Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Hubungan yang berubah


__ADS_3

"Lebih baik aku berdosa daripada hidup menderita" kata Tia.


"Tidurlah, besok hari bahagia kalian" kata Fariel.


"Gak mau mi, canis gak mau" kata Tia.


"Canis gak akan bahagia bersamanya."


"Canis hanya mau cami, bukan dia."


"Gak bisa, maafkan aku yang gak bisa mempertahankan dan berjuang" kata Fariel.


"Kita bisa mulai dari awal lagi mi" kata Tia.


"Kita berjuang bersama-sama lagi mi."


"Mi, kembalilah bersamku mi."


"Canis hanya ingin kamu mi."


"Canis kangen dengan bahumu mi, saat canis sedang capek, banyak masalah, hanya kamu yang bisa membuat canis selalu nyaman."


"Hanya cami yang bikin aku tenang."


"kamulah bagian dari hidupku mi"


"kamulah hidup dan matiku mi"


"Canis hanya ingin kamu mi."


"Kita takan pernah bisa kembali bersama lagi" kata Fariel.


"Kita takan pernah kembali menjadi satu."


"Hubungan kita telah berakhir."


"Cinta kita hanya sampai ddisini."


"Mengertilah dengan keputusan ini."


"Mengertilah dengan yang takdir yang ditelan dituliskan untuk kita."


"Kita tak mungkin bisa bersatu kembali."


"Canis gak mau kita berpisah" kata Tia.


"Canis gak akan pernah mau"


"Canis gak akan pernah bisa mengerti takdir."


"Canis hanya butuh kamu mi."


"Mengertilah mi mengerti."


"Hanya kamu satu-satunya yang ada dihati canis saat ini sampai nanti mi."


"Canis mohon jangan tinggalkan canis sendiri dalam kesedihan ini."


"Canis butuh bahumu."


"Butuh penyemangat mu mi."


"Jangan pernah pergi dan mencoba meninggalkan canis mi."


"Canis hanya menginginkan kamu mi."


"Jangan lupakan janji kita bersama mi."


"Janji sehidup sesurga bersama mmi."


"Ingatkan mi dengan janji itu."


"Maaf jika aku mengingkari janjiku sendiri" kata Fariel.


"Maaf telah melupakannya."


"Maafkan aku dengan janji itu yang akan kuingkari."


"Aku akan menanggung dosa atas janji itu."


"Selamat malam Assalamu'alaikum."


"Canis gak mau" kata Tia.


"Canis gak mau mi canis gak mau."


"Jangan tutup mi."


"Canis ingin selalu melihat wajahmu mi."


"Jangan tutup mi, canis mohon."


"Canis gak sanggup."


"Canis gak sanggup menjalani ini."


"Canis gak sanggup."

__ADS_1


"Lebih baik canis mati."


"Jangan katakan itu, aku mohon" kata Fariel.


"Hidupmu masih panjang, perjalanan mu masih cukup panjang, jangan kau buat singkat karena kematianmu yang sia-sia."


"Jalani lah hidupmu."


"Lakukan lah apa yang kau suka."


"Tapi lupakanlah aku, aku bukan siapa-siapa lagi untuk mu."


"Gak mi gak" kata Tia.


"Cami tetap menjadi bagian hidupku."


"Cami tetap akan menjadi orang yang berarti dalam hidupku."


"Cami yang akan menjadi ayah dari anak-anak ku, bukan yang lain."


"Canis gak akan mau mempunyai anak darinya, jika pernikahan tetap terjadi."


"Tubuh ini, tangan ini, kaki ini, rambut ini dan semuanya hanya untuk cami, bukan untuk nya."


"Hanya cami yang boleh menyentuhnya bukan dia."


"Kamu akan berdosa jika kamu menolak permintaan suamimu nanti, bagaimana pun dia telah sah menjadi suami mu dan berhak atas dirimu bukan aku yang bukan siapa-siapa" kata Fariel.


"Gak" kata Tia.


"Dia gak berhak menyentuh ku."


"Sedikitpun takan kubiarkan dia menyentuh ku, walau seujung kuku pun."


"Aku akan pergi meninggalkan nya dan berpisah."


"Canis siap jadi janda."


"Canis akan lakukan itu."


"Canis akan langsung meminta berpisah."


"Karena canis gak pernah cinta dan suka padanya."


"Hanya cami yang canis cinta."


"Hanya cami yang ku harapkan menjadi pendamping hidup canis."


"Hubungan kita telah berubah menjadi biasa-biasa saja, bukan teman atau sahabat bahkan cinta" kata Fariel.


"Pertahankan status kalian nanti."


"Mungkin jika memang kita tak besama mungkin anak-anak kita bisa bersama nanti."


"Selamat malam."


"Jangan katakan itu mi" kata Tia.


"Canis gak akan mau mempertahankan status itu nanti."


"Bagi canis itu hanyalah musibah bagi canis."


"Canis mohon berjuang lah lagi untuk canis mi."


"Perjuangkan canis lagi mi, biar canis bisa bahagia."


