RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
KEMBALI DENGAN SELAMAT


__ADS_3

...***...


Putri Andhini Andita saat ini sedang berhadapan dengan jin yang telah menyandera banyak pemuda di dalam hutan itu. Jin yang memangsa pemuda untuk dijadikan tumbal?. Apa yang ia inginkan memangnya?.


"Aku tidak akan memaafkan mu!. Karena kau telah berani mengambil kehidupan mereka!." Putri Andhini Andita mengeluarkan pedang pembangkit raga Dewi Suarabumi. Setelah itu ia melompat menyerang jin wanita itu. Namun jin wanita itu juga melompat ke belakang, karena ia tidak mau terkena sabetan pedang Panggilan jiwa.


Putri Andhini Andita tidak akan membiarkan hantu itu melakukan apapun yang ia inginkan, karena keinginannya menjadi manusia. Itu sangat berbahaya, ia telah banyak mengorbankan banyak nyawa yang tak berdosa hanya demi keinginan sesatnya itu.


Duakh!.


Putri Andhini Andita berhasil menendang kuat perut jin wanita itu. Hingga terjajar beberapa langkah ke belakang.


"Gwha!." Jin itu semakin terlihat seram, serta marah. Karena Putri Andhini Andita berhasil melukainya. "Kau tidak akan aku biarkan hidup!. Kau yang akanĀ  menjadi tumbal selanjutnya. Kau memiliki darah yang sangat manis dari keturunan raja yang sangat hebat." Jin wanita itu juga bisa melihat apa yang ada di dalam diri Putri Andhini Andita.


"Kau pikir kau bisa melakukan itu?. Aku lah yang akan membinasakan dirimu atas izin Allah SWT." Putri Andhini Andita memainkan jurus pelebur sukma dari jurus pedang panggilan jiwa yang diajarkan oleh Sukma Dewi Suarabumi. Sebaiknya kau menyerah saja!. Segera pergi dari hutan ini!."


"Kalau begitu aku dulu yang akan membunuhmu!." Tanpa perasaan ragu lagi, jin itu menyerang Putri Andhini Andita.

__ADS_1


Pertarungan mereka cukup seimbang, meskipun beberapa kali mereka menerima serangan. Terluka dan tergores oleh jurus-jurus yang mereka mainkan. Namun Putri Andhini Andita tidak akan membiarkan pertarungan itu terlalu lama. Ia bacakan surat Al-Ikhlas, An-Nas, Al-falah tiga kali. Setelah itu ia tiup ke pedangnya sembari menyalurkan tenaga dalamnya ke dalam pedang panggilan jiwa.


"Bagus sekali andhini andita. Sepertinya kau telah banyak mengalami perubahan. Itu lebih bagus dari yang sebelumnya." Sukma Dewi Suarabumi kagum dengan apa yang dilakukan oleh Putri Andhini Andita. Ia melihat ada perubahan yang ia rasakan.


"Itu semua karena gusti putri yang telah membantu hamba untuk melakukan banyak hal." Putri Andhini Andita tersenyum. Namun ia masih fokus untuk melumpuhkan musuhnya saat ini. "Terima kasih untuk semuanya."


"Kau yang telah melakukannya sendiri. Aku hanya mengamati saja apa yang telah kau lakukan andhini andita." Ya, ia tidak melakukan apa-apa selain mengamati apa yang telah dilakukan oleh Putri Andhini Andita.


Kali ini serangannya sangat tepat, dan sangat berbahaya. Jin itu merintih sakit karena pedang panggilan jiwa yang digunakan Putri Andhini Andita lebih kuat dari yang sebelumnya.


"Kgakh!." Ia terus merintih dan berteriak kesakitan setiap pedang itu menggores kulitnya. Rasanya sangat menyakitkan dari yang sebelumnya. Jin wanita itu melompat menghindari Putri Andhini Andita yang bernafsu untuk membinasakan dirinya. "Kurang ajar!. Berani sekali kau melakukan itu padaku!." Jin wanita itu tampak marah dan tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Putri Andhini Andita. "Kau memang benar-benar ingin aku bunuh!. Gwah!." Ia menyemburkan asap hitam beracun dari dalam mulutnya. Namun bisa diatasi dengan baik oleh Putri Andhini Andita.


