
Disore hari aku hanya melamunkan tentangnya, tentang hubungan ini yang gak dapat restu.
Kumerenung di pojokan balkon kamar dengan berjongkok menyender tiang sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan, karena dilain sisi restu itu penting dan dilain sisi juga hati dan pikiran ini selalu hanya ada tentangnya.
Berbulan bulan telah kita lewati bersama, manja-manja bersama, walaupun suka usil namun ke usulannya itu yang membuat aku merindukannya.
Sambil memandangi foto ukuran kecil saat bersama dengan penuh keceriaan, kurenungi perpisahan ini yang gak bisa ku ikhlaskan, tanpa sadar airmata pun menetes.
"Jujur aku gak kuat kehilangan, tapi aku harus gimana."
"Aku rindu manjamu, senyummu, ketawa mu, pelukan hangatmu yang secara tiba-tiba, aku rindu semuanya dari kamu."
"Aku sangat rindu saat-saat bersama, tertawa bersama, bercanda bersama, tingkah mu saat marah dan manja."
"Aku gak mungkin bisa melupakan semuanya ini."
"Aku gak mau kehilangan mu" sambil memeluk fotonya.
"Tapi aku juga gak bisa melawan orang tua, biarlah ini jadi cerita kita, walaupun harus ada luka."
"Mungkin aku gak bisa menemukan pengganti yang seperti mu."
"Rasanya hatiku hancur, bahkan hidupku ikut hancur."
"Sakit sangat sakit."
__ADS_1
"Perih hati ini sangat perih."
"Aemoga kau bahagia dengannya nanti, walau aku sakit tapi aku akan tersenyum untukmu salu."
"Jika memang kita ditakdirkan bersama maka Tuhan akan menyatu kan kita, tapi jika tidak lupakanlah aku, walapun berat melupakan."
"Aku akan selalu mengawasi mu untuk sekedar melihat senyum bahagiamu, karena aku terlalu cinta dan merindukanmu."
"Maaf jika nanti aku selalu merindukanmu."
Lalu menghapus air mata nya yang terus menetes.
Lalu aku mencoba tegar dan berdiri lalu masuk kedalam kamar dan merebahkan badanku diatas kasur dengan posisi terlentang sambil menatap langit-langit kamar.
"Apa bahagiaku hanya sampai disini saja."
"Apa bahagia hidupku sudah berakhir dan hanya tersisa rasa sakit dan penderitaan yang akan panjang."
"Aku gak sanggup menanggung hidup sendiri tanpamu di sisiku."
"Sampai disini kah hidupku ini."
"Tertusuk duri dikaki masih sanggup ku menahannya dan bisa ku sembuhkan, tapi yang ini tidak bisa."
"Rasanya hatiku ini dibuat untuk dihancurkan."
__ADS_1
"Kenangan cinta kita berlangsung hanya sebentar, sisanya hanya rasa sakit berlangsung seumur hidupku."
"Lebih baik lenganku yang patah daripada hati ini yang patah" sambil memukul dadaku yang sesak.
"Mencintai tapi gak bisa bersama itu adalah hal paling menyakitkan dalam hidupku ini."
"Kehilangan mu membuat dunia ini terasa kosong tanpa adanya kamu disini dengan senyuman itu."
"Aku benci posisiku didunia ini."
"Dulu kita memang pernah berjanji bersama untuk selalu berjuang bersama-sama, hidup bersama sampai tua nanti sampai ajal yang memisahkan kita, tapi ini."
"Di setiap detak jantung ku selalu kau yang kuingat dengan jurus manjamu."
"Rasa sayang ini, cinta dihati ini akan selalu ada buat mu, akan selalu kuat walaupun dikikis, disayat, dan dilenyapkan, akan selalu ada."
"Cinta dan sayangmu memang untukku, tapi orang tuamu tidak memberikan padaku."
"Aku memang bukan orang yang berada, tapi hatiku tulus menyayangimu apa adanya."
"Kan ku simpan rindu ini untumu disurga nanti, kuharap Tuhan bisa menyatukan kita disana."
"Bahagialah bidadari bumiku pengisi hati ini, canisku aku sayang kamu selalu i love u."
Lalu langsung menutup mataku.
__ADS_1