
Notif pesan masuk di HP Papi, dan langsung membukanya dan langsung kaget.
"Dia ketemu, itu beneran anak kita" kata Papi, yang melihat foto dalam pesan WA.
"Cepet Pi kita langsung kesana, dimana dia berada" kata Mami.
"Bentar Papi tanyakan dulu" kata Papi.
"Hallo dimana kalian bawa, dirumah sakit mana" kata Papi.
"Dirumah sakit utama Pak."
"Itu anak laki-laki saya, tolong jagain dia, tunggu saya disana" kata Papi.
"Baik Pak, kami tunggu disini didepan bersama yang lain juga."
Lalu Papi mematikan HP nya dan baru melangkah sudah mendengar panggilan masuk lagi.
"Hallo Assalamu'alaikum, kami sudah menemukannya, dia berada dirumah sakit."
"Kalian disitu saja, saya juga sudah tau kalau dia disana dibawa sama pekerja saya yang disana" kata Papi.
"Waalaikumsalam" langsung mematikan HPnya.
"Ayo Pi, kita kesana langsung" kata Mami.
"Aku ikut Pi, Mi" kata Ervi.
"Aku juga Pi" kata Fida.
"Ayok buruan kita kesana secepetnya" kata Papi.
"Ayok Pak Ahmad dan ma Ahmad, kita langsung kerumah sakit" kata Mami.
Dan mereka langsung pergi menuju rumah sakit dengan perasaan sedikit lega karena sudah menemukannya.
Sampai dirumah sakit Mama tak henti-hentinya menangis sambil berjalan sedikit terburu-buru.
"Mama pelan-pelan aja jalannya, kami semua juga panik dan khawatir" kata Bapak, yang coba memegangi tangan Mama.
"Dimana anak saya berada" kata Papi, bertanya pada mereka.
"Mari kami antarkan Pak" yang langsung berjalan didepan sebagai petunjuk.
"Didalam Pak, ada yang jagain juga di dalam yaitu penjual mie yang saya maksud.
Mama langsung masuk kedalam dengan menangis lalu memeluk.
__ADS_1
"Nak ini Mama nak, nak jangan tinggalin Mama nak, Mama hanya punya kamu juga Bapak, Mama gak mau kehilangan kamu nak, bangun nak" kata Mama, dengan menangis.
"Nama yang tenang" kata Bapak, mencoba menenangkan Mama.
"Makasih sudah menjaga anak saya" kata Papi. ucapnya kepada kedua orang atau sepasang kekasih.
"Iya Pak sama-sama, kami hanya ingin berbuat baik saja, karena ini juga kewajiban kita bersama untuk saling menolong" kata Dimas.
"Kalau boleh tau kalian namanya siapa" kata Papi.
"Saya Dimas, ini istri saya namanya Lia" kata Dimas.
"Makasih atas semuanya, saya bener-berterima kasih pada kalian semua" kata Bapak.
"Iya Pak sama-sama" kata Dimas.
"Apa kalian mengenal anak saya" kata Papi
"Hanya sedikit" kata Lia.
"Dulu saya pernah dicemburui sama istrinya saat saya tersenyum saat mengantarkan pesanan mereka, dan sedikit juga untuk kenalan tapi hanya ingat nama Tia saja karena saya lupa nama dia."
"Karena sedikit susah, karena dipanggilnya dengan sebutan pangeran, jadi saya bingung, itu namanya atau bukan."
"Namanya Sielfa Akhmad Mufariel, dia masih lajang, yang di panggil dan dia sebut adalah seorang yang yang disayanginya yang gak tau menghilang kemana karena dijodohkan orang tuanya, karena menganggap anak saya ini hanya orang biasa yang bekerjanya hanya seorang kuli" kata Papi.
"Berarti mereka bukan sepasang suami-istri, tapi kok waktu itu dia bilang kalau dia itu istrinya bahkan sedang hamil" kata Lia.
"Emang yang saya tau kalau dia itu manja dengan anak saya yang seperti sepasang suami-istri dan mungkin kaya orang lagi hamil" kata Papi, yang mencoba untuk tidak membuat hal jelek dimata mereka nantinya.
"Hmmm iya juga sih, apa mungkin waktu itu dia lagi dapet ya karena memegangi perut, yang mungkin aku kira lagi hamil, abis mereka memang mesra banget, bikin yang lain iri melihatnya" kata Lia.
"Bisa jadi, kan orang kalau lagi dapet suka aneh-aneh, kadang manja nangis bersamaan, bahkan kaya orang hamil lagi ngidam, kaya kamu kalau lagi dapet" kata Dimas.
