
Sambil menunggu giliran untuk dipanggil tak lupa kita sambil ngobrol kecil agar tak mengganggu yang lainnya juga.
Dan yang tak kalah penting, tak lupa juga dengan memakai masker sesuai peraturan yang sekarang wajib memakai masker.
Aku juga memakai kacamata putih, bukan kacamata mines, hanya agar tak diketahui oleh mereka semua yang ada disini.
"Kenapa Sami pakai kacamata kek gitu sih, jadi keliatan dah Bapak-bapak" kata Ervi.
"Biar mereka gak tau kalau Sami yang ngantri disini, nanti malah bikin ribut jadinya kalau mereka tau ada orang ganteng disini" kata Fariel.
"Ih sok" kata Ervi.
"Emang Samimu ini ganteng kan" kata Fariel.
"Kan Sami jadi idola baru sekarang, apalagi sama Ibu-ibu dan para gaun muda."
"Heeemmmmm" kata Ervi.
"Iya deh iya, yang sekarang sering nongol di tv."
"Pasti banyak para penggemar yang akan minta foto."
"Nah itu tau" kata Fariel.
"Sami kan gak mau buat kamu cemburu hanya karena Sami harus nanggapin mereka semua yang minta ini itu."
"Makanya jangan keras-keras bicaranya biar mereka gak tau."
"Kacamata kamu juga jangan dilepas, biar gak ada yang tau."
"Sip Mi" kata Ervi.
"Sami tau gak."
"Enggak" kata Fariel.
"Dengerin dulu makanya" kata Ervi.
"Iya, akan Sami dengarin" kata Fariel.
"Kira-kira apa yang selama ini aku impikan beneran ada gak Mi, kalau Sanis akan jadi seorang Ibu yang sesungguhnya" kata Ervi.
"Maksudnya" kata Fariel.
"Emang Sami gak tau dengan tempat ini untuk apa" kata Ervi.
__ADS_1
"Enggak" kata Fariel.
"Hany taunya kesini untuk duduk nemenin istri tercinta saja."
"Lah waktu Sami ngantarin Mama Aya dulu, bukannya disini juga" kata Ervi.
"Iya, tapi Sami hanya diluar, gak masuk" kata Fariel.
"Sami kalau gak salah kekamar mandi waktu itu, jadi tau-tau dah selesai katanya."
"Jadi beneran gak tau tentang tempat ini, dan gak tau tentang yang selama ini setiap pagi Sanis suka muntah-muntah" kata Ervi.
"Ya mana ngerti, Sami kan bukan cewek, jadi gak tau" kata Fariel.
"Sami juga gak punya adek cewek, jadi ya mana paham kalau soal muntah pagi yang begituan."
"Disekolah juga gak pernah ada tuh tentang seperti itu."
"Hemmmm" kata Ervi.
"Ya udah kukasih tau nih ya."
"Harus dong" kata Fariel.
"Ini tempat khusus buat periksa bagi wanita yang sedang hamil atau proses dalam kehamilan" kata Ervi.
"Iya" kata Ervi.
"Tapi harus tetap di periksa dulu."
"Perasaan Sami belum ngapa-ngapain kamu deh, kok bisa hamil" kata Fariel.
"Ih dasar" kata Ervi, sambil memukul bahuku.
"Suka lupa, tapi ingat rasanya aja."
"Kapan ya, kok Sami gak tau" kata Fariel.
"Iihh" kata Ervi.
"Semalam dan juga tadi pagi, itu ngapain" kata Ervi.
"Emang dikira semut lagi push up apa gimana."
"Suka gitu deh Sami ini."
__ADS_1
"Hehehehehe, becanda Nis" kata Fariel.
"Sami tau dan ingat semuanya kok, hanya pura-pura lupa aja, abis lucu lihat muka kamu kalau lagi ngambek sih."
"Apalagi kalau gak ditutupin sama masker, tu mulut pasti dah maju kedepan sama bibir bawah dah hampir jatuh."
"Sami mah suka gitu" kata Ervi.
"Sami harus dapat hukuman."
"Lah kok pakai hukuman segala sih" kata Fariel.
"Gak seru nih, pakai hukuman segala."
"Siapa suruh tadi mau ngerjain Sanis" kata Ervi.
"Pokoknya nanti Sanis minta Sami ambil kelapa muda langsung dari pohonnya, dan panjat sendiri, gak boleh orang lain yang manjatin, dan gak boleh pakai anak tangga atau bantuan apapun."
"Hah" kata Fariel.
"Sami gak pernah manjat pohon kelapa, apalagi harus ngambil kelapanya, gimana caranya."
"Misalnya kalau nanti Sami jatuh gimana."
"Ya udah kalau mau nanti anak Sami itu suka ngences atau ileran karena gak diturutin kemauannya, itu Sami yang salah" kata Ervi.
"Kan belum tentu juga sekarang Sanis lagi hamil" kata Fariel.
"Kalau misalnya aku beneran hamil, Sami harus nurutin semua kemauan Sanis ya" kata Ervi.
"Oke, deal" kata Fariel.
"Demi anak dan Ibunya."
"Kita lihat ya Mi bentar lagi giliran kita, kita buktikan" kata Ervi.
"Tapi apa gak ada yang lain selain manjat kelapa nih" kata Fariel.
"Kalau misalnya nanti Sami jatuh terus meninggal gimana, kasian kamu jadi janda dan anak kita gak punya ayah, dan Mama Aya jadi janda yang kedua kalinya dong."
"Gak papa, bisa nikah lagi" kata Ervi.
"Gampang kan."
"Ih teganya" kata Fariel.
__ADS_1
"Biarin" kata Ervi.