Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Ketawa mulu


__ADS_3

"Yuk kita makan sama-sama, Pak Udin pimpin doa" kata Papi.


"Aku nyuapin mas ya Pi" kata Ervi.


"Iya dek silahkan" kata Papi.


"Kakak juga mau dong, masa adek aja, gak kasian apa sama dedeknya yang dah minta nih, nendang-nendang terus dalam perut" kata Fida.


"Iya nanti terakhir ya" kata Ervi.


"Tega lo dek sama kakak" kata Fida.


"Udah-udah, ini mau makan apa mau debat" kata Mami.


"Pak Udin langsung aja, jangan nunggu yang lagi debat, nanti kecil perutnya."


Yang lain langsung tertawa.


"Iya Bu" kata Udin.


"Bismillahirrahmaanirrahiim."


"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar."


"Yuk mari semuanya makan, jangan malu, habiskan aja kalau bisa" kata Papi.


"Mas buka mulutnya ya, biar adek suapin makannya" kata Ervi.


"Uda duduk dulu" kata Fida.


"Ya dah sini adek bantuin" Ervi, yang langsung meletakkan piring dan membantunya duduk bersandar.


"Dah, sekarang kita makan ya mas."


"Mas harus banyak makan biar cepet kembali sehat seperti semula lagi."


Hanya anggukan kepala sebagai jawaban.


"Bukak mulutnya, Aaa" kata Ervi.


"Emmmm" setelah masuk kedalam mulutnya


"Enak gak masakan nya."


Ku anggukan kepala, walaupun rasanya masih hambar dilidah.


"Sini gantian kakak" kata Fida.


"Baru aja satu kali kak, kakak makan aja dulu habiskan" kata Ervi.

__ADS_1


"Kakak gak selera makan kalau belum nyuapin Uda, dedeknya gak mau kompromi" kata Fida.


"Ya udah ni, tapi nanti gantian, adek mau makan dulu" kata Ervi.


"Iya bawel" kata Fida, dengan meraih piring pada Ervi.


"Sana makan buruan."


"Nambah Pak, dan Bibi juga, jangan malu, ini kalian habiskan" kata Papi.


"Dia aja Pak yang ngabisin, kan perutnya kaya gilingan, maunya makan mulu" kata Dani, tunjuk pada Udin.


"Kalau Udin mah jangan ditanya, dia gak ditawarin aja dah ambil sendiri" kata Papi.


"Kalau malu mah lapar, kenyang dulu baru malu nya belakangan" kata Udin.


"Jangan malu-maluin juga Pak" kata Sumi.


"Hehehe" kata Udin.


"Dah gak papa Bi, biarin aja, kan kalau besar perutnya dipeluk pas ditangan, apalagi sama-sama gemuk" kata Mami.


"Hahahahaha iya iya iya" kata Ari.


"Ketawamu gak enak, pahit" kata Udin.


"Gak papa, pait yang penting bisa ketawain orang" kata Ari.


"Dah dilanjutkan makan aja, ketawa sama ngobrol nya nanti lagi" kata Mama.


"Gantian kak, masa mau dihabiskan" kata Ervi, setelah makannya sendiri habis.


"Iya nih" kata Fida, memberikan pada Ervi.


"Kakak mau makan, kakak dah selera nih makannya, dedek nya juga dah mau tenang dalam perut kakak."


"Sana hus hus" kata Ervi.


"Sekarang mas makan sama adek lagi yang nyuapin."


"Aaaa, emm."


"Kalau kurang nanti adek ambilkan lagi."


Aku hanya mengangguk.


"Mau nambah lagi, dah habis tinggal sesuap lagi nih mas" kata Ervi.


Aku ngangguk lagi.

__ADS_1


"Bentar ya biar adek ambilkan lagi" kata Ervi.


Ervi langsung mengambil nasi dan sayur bening kesukaan nya dengan jagung manis yang diiris biar mudah dikunyah dan daun katuk juga.


"Apa pada udahan makannya."


"Tuh nunggu pimpinan masih ngunyah aja dari tadi belom berenti" kata Ari.


"Gak papa, habiskan Pak Udin, gak usah peduliin perut, yang penting nanti kalau pas diangkat malaikat paling bilang saya nitip dulu bos" kata Ervi.


Yang lain langsung n ketawa terbahak-bahak terutama Ari dan Dani yang paling kenceng ketawanya, karena paling suka ketawain Udin.


"Ah gak asik, masa dibilang nitip dulu, jangan gitu dong nak Ervi, Bapak jadi kaya punya berat badan yang sampe seton aja" kata Udin.


"Bukannya emang dah hampir ya Pak setonnya, hanya kurang sekilo" kata Ervi.


Kembali membuat Ari dan Dani ketawa keras.


"Perutku sakit, gara-gara ketawa" kata Ari.


"Iya aku juga, du du duh, hahahahaha" kata Dani.


"Ini dihabiskan Pak Udin, kalau kurang dibelakang masih ada ya Bi" kata Ervi.


"Ada nak Ervi, masih ada sekitar semangkok tadi" kata Sumi.


"atuh, masih ada, Bapak habiskan ya, kalau buat besok pasti basi, jadi Bapak habiskan malam ini semuanya, biar pas" kata Ervi.


"Pas apanya" kata Ari dan Dani.


"Setonnya" kata Ervi, dengan tersenyum.


"Hahahahahaha" kata Ari dan Dani.


"Yuk mas makan lagi, ni dah kebanyakan daun katuknya dan jagungnya" kata Ervi.


"Buka mulutnya Aaa."


"Emmm."


"Mau nambah lagi mas" kata Ervi.


"Ini dah mau habis lagi nih" yang dah nambah dua kali.


Aku hanya menggelengkan kepalanya, karena sudah kenyang makan tiga piring yang biasanya hanya makan satu piring cukup.


"Oke mas, Alhamdulillah" kata Ervi.


Dan makan pun selesai lalu dibacakan do'a selesai makan sama Pak Udin.

__ADS_1


"Alhamdulillahilladzi ath-amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa minalmuslimin."


__ADS_2