
Keadaan telah kembali normal, Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria telah kembali pulih. Syekh Asmawan Mulia telah kembali ke Desa Damai Setia bersama Lingga dan Ayu. Jaya Satria juga kembali memantau wilayah kerajaan di luar istana.
Tujuh hari telah berlalu. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan keluarganya berkumpul di ruang keluarga istana.
"Ibunda." Raden Hadyan Hastanta bersimpuh dihadapan ibundanya, Ratu Gendhis Cendrawati.
"Apa yang hendak nanda katakan pada ibunda. Sepertinya sangat penting, sehingga nanda memanggil kami semua." Ratu Gendhis Cendrawati mengusap sayang kepala anaknya. Rasanya memang sudah lama ia tidak melakukan pendekatan dengan anaknya.
"Ibunda. Rencananya ananda akan bertamu ke kerajaan angin selatan, untuk meminang putri bestari dhatu."
"Oh putraku." Ratu Gendhis Cendrawati terkejut dengan apa yang dikatakan oleh anaknya. Begitu juga dengan Ratu Dewi Anindyaswari dan Putri Andhini Andita.
"Benarkah nanda sudah siap untuk meminang putri bestari dhatu?. Apakah nanda sudah memikirkannya dengan matang?."
"Tentu saja ibunda. Bahkan rayi prabu yang menyarankannya pada nanda."
"Nanda prabu \ Rayi prabu?." Spontan Ratu Gendhis Cendrawati, Ratu Dewi Anindyaswari, dan putri Andhini Andita melihat ke arah Prabu Asmalaraya Arya Ardhana yang sedang menikmati buah segar ditangannya.
"Benarkah nanda prabu yang menyarankan pada rakamu?. Tapi mengapa?." Ratu Gendhis Cendrawati bingung bercampur heran.
"Benar putraku. Kalian tampak serasi. Tapi mengapa nanda malah menyarankan rakamu untuk meminang nyai bestari dhatu?. Jelaskan nak!." Ratu Dewi Anindyaswari bahkan berharap anaknya yang menjalin hubungan dengan Nyai Bestari Dhatu?.
"Benar rayi prabu. Kami mengira bahwa rayi prabu lah yang menyukai nyai bestari dhatu." Putri Andhini Andita ingin mengetahui penjelasan langsung dari adiknya itu.
Setelah mengunyahnya sampai habis sisa buah di mulutnya, sang prabu tersenyum kecil menatap mereka semua.
__ADS_1
"Ibunda. Ananda menyarankan raka hadyan hastanta untuk meminang nyai bestari dhatu, karena nanda melihat keseriusan yang dimiliki raka lebih besar dari pada nanda." Jawabnya.
"Namun bukan berarti nanda tidak memiliki keseriusan dalam menjalin sebuah hubungan. Akan tetapi sejak bertemu dengan nyai bestari dhatu di pantai selatan. Bagi nanda, nyai bestari dhatu sudah seperti kakak sendiri. Itulah mengapa kami bisa dekat, karena hubungan yang kami jalin bukan hubungan asmara, melainkan hubungan kekeluargaan." Lanjutnya dengan senyuman yang lembut.
"Lalu bagaimana dengan nyai bestari dhatu sendiri?. Apakah mau menerima lamaran dari nanda hadyan hastanta, putra ibunda?." Ratu Gendhis Cendrawati sedikit cemas.
"Jika masalah itu ibunda tidak perlu khawatir. Nyai bestari dhatu dan raka hadyan hastanta saling mencintai. Karena itulah nanda menyarankan untuk segera menjalin hubungan yang lebih serius, dari pada hanya membuang-buang waktu sebagai sepasang kekasih. Lebih baik sah dari pada menimbulkan perbuatan dosa. Bukankah begitu raka?."
"Ya, rayi prabu benar." Raden Hadyan Hastanta tersenyum kecil. "Terima kasih banyak rayi prabu." Raden Hadyan Hastanta sangat bahagia saat ini. Karena ia akan segera memiliki orang yang ia cintai sepenuhnya. "Benar yang dikatakan oleh rayi prabu. Dari pada menghabiskan waktu hanya untuk mengobarkan rayuan gombal, lebih baik menikah, agar tidak ada kumbang lain yang menghinggapinya." Dalam hati Hadyan Hastanta masih ingat dengan apa yang dikatakan oleh adiknya itu.
