
"Assiiikk" kata Fariel, sambil mencomot bakmi dalam piring yang sedang dimakan.
"Iihh mas, itu punyaku" kata Ervi, sambil cemberut.
"Ngeselin banget sih, kalau mau buat sendiri" kata Ervi.
"Kenapa buat cuman untuk sendiri, mas gak dikasih" kata Fariel.
"Sapa suruh tidur, diketuk-ketuk pintunya gak nyaut" kata Ervi.
"Ya namanya juga tidur, mana denger kalau ada yang ketukin pintu" kata Fariel.
"Lagian mas kan lembur, pulangnya telat, abis mandi rebahan sebentar, eh taunya malah ketiduran tadi."
"Masssss" kata Ervi, sambil melotot karena diambil lagi.
"Jangan melotot gitu, makin cantik kalau adek melotot gitu" kata Fariel, lalu memakan bakmi sambil duduk.
Sedangkan Ervi malah.
Karena Ervi sedikit senyum, dan tak sadar kalau bakmi yang dihadapannya sampai dicomot hanya menyisakan satu.
"Kok masih lapar ya" kata Fariel, sambil berdiri.
"Hah" kata Ervi.
"Ada makanan apa ya" kata Fariel.
"Massssssssss" kata Ervi, teriaknya karena baru sadar kalau bakmi nya tersisa satu.
__ADS_1
"Ervi kenapa sih teriek-teriak malam-malam" kata Mami, yang sambil berjalan.
"Itu mamas makan bakmi ku sampai sisa satu" kata Ervi.
"Kan bisa buat lagi loh dek" kata Mami.
"Masmu kan baru pulang belum makan, masa masmu gak dibuatin, kamu aja kuliah diantar sama dijemput pulang nya, masa gak masakin buat masnya sih."
"Sapa suruh tidur tadi waktu dipanggil buat makan" kata Ervi.
"Jangan gitu dong, mungkin masmu capek" kata Mami.
"Kamu masakin ya, kasian loh, masa sama masnya gitu."
"Gak usah Mi, biar aku buat nasgor aja Mi, ini juga masih daging nya dalam piring, bisa buat campuran nasgor" kata Fariel.
"Kalau gitu sekarang mas harus buatin untuk aku juga, sebagai gantinya karena makan bakmi ku sampai habis" kata Ervi.
"Harus penuh satu piring, adek masih lapar karena belum makan juga, dan bakmi ku juga mas yang makan" kata Ervi.
"Kalau mas gak mau gimana" kata Fariel, sambil menguleg cabe rawit dan beberapa bumbu dapur dan tak lupa pula dengan garamnya.
"Harus mau" kata Ervi.
"Kalau mau ya dibantu masnya dong dek, masa iya cuman duduk sambil nyuruh-nyuruh" kata Mami.
"Gak usah Mi, ini gak boleh ada campur aduk tangan lain" kata Fariel.
"Biarin suruh duduk manis aja Mi, nanti bedaknya luntur kena minyak."
Lalu mami melihat kearah Ervi.
"Adek malam-malam dandan cantik mau kemana, mau kondangan" kata Mami.
__ADS_1
"Mau nyaingi cewek yang suka main ayunan malam-malam Mi" kata Fariel, sambil tersenyum
"Kan sekarang malam kliwon Mi, jadi ya anu." sambil mengetuk jari telunjuknya pada dagu.
"Kamu ada aja nak, masa gadis Mami disamain sama itu, tapi kok tumben ya malam-malam pake make up, biasanya gak pernah" kata Mami.
"Jadi kalian pikir aku kunti apa" kata Ervi.
"Bukan aku yang ngomong loh" kata Fariel.
"Mami gak ikut-ikut, Mami mau balik lagi nonton nya, kalian kalau mau bertengkar silahkan, tapi jangan pake suara dan tenaga, cukup pake mata aja saling plototan" kata Mami, sambil membawa air minum.
"Beres mi, kalau nanti adek teriak suruh naik pohon di belakang" kata Fariel, dengan tersenyum.
"Mas nyebelin" kata Ervi.
"Kalau teriak nanti gak mas kasih" kata Fariel.
"Diem, kasian yang lain dah ada yang tidur, nanti kalau Bibi bangun kasian karena teriakanmu."
"Jadi diem disitu duduk yang tenang, nikmatin pemandangan didepan, ada pangeran lagi masak, oke."
"Iya pangeran, tapi pangeran kodok" kata Ervi.
"Iya boleh juga saranmu, asalkan putri kodoknya juga kamu" kata Fariel.
"Dah diem jangan bersuara, mas mau fokus."
"Mau pa gak, kalau mau nurut."
Aku langsung menyiapkan nasi, dan daging yang akan menjadi campuran di nasgor nya nanti. Dagingnya langsung ku potong-potong kecil biar makin merata, walaupun sebenarnya sudah matang dagingnya karena sudah dimasak.
Setelah semuanya siap dari bumbu dan bahan buat nasgor nya, langsung kutuang minyak lalu kumasukan bumbu yang tadi kuuleg, setelah itu baru kumasukkan nasinya, setalah nasinya hampir matang lalu kumasukkan dagingnya lalu kuaduk-aduk hingga nasi dan dagingnya tercampur rata, setelah merata dan jadi nasgor nya tak lupa dicicipi juga, setelah rasanya pas lalu kumatikan kompornya lalu kutuang kan nasgornya pada panci dan kubawa ke meja makan.
__ADS_1