Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Gendong


__ADS_3

Dan Ervi pun langsung berlari mengejarku, jadi kami berlari-larian dengan kejar-kejaran sampe kena dan ditangkap walaupun lepas lagi dan dikejar lagi kena lagi dan lepas lagi, seperti itu seterusnya.


"Kena ko mas" kata Ervi, yang berhasil menangkapku.


Lalu kugelitikin badan Ervi.


"Hahahaha, geli mas" kata Ervi, dan lepas lagi.


"Hahahaha" kata Fariel.


"Mas masih bisa kabur."


"Mas mah jahat pake gelitikin adek" kata Ervi.


"Awas aja, bakal kena lagi kau mas."


"Tapi masih bisa kabur juga" kata Fariel.


Dan kami lanjut lagi kejar mengejarnya hingga Ervi lelah.


"Adek capek mas, gak kuat" kata Ervi.


"Ah lemah, katanya bisa, malah loyo" kata Fariel.


"Tapi mas gak akan terpengaruh sama rayuan adek."


"Pasti mau jebak mas biar mas menghampiri adek."


"Hahaha ketahuan."


"Ini beneran mas" kata Ervi.


"Capek."


"Anak manja sekarang bisa capek juga ya, kirain gak bisa" kata Fariel.


"Ih jahat nya bilang adek manja" kata Ervi.


"Emang iya" kata Fariel.


"Ta dah duduk aja disitu, mas belikan minum dulu."


Dan aku balik badan dan berjalan ingin membeli air minum.


"Kena kau mas" kata Ervi, yang loncat ke punggung ku.


"Hemmm" kata Fariel.


"Turun bisa gak, katanya capek malah kaya gini."


"Kalau digendong kan gak capek" kata Ervi.


"Kugelitikin nih kalau gak turun" kata Fariel.


"Emang bisa" kata Ervi.


"Oh nantangin" kata Fariel.


Yang langsung kugelitikin dibagian pinggangnya.


"Hahaha, ampun mas ampun" kata Ervi.


"Turun dong" kata Fariel.

__ADS_1


"Kalau gak mau nih bakal mas."


"Iya iya ini turun" kata Ervi.


Lalu Ervi turun tapi setelah turu langsung memelukku dari depan dan menaikkan kedua kakinya.


"Eh malah jadi digendong didepan" kata Fariel.


"Turun gak adek."


"Fak mau, adek bakal seperti ini terus" kata Ervi.


"Mas gelitikin nih" kata Fariel.


Yang menggelitik Ervi bagian pinggang nya.


"Hahaha, geli mas geli" kata Ervi.


"Ya turun kalau gitu" kata Fariel.


"Fak mau, adek mau seperti ini" kata Ervi.


"Mas gak bisa gerak nih" kata Fariel, yang dikunci pake kaki Ervi untuk aku bergerak jalan.


"Barin" kata Ervi.


"Biar mas gak ke mana-mana dan diem disini menatap wajah cantik adek."


"Iya cantik, tapi manja" kata Fariel.


"Lihat dulu muka ku" kata Ervi, yang menarik wajahku untuk melihat kearahnya.


"Cantik kan kaya bidadari sungguhan."


"Iya cantiiiiik banget" kata Fariel.


"Coba aja kalau berani" kata Ervi.


"Oh nantangin mas rupanya" kata Fariel.


Dan aku langsung menjatuhkan diri, dan ervi tetap berada didepanku.


"Auww" kata Ervi, yang keningnya bersentuhan.


"Lepas gak" kata Fariel, sambil menggelitiki.


"Hahahaha, ampun mas ampun" kata Ervi.


"Lepasin gak" kata Fariel.


"Gahaha iy iya" kata Ervi.


Dan Ervi melepaskan nya.


"Capek gak" kata Fariel, yang kini telah duduk.


"Bangunin adek" kata Ervi, yang masih tiduran di pasir.


"Bantuin" dengan menjulurkan tangan padaku.


"Yukkk" kata Fariel, yang menarik tangan Ervi.


"Kan baju adek kotor semua jadinya" kata Ervi.

__ADS_1


"Banyak pasirnya nih" yang mengusap-usap bajunya.


"Sini mas bantuin bersihin pasirnya" kata Fariel.


"Sekarang berdiri biar bersih."


"Ya bantuin berdiri" kata Ervi.


Akupun langsung berdiri dan kemudian membantu Ervi berdiri.


"Valik badanya, biar mas bersihin yang belakangnya" kata Fariel.


Ervi memutar tubuhnya dan aku langsung membersihkan bagian belakang badan Ervi dengan tangan.


"Dah bersih, sekarang punya mas bersihin bagian belakang nya" kata Fariel.


Ervi pun langsung bergantian membersihkan bagian belakangku.


"Yuk ambil sepetu adek tadi disana" kata Fariel.


"Gendong, adek gak mau jalan tanpa alas kaki, sakit" kata Ervi.


"Ya dah pake sepatu mas ya" kata Fariel.


"Sepatu mas kebesaran sama adek" kata Ervi.


"Adek gak mau."


"Dah pake aja dulu" kata Fariel.


Dan aku langsung melepaskan tali sepatuku.


"Pake kaos kaki juga ya biar nyaman gak terasa kebesaran."


Ervi hanya mengangguk.


Langsung kulepas kedua kaos kaki ku dan memakaikan pada Ervi.


"Angkat kakinya, pegangan pada pundak mas" kata Fariel.


Setelah Ervi mengangkat kakinya langsung kupakai kan kaos kakinya dan sepatu nya


"Yang satu lagi angkat kakinya."


"Ervi pun kembali mengangkat kakinya dan aku langsung memakaikan kaos kaki dan sepatu.


"Diikat nya jangan kaya gitu, dibuat kaya kupu-kupu biar lucu" kata Ervi.


"Hemmm iya, bentar ya adek mas yang cantik ini" kata Fariel, langsung kuikat sepatunya menjadi seperti apa yang diminta Ervi.


"Dah, kaya gini kan."


"Iya, makasih masku yang ganteng, yang paling ku sayang" kata Ervi.


"Yaudah yuk jalan" kata Fariel.


"Kan kebesaran" kata Ervi.


"Gak nyaman buat jalan."


"Hmmm ya udah sini mas gendong" kata Fariel.


"Manja banget sih."

__ADS_1


"Mas balik badan dulu" kata Ervi.


Dan aku balik badan langsung Ervi loncat kedepan dan tangannya langsung melingkar sileherku.


__ADS_2