
Setelah selesai dengan Shalat Isya nya akupun langsung turun kebawah ke meja makan untuk makan malam bersama. Sebelum turun akupun mencoba mengecek kamar kakak Fida apa sudah turun untuk makan atau masih berada dikamar.
Kucoba mengetuk pintu kamarnya dan mengucapkan salam tapi tak ada sautan atau jawaban dari dalam, akupun langsung turun kebawah, yang mungkin sudah berada dibawah menungguku untuk makan malam bersama.
"Assalamu'alaikum, maaf lama" kata Fariel.
"Waalaikumsalam" jawab mereka semua.
"Gak kok, ayok duduk dan langsung kita makan bareng" kata Mami.
Akupun langsung duduk ditengah diantara kakak dan adek sesuai dengan permintaan mereka terutama mami, yang katanya lebih pas kalau duduknya seperti itu.
"Apa kakak mau saya ambilkan makanannya" kata Fariel.
"Gak usah, kakak bisa sendiri kok dek, adek siapin buat adek aja" kata Fida.
"Iya kak" kata Fariel.
"Kalau adek mau diambilin mas" kata Ervi.
Sedangkan Papi dan Mami hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya udah sini mas ambilkan, mau yang mana" kata Fariel.
"Yang mana aja, bebas" kata Ervi, dengan tersenyum.
"Ya udah biar mas ambilkan semuanya, tapi harus habis ya" kata Fariel.
"Iya, tapi jangan banyak-banyak, ikan lelenya aja satu" kata Ervi.
"Oke ratu, pesanmu akan hamba lakukan" kata Fariel.
"Ihhh apaan sih mas" kata Ervi.
"Kan adek emang kaya ratu dirumah ini, yang harus dituruti kemauannya" kata Fida, yang sudah mau kembali bersuara.
"Udah-udah, kita mau makan bukan mau dengarin kalian debat" kata Mami.
"Nak fariel jangan terlalu sering manjain adeknya, dia punya tangan sendiri, cukup sekali aja sehari diladenin makanannya, lebih baik kamu siapin buat makan kamu aja".
"Iya Mi, ini sebagai rasa sayang ku buat adek dan kakak kok Mi, selagi masih bisa manjain mereka" kata Fariel.
"Iya, tapi kamu harus jangan terlalu sering ya" kata Mami.
"Baik Mi" kata Fariel.
"Nih, harus habis, kalau gak habis mas gak mau lagi".
"Ini mah kebanyakan mas" kata Ervi, dengan cemberut.
"Kan biar makin besar, gak manja mulu sama papi dan mami lagi" kata Fariel.
"Cocok tuh dek" kata Fida.
__ADS_1
"Mami setuju" kata Mami.
"Papi sih yes" kata Papi.
"Kayak lagi nilai di acara aja, pakai yes segala" kata Fida.
"Ini gak ada yang no gitu".
Membuat yang lain ketawa, sedangkan Ervi malah memajukan mulutnya.
"Yuk kita mulai makannya" kata Papi.
"Iya ayok" kata Fida.
"Nak pimpin doa ya" kata Papi.
Akupun langsung mengangguk dan membacakan doa sebelum makan.
Kemudian makan pun selesai dan diakhiri dengan Alhamdulillah dan juga doa sesudah makan.
"Ini nak Fariel yang beli ini semua" kata Mami, yang menunjuk pada piring berisi martabak.
"Iya Mi, tadi adek minta, karena lagi ada diskon ya aku beli banyak tadi, buat yang didepan juga yang main catur" kata Fariel.
"Oh ya kak, mangga mudanya juga tadi dah ku kasihkan ke bibi dibelakang biar dicuci".
"Makasih adek kakak yang baik, dah mau muter-muter nyari pesanan kakak" kata Fida.
"Iya kak" kata Fariel.
"Emang di papua ada mangga muda ya mas" kata Ervi.
"Ada kayaknya, mas gak tau, mas kan belum pernah kesana hanya untuk beli mangga muda" kata Fariel.