"Kau jangan sombong dulu!. Wilayah ini adalah kekuasaan ku!. Kau akan mati di sini!." Teriakan yang sangat kuat, mengganggu pendengaran sekitar. Termasuk putri Andhini Andita yang dengan cepat menutupi telinganya. Supaya tidak tuli mendadak, karena gema suara itu sangat menyakitkan.


Jin Wanita itu malah menghilang entah kemana. Ia menghilang dari pandangan. Putri Andhini Andita berusaha untuk menemukan keberadaannya. Ia tidak boleh kalah dari jin jahat yang menyesatkan.


"Berhati-hatilah andhini andita." Sukma Dewi Suarabumi memperingati Putri Andhini Andita agar lebih waspada. "Sepertinya dia menggunakan jurus halimun. Dia marah padamu, karena dia tidak bisa melukaimu." Sukma Dewi Suarabumi tersenyum kecil. "Tapi kau tenang saja. Aku pasti akan membantumu untuk mengatasi jurus halimun yang sangat menyusahkan itu." Sukma Dewi Suarabumi tidak akan membiarkan jin Wanita itu menyakiti Putri Andhini Andita.

__ADS_1


"Terima kasih atas bantuan gusti putri." Putri Andhini Andita sangat bersyukur dengan apa yang telah dilakukan oleh Sukma Dewi Suarabumi.


Setelah itu mereka bertarung dengan serius, dan mereka akan melakukan tugas ini dengan baik. Hari itu, putri Andhini Andita telah melakukan hal yang sangat luar biasa, yaitunya membunuh jin wanita yang sangat merugikan warga desa itu.


Setelah berhasil membunuh jin wanita yang menyesatkan itu, putri Andhini Andita mengatur tenaga dalamnya. Nafasnya juga agak memburu, karena mengeluarkan banyak tenaga dalam. Namun saat itu ia melihat banyak sukma pemuda yang keluar dari hutan itu. Mereka tampak tersenyum senang. Selama ini mereka terjebak di dalam hutan menyesatkan. Termasuk pemuda yang ia sedang ia cari sukmanya.


"Lasmana, mari ikut denganku." Putri Andhini Andita tersenyum kecil ke arah pemuda yang ia panggil Lasmana. "Kedua orang tuamu telah menunggumu. Mereka sangat ingin bertemu denganmu." Putri Andhini Andita mempersilahkan Lasmana untuk jalan duluan menuju rumahnya.


Sedangkan nyai Warti, dan demang Dirgantara Wira agak menunggu agak lama. Karena mereka tidak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh Putri Andhini Andita. Sementara itu, Putri Andhini Andita yang telah berhasil membawa kembali Sukma Lasmana saat ini sedang berada di bilik itu.


"Segeralah masuk ke dalam sukma milikmu. Aku akan membantumu supaya bisa kembali lagi masuk ke dalam tubuhmu." Sukma Putri Andhini Andita memerintahkan Lasmana untuk berbaring tepat di raganya.


"Baiklah. Mohon bantuannya nini." Lasmana hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh Putri Andhini Andita. Ia berbaring tepat di raganya, supaya lebih cepat proses penyatuan mereka. Sukma Putri Andhini Andita menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Lasmana, sedangkan raganya terus membacakan ayat suci Al-Qur'an. Memohon pertolongan Allah SWT, agar pengobatan yang ia lakukan berjalan dengan lancar.


Agak memakan waktu yang cukup lama baginya untuk menyatukan Sukma itu. Karena hampir lama juga mereka terpisah. Karena Lasmana selama ini hanya berjalan dalam bentuk Sukma. Jin itu terus membiarkan Sukma Lasmana tersesat. Karena keinginan untuk kembali itu ada, sehingga tidak semudah itu jin itu mengambil sukmanya. Selain itu, mungkin karena nasib baik yang dimiliki oleh Lasmana, ia bertemu dengan Putri Andhini Andita yang membantunya untuk kembali.


Setelah menyalurkan tenaga dalam, dan memastikan semuanya baik-baik saja, Putri Andhini Andita kembali memasuki raganya. Ia masih tetap membacakan Al-Qur'an untuk membentengi dirinya supaya tidak diikuti oleh sukma-sukma jahat yang menyesatkan.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2