"Lalu, bagaimana caranya nanda menyampaikan lamaran itu?. Mereka akan terkejut jika kita tiba-tiba datang ke kerajaan angin selatan dengan membawa hantaran." Ratu Dewi Anindyaswari yang bertanya.
"Ya, itu benar. Apakah tidak sebaiknya kita mengutus seseorang untuk mengatakan kapan kita bisa datang ke sana."
"Ibunda tidak perlu khawatir. Kepergian jaya satria tempo hari bukan hanya untuk mengantar nyai bestari dhatu saja. Melainkan menyampaikan berita lamaran raka hadyan hastanta ke kerajaan angin selatan."
"Rayi prabu telah mempersiapkan semuanya untuk nanda. Nanda sangat terkejut dengan apa yang telah rayi prabu lakukan untuk nanda." Raden Hadyan Hastanta juga tidak menduganya.
"Jadi begitu?." Memang agak membingungkan, tapi kabar bahagia ini masih bisa mereka rasakan.
"Maaf jika nanda tidak membicarakannya terlebih dahulu bersama ibunda, juga yunda. Karena keseriusan yang dimiliki oleh raka hadyan hastanta, telah membuat nanda bertindak lebih cepat." Ada perasaan bersalah dari tindakannya.
"Oh raka. Tidak disangka raka memang memiliki keseriusan untuk menjalin hubungan dengan putri bestari dhatu." Putri Andhini Andita tidak menyangka itu.
"Tentu saja aku serius rayi. Karena cintaku pada nyai bestari dhatu itu sangat nyata. Tidak hanya sekedar kekaguman saja. Melainkan keinginan kami yang besar untuk hidup bersama di dalam tali janji takdir pernikahan." Dengan hati yang berbunga-bunga, Raden Hadyan Hastanta mengatakannya.
__ADS_1
"Jika memang itu keputusan yang baik. Kapan kita akan ke sana untuk melakukan pengantar lamaran itu nanda?."
"Ya. Kapan hari bagus itu?. Katakan pada kami semua."
Dua Permaisuri Raja tidak sabar mensejahterakan kabar baik itu.
"Lima belas hari lagi sebelum bulan baru. Kita akan bersama-sama ke kerajaan angin selatan. Jaya satria telah meminta waktu selama itu, untuk melakukan persiapan." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana yang menjawab, karena ia yang mengetahui rencana lamaran itu.
"Benar,,,, kita harus melakukan persiapan yang matang. Karena yang akan kita lamar itu adalah putri seorang raja. Putri terhormat dari kerajaan angin selatan." Ucap Ratu Gendhis Cendrawati merasa senang karena akan mendapatkan menantu seorang putri raja?.
"Ibunda benar. Kita akan membawakan hadiah persembahan yang pantas. Nanda yakin raka hadyan hastanta bisa memikirkan apa yang patut untuk lamaran itu."
"Oh rasanya nanda sangat berdebar-debar karena memikirkan hadiah yang akan nanda berikan." Dengan raut wajah yang panik, Raden Hadyan Hastanta berkata seperti itu. Membuat Ratu Gendhis Cendrawati, Ratu Dewi Anindyaswari, dan Putri Andhini Andita tertawa geli.
"Rayi, sepertinya putra kita nanda hadyan hastanta sudah mulai dewasa. Hingga ia kelabakan memikirkan hantaran seperti apa yang akan serahkan nanti diacara lamarannya nanti." Ratu Gendhis Cendrawati tertawa cekikikan.
"Yunda benar. Lihatlah betapa menggemaskan putra kita nanda hadyan hastanta saat ini." Ratu Dewi Anindyaswari juga ikutan tertawa.
Ini adalah suatu momen yang paling langka untuk dilihat. Benar-benar menikmati suasana kebersamaan mereka hari ini, membahas niat Raden Hadyan Hastanta yang ingin melamar Putri Bestari Dhatu.
"Tapi sayang sekali rayi agniasari ariani tidak bisa hadir untuk membicarakan kabar bahagia ini."
"Semoga saja yunda agniasari ariani kembali sebelum acara lamaran itu dilakukan." Itulah harapan dari Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.b
"Semoga saja rayi. Karena keluarga ini tidak akan lengkap, jika tidak ada rayi agniasari ariani dihari bahagia itu." Memang agak sedih, apalagi saat ini Putri Agniasari Ariani telah melakukan pengembaraan.
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi berikutnya?. Temukan jawabannya. Mohon dukungannya ya.