"Ihh, berarti nanti kalau aku lagi ngidam mas harus nyarinya dipapua" kata Ervi.
"Suami adek lah suruh nyari, kenapa masnya suruh nyari, ini tuh adek kakak bukan pesuruh" kata Fida.
"Hahaha, gak gitu juga dong dek, nyari disini pun kan ada walaupun susah, kenapa harus disana juga, gak kasian sama masmu apa" kata Mami.
"Nak Fariel bener-bener anak yang baik, mau nyari mangga muda buat kakaknya sampai keliling, pasti susah dapatnya ya nak" kata Papi.
"Lumayan Pi, harus tanya-tanya dulu sama tadi juga ada yang bantuin nyari yang ada mangga muda" kata Fariel.
"Yuk kita cicipin martabaknya, ngobrol nya nanti lagi, Mami dah gak tahan lihatnya, pengen mami lahap ni martabak yang ada di meja" kata Mami.
"Mas sih tadi ngasih nasi sama sayurnya kebanyakan, adek kan gak bisa nyicipin satu-satu" kata Ervi.
"Kan bisa makan nanti kalau dan longgar tuh perut untuk diisi lagi" kata Fida.
"Emang perut adek gilingan kopi apa, kalau diisi langsung longgar tuh tempatnya" kata Ervi.
"Ini tuh perut kak".
"Ooh, kirain" kata Fida.
__ADS_1
"Ini mau makan gak, kalau gak Mami abisin sama Papi nih" kata Mami.
"Akupun kan mau Mi" kata Fida.
"Yaudah ayok dimakan, jangan malah pada ngoceh aja kaya burung kutilang" kata Mami.
"Iya, ayok kak, dimakan" kata Fariel.
"Adek mau mas suapin makannya, biar mulutnya gak manyun mulu itu".
"Gak usah" kata Ervi.
"Lah ngambek" kata Fida.
"Iya deh mas minta maaf, kalau gitu mas siapin buat adek makan nanti malam sambil nonton drakor kesukaan adek, biar nanti kalau habis nangis karena drakor, bisa makan martabak, kan perutnya jadi lapar karena terkuras sama tangisnya" kata Fariel.
"Gak gitu juga kali mas" kata Ervi.
"Yaudah nanti mas temenin nangisnya, biar mas pun bisa makan martabak, mas pun kenyang nih, perut mas dah gak jauh beda sama perut papi yang macam udah dua bulan" kata Fariel.
Yang lain jadi ketawa karena ucapanku.
"Perut Papi sixpack ya" kata Papi.
"Tapi masih nyicil, jadi hanya onepack, ya kan Pi" kata Fida.
"Iya, tau aja kamu kak" kata Papi.
"Udah dong cemberut nya, makan aja dulu satu kalau gak, nanti kalau gak bisa jalan mas gendong" kata Fariel.
"Tapi pake gerobak pasir, alias Arco, ya kan dek" kata Fida.
"Kakak diem" kata Ervi.
"Upsss, marah dianya deh, Mama kan atut de, untimu kalau marah serem, bisa jurus powerangers nya keluar" kata Fida, yang sambil mengelus-elus perutnya.
"Aa-ada aja kamu kak" kata Fariel.
"Kira-kira jurusnya apa yang dipake kak".
"Kura-kura dalam tempurung yang lagi ngambek" kata Fida.
Membuat pecah ketawanya.
"Udah cup cup cup, anak mami jangan ngambek" kata Mami.
"Nanti kalau ngambek dan nangis nanti Mami kasi mimi cucu" kata Fida.
"Mas jahat" kata Ervi, yang langsung berdiri.
"Kalian nyebelin" langsung berjalan meninggal kan kami dimeja makan.
"Bentar ya Pi, Mi, Kak, mau susul dulu" kata Fariel.
"Iya sana" kata Papi
__ADS_1
Akupun langsung berjalan sedikit kencang.