur disini."
"Kalau Aya gak tidur-tidur aku gak bisa balik."
"Besok juga aku harus pulang ke desa sekitar tiga hari, mau ngasih uang bayaran orang kerja bagusin rumah."
"Iya Uda, tapi apa gak papa ini" kata Fida.
"Nanti kalau Mami melihat dan adek juga gimana, apa gak bakal marah."
"Udah demi Aya anak Nyai jangan pikirkan yang lain" kata Fariel.
__ADS_1
"Mereka pasti bisa ngerti, tapi Aya gak bisa mengerti."
"Ayah, Mama" kata Aya.
"Iya sayang, Mama disini nih" kata Fida.
"Mama juga mau bobo nih."
"Aya bobo juga dong."
"Aya bobo, biar Om peluk ya" kata Fariel.
"Mama juga peluk Aya."
"Aya segera bobo ya."
"Matanya merem dong."
"Aya bobo, oh Aya bobo kalau gak bobo digigit nyamuk" kata Fariel dan Fida, berulang-ulang
Aya mulai menguap dan menutup matanya.
"Biarkan terlelap dulu, jangan ditinggal, kaya mau kemana aja" kata Fariel.
"Kapan lagi bisa tiduran ada cogan yang ikutan nemenin dan dipandangi."
"Iih Uda mah ngejek nyai yang mentang-mentang singgle nih" kata Fida.
"Uda nyai gebet baru tau."
"Berani macem-macem dan ngejek, awas ucapan dan doa singgle yang tersakiti bisa terwujudkan."
"Emang apaan doanya" kata Fariel.
"Biar uda gak bisa ngejek maka doanya Uda yang bakal jadi suami nyai buat Ayah sugguhan anakku" kata Fida.
"Hati-hati dengan do'a ku."
"Hihihi lucu" kata Fariel.
"Oke kuterima, biar duanya langsung."
"Ibarat beli satu gratis satu, eh dapat bonus diskon satu lagi, ya gak."
"Ih dasar, mau nyikat semuanya" kata Fida.
"Tapi gak papa lah kalau jadi yang kedua."
"Becandamu keren" kata Fariel.
"Dah ah, aku keluar aja ya, nyai disini aja."
"Iya sana" kata Fida.
"Dada calon istri kedua" kata Fariel, yang bangun dari kasur.
"Ih dasar" kata Fida.
"Dada suamiku yang kedua juga."
"Pas kan, sama kan."
"Dah ah, disini kelamaan makin kemana-mana bicaranya" kata Fariel.
"Makin ngelantur."
Dan aku langsung keluar dari kamarku.
"Sebenarnya ini bukan becanda tapi memang sebuah harapan dan keinginan ku" kata Fida, dalam hati.
"Apalagi sekarang Aya dah berani memanggil namamu dengan sebutan ayah."
__ADS_1
"Harapan yang pernah ingin kulupakan kini muncul kembali dan makin besar."