
Sampai dikamar.
"Tuh dah nyenyak banget kayaknya tuh" kata Ervi.
"Nanti aja dipindahkan" kata Fida.
"Sekarang jangan dulu, baru setengah jam tidurnya, nanti malah kebangun dan nangis malah jadi bangunin Rama."
"Ya dah sekarang kalian tidur duluan, dan kasih Asi dulu, kasian" kata Fariel.
"Aya biar disamping aja, aku dibawah."
"Ya udah angkat dulu Aya disamping sini, dan baru Bunda bisa kasih Asi" kata Ervi.
Langsung ku geser secara perlahan agar tak bangun, lalu membantu Ervi kekasurnya.
Tiba-tiba ada yang masuk.
"Assalamu'alaikum" kata Mama dan Mami.
"Waalaikumsalam" kata Fariel, Fida dan Ervi.
"Belum tidur kan" kata Mama.
"Iya, belum mau tidur kan" kata Mami.
"Belum, ada apa sih Mi, Ma" kata Ervi.
"Baru mau kasih Asi."
"Iya ada apa sih, Ma, Mi" kata Fida.
"Engak ad apa-apa, hanya mau tidur disini sama cucu" kata Mama.
"Hah" kata Fariel.
"Iya, Mami kan mau tidur disini" kata Mami.
"Dah turun kamu Kak, Mami mau disini."
"Lah terus Papi gimana" kata Fida.
"Masa suruh tidur sendiri."
"Iya Bapak juga" kata Ervi.
"Mereka mau tidur berdua, katanya mau ngobrol sambil main catur dulu, katanya masih dendam karena kalah mulu Papimu sama Bapak" kata Mami.
"Dah sana, kamu tidur berdua dikamar Aya, biar disini Mama, sama Mami yang nemenin Rama Sama Bunda Rama" kata Mama.
"Biar dapat cucu baru lagi Mama."
"Cocok gak Mi."
"Ohh ya mesti ocok dong" kata Mami.
"Malah bagus kalau gitu, rumah jadi makin rame."
"Mami setuju dengan Mamamu."
"Dah sana keluar, buat adonan."
"Siapa tau langsung jadi adonannya."
"Mami apa-apaan sih" kata Fida.
__ADS_1
"Iya Mama juga" kata Fariel.
"Aku ngantuk banget, belum sepenuhnya tidur dengan benar malam-malam kemarin."
"Nah kalau gitu pas banget" kata Mami.
"Sebelum tidur buat adonan, cocok itu" kata Mama.
"Dah sana cepetan, mau tetap jadi anak yang nurut sama orang tua apa enggak."
"Iya mau, tapi kan enggak harus seperti itu juga Ma" kata Fariel.
"Dah sana" kata Mami.
"Lagian juga tuh lagi subur kayaknya tuh, jadi bakal cepet jadi adonannya."
"Iya Kak" pada fida.
"Iya Mi" kata Fida.
"Tuh dengarin, pas kalau gitu, bisa sekali aja langsung jadi" kata Mama.
"Tapi kalau bisa sih sering buat adonannya, biar makin cepet."
"Cocok enggak Bun" pada Ervi.
"Cocok kok Ma" kata Ervi, sambil menyusui Rama.
"Kan menikah itu memang tujuannya untuk memiliki keturunan, buat generasi penerus kita nanti."
"Kalau memang langsung dikasih ya sukur, kalau belum ya usaha lagi."
"Siapa tau cepet jadi biar Rama ada teman mainnya, apalagi kalau cowok, pasti bisa buat temen main bola."
"Dah sana, hus" kata Mami.
"Kaya ngusir ayam aja Mami" kata Fida.
"Kalian lama sih" kata Ervi.
"Dah sana, Bunda enggak papa disini sama yang lain."
"Sekarang kan giliran Kakak yang harus diisi dan dimanja sama Suami kita."
"Kan katanya harus adil."
"Sekarang waktunya buat kalian tidur berdua, akan sering tidur berdua, sampai jadi adonannya seperti yang diminta Mami dan Mama."
"Tapi" kata Fida.
"Enggak usah tapi-tapian lagi Kak" kata Ervi.
"Kalau belum jadi, berarti Sami belum bisa tidur sama Bunda."
"Ya enggak gitu juga dong" kata Fida.
"Kalau lama, terus enggak jadi-jadi gimana."
"Dua tahun cukup" kata Mama.
"Setelah itu gantian tidurnya, bebas."
"Cocok itu, dua tahun harus dah jadi adonannya" kata Mami.
"Selamat berjuang Kak, Mi" kata Ervi.
__ADS_1
"Pokoknya kudoakan supaya cepet jadi."
"Fajar mana Ma" kata Fariel.
"Lagi ngantar temennya pulang" kata Mama.
"Apa sendiri Ma" kata Fariel.
"Sama si Pak Udin" kata Mama.
"Gak kuizinkan ngantar sendiri, nanti malah berenti dipinggir jalan dan malah bahaya."
"Mama minta cucu dari kamu malah yang duluan adonannya jadi si adekmu."
"Kan bahaya."
"Dah sana buruan."
"Enggak usah takut, ada kita" kata Mami.
"Kami kan para kaum Ibu, jadi dah hafal betul."
"Kalian hanya perlu tidur dan buatkan cucu lagi buat kami."
"Cepetan sana, Waalaikumsalam" kata Mama.
Membuat Ervi ketawa sama Mami.
"Salam aja belum Ma" kata Ervi.
"Mereka lama" kata Mama.
"Iya, kami kekamar ya Mi, Ma, Bun" kata ariel.
"Kami kekamar, Ma, Mi, Bun" kata Fida.
"Iya sana" kata Mami dan Mama.
"Digendong nak, biar Mama percaya sama kalian" kata Mama.
"Enggak boleh nolak, enggak ada penolakan."
"Iya" kata Fariel.
"Yang ikhlas kalau jawab, apa lagi sama orang tua ngomongnya" kata Mama.
"Iya Mama sayang" kata Fariel.
"Sini Nis buruan."
"Gendong depam Mi" kata Ervi.
"Harus itu" kata Mama.
"Biar kaya Cinderella" kata Mami.
Fida langsung mendekat dan langsung kuangkat dan kugendong sepertinya yang mereka mau, daripada lama disini makin ngantuk.
"Assalamu'alaikum" kata Fariel dan Fida.
"Waalaikumsalam" kata Bertiga.
Dan kita berdua langsung berjalan kekamar milik Fida.
Apa yang terjadi, pikirkan sendiri aja apa yang dilakukan dikamar sepasang suami-istri.
__ADS_1