"Udah-udah, kalian malah bertengkar" kata Papi.
"Saya bener-bener makasih nih, dah bawa anak saya kesini dijagain, bahkan mungkin harusnya kalian ada dirumah tidur nyenyak jagain anak kalian mungkin."
"Anak kami dibawa Ibu saya, karena kangen dengan cucunya, jadi dibawa kerumahnya sama Ibu dan Bapak saya, jadi Bapak tenang saja, kami gak papa, justru kami senang bisa membantu hingga menemukan keluarganya" kata Dimas.
"Iya, Bapak santai aja, walaupun kami sudah menikah dah punya anak, tapi kami masih kaya anak muda yang lagi pacaran, pacaran halal maksudnya Pak, karena kami langsung nikah pas baru kenal satu mingguan" kata Lia.
"Bagus dong kalau gitu, gak berbuat dosa" kata Papi.
"Kalau anak saya mau, aku sangat senang, tapi gak semua orang memiliki sifat yang sama dan pemikiran yang sama, jadi kami selaku orang tua hanya bisa mendoakan dan memberikan nasihat baik pada anaknya supaya bergaul dengan pergaulan yang baik-baik."
"Rumah kalian dimana, biar nanti kami suruh salahsatu orang saya buat mengantar kalian."
__ADS_1
"Kami bawa kendaran kok pak, makasih atas niat baik mau mengantarkan kami" kata Dimas.
"Rumah kami dekat dengan bukit itu, tepat dibawahnya, didesa itu."
"Lumayan jauh kalau gitu ya, kalau gitu kalian menginap saja dihotel, kalian pulangnya besok pagi saja, ini sebagai ucapan makasih saya, jangan kalian tolak ya" kata Papi.
"Ini juga dah larut malam."
"Kalian mau kan."
"Vaiklah Pak kami mau, makasih dah ngasih kami tempat buat istirahat, padahal gak harus hotel juga, niatnya kami malah mau tidur disini jika belum ada keluarganya, makanya tadi kami bawa selimut dan juga beberapa makanan" kata Dimas.
"Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, melipatkan rejeki kalian" kata Papi.
"Amiin" ucap keduanya.
"Yuk kalau gitu kita ke hotel, biarkan ini disini saja, dan mungkin akan kami pindahkan keruangan yang lebih baik dan nyaman, karena kami sudah memintanya tadi untuk segera mengurusnya" kata Papi.
"Yuk, biar nanti sekalian makan, saya juga belum makan karena sibuk mencari dan memikirkannya yang tiba-tiba pergi tanpa alas kaki atau nyeker" kata Papi, yang sambil berjalan keluar ruangan.
"Sebenarnya dia habis terkena fitnah dan dilaporkan ke polisi karena Tia itu kabur dari rumahnya."
"Bahkan anak saya sampai menghancurkan barangnya."
"Ohhh, maklum lah Pak, kalau udah terikat dihati, susah untuk melepaskan nya" kata Lia.
"Dia juga kemarin bermimpi sebelum dia pergi dari rumah, kalau Tia itu ada di tebing dan meminta pertolongan darinya dengan melambaikan tangannya sebelum melompat dari tebing itu" kata Papi.
"Ohh, mungkin karena itu dia sampai teriak-teriak dengan mengatakan canis kamu dimana."
"Ya itu panggilan sayang mereka canis dan cami, yang artinya calon istri dan calon suami" kata Papi.
"Wah panggilan nya so sweet banget ya, pasti bakal susah untuk saling melepaskan cinta mereka" kata Lia.
"Ya seperti itulah kira-kira" kata Papi.
"Yok kita ke hotel aja langsung bersama yang lain juga" saat sudah didepan rumah sakit.
"Ayok kita ke hotel buat kalian istirahat, dan makan bersama karena aku yakin kalian pasti lapar juga seperti saya ini" ucapnya pada yang lainnya.
"Kami pulang aja deh Pak."
"Gak ada yang boleh pulang, ini dah malam, jadi istirahat dihotel malam ini, kapan lagi bisa tidur dihotel, ayok" kata Papi.
"Istri dan keluarga kalian pasti bisa ngerti, kalau gak ngerti nanti saya yang bilang padanya pada keluarga kalian, kalau malam ini kalian gak pulang kerumah, jadi selow aja."
Dan mereka pun berjalan meninggalkan rumah sakit menuju hotel, karena hotel berada tak jauh dari gedung rumah sakit, jadi hanya berjalan beberapa menit dah sampai, jaraknya juga hanya sekitar lima puluhan meter saja dari pintu gerbang rumah sakit.
__ADS_1