
"Ih lucunya, malah buang muka segala" kata Fariel.
"Ini yang ganteng dan manis disini loh, masa mau dianggurin enggak dipandangin."
"Hemm" kata Fida.
"Kok hemmm doang" kata Fariel.
"Enggak kasih semangat nih buat Sami nih yang dah seharian nurutin kemauan kamu."
"Enggak" kata Fida.
"Iya deh" kata Fariel.
"Suka-suka kamu aja, yang penting senang."
"Ihhh" kata Fida.
"Kenapa kok malah gitu mukanya" kata Fariel
"Kaya lagi marah."
"Jangan bilang Sami mau pergi, karena marah kucuekin" kata Fida.
"Enggak kok" kata Fariel.
"Bohong" kata Fida.
"Beneran Istriku yang cantik yang manis yang manja dan yang paling apa yaaaa, hemmmm" kata Fariel.
"Apaan" kata Fida.
"Yang jelas kalau ngomong."
"Turunin aku kalau enggak sekarang."
"Enggak mau ah" kata Fariel.
"Dah nyaman dan enak seperti ini."
"Turunin Mi" kata Fida.
"Enggak mau istriku" kata Fariel.
"Sayang dulu."
"Cium dulu baru kuturunin."
"Enggak mau, males" kata Fida
"Enggak mau biar enggak digendong mulu kan" kata Fariel.
"Iya kan, hayo ngaku."
"Ih apaan sih" kata Fida.
"Enggak ada, hanya nyamuk lewat" kata Fariel.
"Mi jalan-jalan yuk, suntuk dirumah mulu" kata Fida.
"Emang mau jalan-jalan kemana" kata Fariel.
"Dirumah kan malah enak, bisa sesuka hati, bisa melakukan hal yang istimewa."
"Enggak ada, males" kata Fida.
"Emang apanya" kata Fariel.
"Hayo mikirnya kemana hayo, ngaku hayo sama Sami."
__ADS_1
"Ih" kata Fida, sambil memukul dadaku.
"Suka bikin bingung aja, pake mancing-mancing segala."
"Siapa yang mancing, perasaan enggak deh" kata Fariel.
"Kamu aja yang pikirannya kemana-mana."
"Maksudnya kalau diluar kan enggak bisa gendong kaya gini, paling hanya bisa gandengan tangan saja."
"Sekarang lebih baik kita Shalat dulu aja, jalan-jalan nanti sore aja ya."
"Janji ya" kata Fida.
"Iya janji" kata Fariel.
"Sekarang turun, dah sampai."
"Emmuachh emmuachh emmuachh" kata Fida, yang menciumiku.
"Makasih" lalu turun.
"Sekarang wudhu terus kita Shalat bareng ya" kata Fariel.
"Kamu ambil air wudhu dulu aja sana, nanti gantian."
"Oke" kata Fida, lalu pergi, dan sebelum pergi mencium pipiku.
"Aneh banget tingkahmu hari ini" kata Fariel.
"Semoga aku selalu bisa memberikan apa yang kamu mau."
Yang ditunggu keluar juga dari dalam kamar mandi.
"Jangan iseng Mi, dah wudhu nih Mi" kata Fida.
Bukannya menjauh tapi aku makin mendekat.
"Berani nyentuh kupukul nih Mi."
Sebelum sempat memukulku, langsung kugenggam tangannya dan kusenderkan didinding.
"Mi, Mi" kata Fida.
"Aaahhhhh, ihhh."
Lalu kucium pipi dan juga keningnya.
"Nyebelin banget" kata Fida, sambil memajukan bibirnya.
"Kan jadi harus wudhu lagi kalau kekgini."
"Nyebelin."
"Iih marah" kata Fariel.
"Gak usah cemberut gitu mukanya."
"Mau lagi."
"Emmuachhhhh."
"Ihhh bikin males" kata Fida.
"Engak batal kok wudhumu, kan enggak basah" kata Fariel.
"Kalau enggak percaya cari aja nanti digoogle atau tanyakan sama Ustad atau ulama yang mengetahuinya."
"Tapi kalau mau wudhu lagi ya ayok, boleh dan malah lebih baik."
__ADS_1
"Eh tapi tadi kayaknya berlebihan deh."
"Males" kata Fida.
"Mending wudhu lagi aja."
"Cepetena jongkok, gendong."
"Iya deh iya" kata Fariel.
"Masa hanya paling dua meter minta gendong."
"Itu hukuman" kata Fida.
"Tapi nanti masih ada hukumannya lagi."
"Hemmm, iya deh iya" kata Fariel.
"Buruan" kata Fida.
"Hmmmm" kata Fariel, langsung jongkok dan menggendong beberapa meter kedalam kamar mandi untuk wudhu.
"Sami dulu buruan wudhu" kata Fida.
"Sip" kata Fariel.
Sambil mengambil air wudhu ada cipretan air dari Fida, yang sengaja mau membuat basah di bajuku.
"Enggak mempan gangguanmu" kata Fariel.
"Emmuachh emmuachh emmuachh emmuachh emmuachh emmuachh" kata Fida, pada pipi.
"Kurang, nih belum" kata Fariel, keningnya.
"Yuk, apa mau wudhu lagi."
"Sana cepetan keluar" kata Fida.
"Oke" kata Fariel.
"Kutunggu, jangan lama ya, nanti kutinggal."
"Ihhh jangan" kata Fida, dengan cemberut.
"Tungguin."
"Satu langkah pun engglgak boleh, diam disitu, samping pintu."
"Oke sip" kata Fariel, yang ambil wudhu lagi.
"Dah selesai wudhunya."
"Udah dong" kata Fida.
"Pasti enggak doa" kata Fariel.
"Udah dalam hati" kata Fida.
"Enggak pake Bismillah kan" kata Fariel.
"Enggak dong, kan enggak boleh kalau dalam kamar mandi mengucapkan Bismillah, ngucap salam atau jawab salam aja enggak boleh" kata Fida.
"Pinter banget istriku sekarang" kata Fariel.
"Harus dong, kan Imamnya juga pinter, jadi Ma'mum nya juga ikutan pinter" kata Fida.
"Pinter banget kalau jawab" kata Fariel.
"Ya udah yuk buruan "
__ADS_1
Kita langsung memakai perlengkapan Shalat masing-masing dan lalu melaksanakan Shalat.