"Canis mohon mi canis mohon."


"Sudah ya, aku dah ngantuk mau tidur" kata Fariel.


"Kamu juga harus tidur, besok adalah hari ijab kobul kalian."


"Tidurlah, biar gak lelah besok."


"Aku akan datang, tapi sebagai tamu undangan, bukan untuk memperjuangkan apa yang kamu inginkan."


"Biarkan vc ini tetap hidup sampai pagi" kata Tia.


"Jika cami ingin tidur, tidurlah."


"Canis ingin menemani cami dalam tidurmu."


"Canis kangen dengan suasana malam saat tidur."


"Cami selalu menyanyikan lagu dan merayu canis agar tidur."


"Sekarang biarlah canis yang akan melakukan nya."


"Canis yang akan menggantikan itu saat dulu canis yang manja menjelang tidurku."


"Cami tidurlah."


"Canis ingin selalu menatap wajah cami saat tidur."


"Biarkan tidurmu menemaniku malam ini."


"Gak papa, biarkan apa yang dia mau, nanti biar papi sama mami tidur dikamar mami sendiri" kata Mami.

__ADS_1


"Masih ada waktu untuk kita bersama dan masih ada waktu untuk kita tidur menikmati malam bersama."


"Tidurlah, Mami akan menemani hingga kamu tertidur."


"Jangan bersedih dan menangis."


"Jangan buat lelahmu hingga sakit itu datang lagi."


"Kamu masih dalam pengawasan kami."


"Kamu masih belum sehat total."


"Yuk tidur, biarkan tetap menyala."


"Makasih Mi, aku tidur dulu, selamat malam" kata Fariel, yang langsung merebahkan badanku dan langsung menarik selimut dan meletakkan HP di samping menghadap ke wajahku, lalu memejamkan mataku.


"Selamat malam, selamat berbahagia, Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Malam juga camiku sayang" kata Tia.


"Mimpi indah."


"Jangan pernah lupakan canis."


"Jangan tinggalkan canis."


"Kita pasti bersama lagi menjadi apa yang pernah kita inginkan."


"I love you camiku sayang."


"Emmmuacchhh camiku."


"Yang nyenyak tidurnya."


"Canis akan menemani malammu tidurmu walau hanya lewat vc."


"Tapi nanti canis harap bisa menemani cami dalam tidur yang sebenarnya yang ada disampingmu memelukmu, menghangatkan tubuhmu."


"Wajahmu, hidungmu, matamu, dan pipimu, ingin buat canis menyentuhnya." yang menyentuh lewat layar HP nya pada bagian yang dikatakan.


"Sekarang cami makin keliatan ganteng seperti layaknya pangeran sesungguhnya."


"Canis gak akan pernah rela melepaskan mu."


"Canis gak akan pernah meninggalkan mu."


"Canis akan selalu ada untukmu."


"Canis akan selalu menyayangimu, mencintai mu."


"Hanya kamulah satu-satunya yang ada dalam hatiku."


"Kamulah yang canis mau."


Sedangkan aku sudah tertidur dengan pulas, namun disebrang sana masih menatap layar HP yang sedang vc dengan ku.


"Cami apa masih ingat dengan waktu pertama kita jadian" kata Tia.


"Apa cami masih ingat dengan yang cami lakukan sama canis."


"Cami menggendong canis sampai kedepan ke tempat parkir."


"Jantung canis berasa mau copot kal itu mi."


"Canis merasa sangat beruntung, merasa wanita yang paling beruntung dicintai oleh cami."


"Digendong sama cami seperti layaknya bidadari atau ratu, yang membuat yang lain iri melihat kita saat itu."


"Canis gak akan melupakan kenangan itu."


"Canis akan selalu mengingatnya."


"Canis selalu marah dan cemburu saat cami tersenyum pada yang lain, tapi cami selalu membuat marahku jadi senyum karena cami."


"Bahkan kita sering dibilang sepasang suami istri karena kebersamaan kita yang sangat romantis, makan disuapin cami."


"Bahkan saat kita membeli buah, pedagang itu mengira canis sedang hamil dan lagi ngidam."


"Canis ingin hamil dan ngidam lalu dimanjain sama cami, dituruti apa yang canis mau sama cami."


"Canis selalu membayangkan itu."


"Canis selalu membayangkan jika kita telah bersama dan punya anak yang lucu-lucu ganteng dan cantik."


"Ganteng seperti kamu, cantik seperti aku."


"Hidup dalam rumah yang sederhana, namun punya anak yang membuat hidup kita bahagia dan tertawa."


"Canis ingin seperti itu mi."


"Canis harap cami masih bisa mendengarkan apa yang canis katakan."


"Canis harap nanti setelah cami bangun, cami sadar dan mau kembali berjuang untuk kita bersama lagi."


"Waalaikumsalam calon ayah dari anak-anak ku."


"Mimpi indah ya."

__ADS_1


"Ibu dari anak-anak mu disini, butuh kamu yang selalu ada."


"I love u."


__ADS_2