Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Aya


__ADS_3

"Dah Aya duduk dulu disini, Om mau lepas baju ini dulu ya" kata Fariel, yang meletakkan Aya diatas kasur.


Langsung kulepaskan bajunya, tapi masih pakai kaos pendek.


"Yuk sekarang Aya mandi dulu."


"Lepas bajunya sini" yang melepaskan baju Aya, kemudian celananya.


"Celananya juga."


"Aya pipis gak nih, atau ee."


"Popoknya dibuka didalam aja nanti, biar kamar Om gak bau."


"Au" kata Aya.


"Iya bau" kata Fariel.


"Bau pipis Aya."


"Yuk sekarang kita masuk kekamar mandi untuk mandi."


Langsung kugendong Aya masuk kedalam kamar mandi.


"Sekarang turun dan lepas popoknya ya" (fariel) langsung kulepaskan popoknya.


"Bau, bau pipis Aya ini."


"Aya di sini aja ya bentar, Om buang ini dulu biar gak bau, oke."


Langsung kumasukkan popoknya dalam plastik lalu ku masukkan ketong sampah, dan balik lagi ke Aya.


"Dah sekarang Aya mandi ya, mandinya gak pake bak, tapi pake ini diguyur" kata Fariel.


"Andi" kata Aya.


"Iya mandi, biar Aya gak bau lagi, biar nanti jadi wangi" kata Fariel.


"Sekarang harus mandi dulu."


"Pegangan tangan Om."


Langsung ku puter kerannya dan diatur tingkat kehangatannya, lalu langsung ku siramkan ke kepala Aya dan semua anggota tubuhnya lalu kumatikan.


"Sekarang pake sabun dulu" kata Fariel.


"Bun" kata Aya.


"Sa bun, Aya pake sabun biar wangi" kata Fariel.


"Nih pake sabun Om nih sekarang nih."


Langsung kusabuni seluruh badan Aya dari tangan hingga kaki, kecuali kepala.


Lalu kupakaikan shampo sedikit karena rambutnya juga masih pendek.


Setelah itu langsung kubilas hingga bersih.


"Dah sekarang dah bersih dah wangi ini" kata Fariel.


"Yuk sekarang pakai baju, sebelum dingin lagi."

__ADS_1


Langsung kuambil handuk dan kulilitkan lalu kugendong Aya kekamar ku.


"Sekarang Aya sudah mandi, sudah bersih, dah wangi juga" kata Fariel.


"Sekarang turun buat pake baju" langsung ku turunkan diatas kasur.


"Eitsss mau kemana, jangan lari-lari, nanti kamar Om berantakan, terus Aya jatuh dan sakit gimana." Yang memegang tangan Aya yang ingin lari saat baru turun.


"Sekarang pake baju dulu dan celananya ya."


"Anak cantik gak boleh nakal, harus nurut."


"Nih dah disiapin semuanya sama Mama Aya ini."


"Sekarang Aya tiduran biar Om pakaikan minyak diperut Aya biar enak."


Aya malah memajukan mulutnya.


"Ini ngikutin siapa ini, kok mulutnya digituin" kata Fariel.


"Sekarang bobo-boboan dulu biar Om enak bedakinnya."


Langsung kubaringkan Aya dan kuolesi dengan minyak diperutnya.


"Itik itik itik, itik itik itik" kata Fariel, yang menggelitiki Aya.


"Aaa aaaa aaaaa" ketawa Aya.


"Sekarang pake bedaknya" kata Fariel, yang langsung kubedaki mukanya terus sampai ke kaki.


"Waktunya pake baju."


"Sekarang boboan lagi buat pake celana."


Aya malah tepuk tangan.


"Ana" kata Aya, maksudnya celana.


"Iya pake celana biar gak digigit nyamuk" kata Fariel.


"Sekarang boboan lagi."


Setelah Aya tiduran langsung kupakaikan popoknya lalu kemudian celana panjang dan kaos kaki.


"Dah selesai sekarang pakai bajunya sama celananya."


"Yuk Om gendong lagi lalu kuantarkan kemama Aya, biar Om bisa mandi."


langsung kuangkat Aya dan kugendong lalu keluar kekamarnya Aya, sampai didepan kamar.


"Tok tok tok, Assalamu'alaikum" kata Fariel, dengan suara anak kecil.


"Mama ini Aya Ma."


"Aya dah mandi dah wangi, Aya mau masuk Ma."


"Waalaikumsalam" kata Fida, yang baru selesai mandi juga, tapi dah berpakaian lengkap hanya ada handuk yang masih menempel dikepalanya.


"Tuh Mama juga baru selesai mandi tuh" kata Fariel.


"Sekarang Aya sama Mama ya, Om mau mandi."

__ADS_1


"Yuk anak Mama sama Mama sini, Om biar mandi dulu" kata Fida.


"Om masih bau, gak kaya Mama dan Aya yang dah wangi."


"Yuk sama Mama."


Aya menggelengkan kepala gak mau.


"Ga au, ma Ayah" kata Aya.


"Iya, tapi nanti, sekarang sama Mama yuk, biar Ayah mandi dulu ya anak Mama yang cantik" kata Fida.


"Ga au" kata Aya.


"Ya udah Nyai pake jilbabnya dan kekamar ku, ajak main disana nanti, pasti mau kalau disana" kata Fariel.


"Aku belum mandi belum Shalat Ashar juga."


"Keburu kelamaan dan habis waktu Shalat."


"Ya udah, Uda bawa aja kekamar Uda dulu, biar Nyai pake jilbab dulu" kaya Fida.


"Yuk kekamar Om lagi yuk" kata Fariel.


"Main dikamar Om."


Langsung kubawa lagi kekamarku lagi, dan ku turunkan diatas kasur.


"Dah duduk yang bener jangan loncat-loncat nanti sakit" kata Fariel.


"Ayaaa."


"Assalamu'alaikum" kata Fida.


"Waalaikumsalam" kata Fariel.


"Nih mama bawain jajannya Aya nih" kata Fida.


"Wah banyak banget jajannya ini, ada susu juga ini."


"Ada minum nya Ayah juga ini ya."


"Yah aaa aaa Yah" kata Aya, yang menjulurkan tangannya padaku saat aku meninggalkannya.


"Ayah mau mandi dulu, Aya sama Mama makan roti sama minum susu" kata Fida.


"Aya, Om mau mandi, nih bau nih badan Om karena belum mandi" kata Fariel.


"Aya sama Mama ya, Om bentar mand.i"


"Ga aaa aaa" kata Aya.


"Nih nonton masha nih di HP nih" kata Fida.


"Iya tuh nonton upin, apa masha" kata Fariel.


Aya langsung tepuk tangan senang ketika mendengar nama masha, kartun kesukaanya.


"Kita nonton masha sama si beruang sambil makan roti" kata Fida.


Setelah dirasa Aya aman dan mulai fokus sama yang ditonton aku perlahan meninggalkan nya untuk mandi.

__ADS_1


__ADS_2