Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Malu dan malu-maluin


__ADS_3

"Nih telponnya" kata Fariel, yang memeberikan hpku.


"Gak usah cemberut gitu, biasa aja mukanya."


"Iya Uda, makasih" kata Fida.


"Iya" kata Fariel.


"Gak ikhlas banget kayaknya" kata Fida.


"Ikhlas dong, masa ikhlas harus bilang ikhlas sih" kata Fariel.


"Heran apa-apa salah kayaknya."


"Bi tolong suruh Pak Ari atau Dani jemput Bapak dan Mama didesa ya."


"Baik Den, biar nanti bibi sampaikan" kata Diah.


"Ini minumnya Den, jamu biar gak pegal-pegal dan kembali cepet pulih."


"Gak pait kok, dan ini punya nak Fida jamunya."


"Makasih ya bi" kata Fariel.


"Hallo Assalamu'alaikum mamaku" kata Fida.


Aku yang mendengar ucapan manja Fida mengegelengkan kepalanya sambil menikmati jamu dan melihat Aya tertidur.


"Waalaikumsalam anak Mama yang cantik."


"Gimana, sakit gak."


"Sakitnya hanya sebentar Ma, habis itu langsung bahagia saat melihat anaknya sehat" kata Fida.


"Sukur kalau gitu" kata Mama.


"Cucuku cowok apa cewek, namanya siapa" kata Bapak.


"Cewek Pak" kata Fida.


"Yang kasih nama Uda."

__ADS_1


"Namanya siapa" kata Mama.


"Ayesha Putri Ahmad" kata Fida.


"Dipanggil nya Aya, biar gak kepanjangan dan enak manggilnya."


"Bagus namanya, Putri kehidupan" kata Bapak.


"Mama kapan kesini, Fida kangen sama Mama sama peyek Mama juga, heeee" kata Fida.


"Sore ini Mama kesana" kata Mama.


"Iya nanti Mama bawakan peyek nya, masih banyak nih, alnya yang biasa makanin tuh anak Mama, sekarang anak Mama gak ada ya paling Mama sama Bapak dan kalau ada tamu kesini itupun gak seberapa."


"Seriping nya juga masih ada, nanti kalau kurang Mama buatkan disitu aja ya."


"Iya Ma, makasih, emang Mama tuh paling oke" kata Fida.


"Fida jadi makin sayang sama Mama."


"Bohong tuh Ma, sayang nya cuma karena ada maunya, kalau gak mana mungkin begitu" kata Fariel.


"Jangan percaya sama Uda ya Ma, dia sirik aja sama Fida sekarang, entah kenapa" kata Fida.


"Iya gak papa" kata Mama.


"Maklum anak Mama lagi pusing karena Mama suruh nikah biar Mama gak kesepian kalau dirumah, kalau ada cucu kan Mama dari kebun bisa main sama cucu dirumah."


"Gak setiap hari setiap pulang dari kebun hanya rebahan nonton TV mulu, kalau ada cucu kan seru bisa bikin rame rumah."


"Ya kalau gitu Mama disini aja, kan sekarang Mama dah ada cucu, walaupun buka cucu dari anak Mama, anggap aja ini cucu dari anak Mama juga" kata Fida.


"Mama sih mau, tapi Mama kan harus disini terus, kan Mama harus kekebun, kalau gak kekebun nanti gimana Mama bisa makan, rang Mama pengahasilan nya dari kebun" kata Mama.


"Gak mungkin juga kan kamu kubawa kemari suruh tinggal disini."


"Iya juga sih Ma" kata Fida.


"Tapi nanti kalau Aya dah bisa dibawa keluar kemana-mana pasti Fida kerumah Mama, Fida bakal nginep beberapa hari disitu."


"Iya, nanti kalau Aya dah umur setahun dan bisa mulai belajar kamu bawa kemari, kalau sekarang jangan dulu, gak baik anak bayi dibawa kemari, takut nanti gak terbiasa malah jatuh sakit, kan repot kamunya" kata Mama.

__ADS_1


"Ya dah kalau gitu Mama siap-siap buat kesitu."


"Mama bakal nginep beberapa hari nanti."


"Harus dong Ma, jangan pulang sampai acara Akikahnya Aya nanti ya Ma, sekitar lima atau seminggu lagi Ma acara nya" kata Fida.


"Iya nanti Mama bakal pulang setelah acaranya, nanti Mama bakal masakin apa aja buat kamu, yang kamu mau" kata Mama.


"Maksih Ma buat semuanya dah mau direpotin" kat Fida.


"Aku hanya minta peyek sama serundeng aja kok Ma, gak yang lain."


"Sama kripik ubi jalar aja, kalau mendoan gak ah, itu mah kesukaannya Uda tiap pagi sambil ngopi, apalagi kalau sore main catur sama yang lain pasti sambil makan mendoan, lima piring pun habis tanpa sisa."


"Enak aja bilang lima piring" kata Fariel.


"Dua piring itupun yang makan gak hanya aku ya, ada Papi, Udin, Ari dan Dani yang ikutan makan, dan yang paling suka makan dan ngabisin kamu tau sendiri siapa lagi kalau bukan Pak Udin."


"Emang anak Mama paling doyan sama mendoan dan tempe gembus ples cabe, bakal habis dalam sekejap" kata Mama.


"Pantesan badannya besar dan melar ya Ma, rupanya makannya ampas tahu ya sama mendoan" kata Fida.


"Emang apa yang melar, kekar gini dibilang melar" kata Fariel.


"Mamamu gak bisa bedain mana yang melar mana yang kekar berisi."


"Padahal Mamamu aja doyan makan mendoan dan tempe gembus alias ketepo, tapi gak mau jujur, malu kayaknya."


"Nanti Aya kalau dah besar jangan malu ya, jangan kaya Mamamu yang malu dan malu-maluin."


"Uda jangan ngajarin anakku kaya gitu" kata Fida.


"Aya jangan percaya sama Uda ya, dia mah bohong, semuanya gak benar."


"Ya udah kalau gitu Mama tutup telponnya ya" kata Mama.


"Iya Ma" kata Fida.


"Assalamu'alaikum" kata Bapak dan Mama.


"Waalaikumsalam" kata Fida.

__ADS_1


__ADS_2