
...***...
Azan subuh telah dikumandangkan dengan merdunya, sehingga penghuni istana bersama-sama menuju ke mushola untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Namun saat itu, Putri Bestari Dhatu masih berjuang untuk mempertahankan kehidupan baru yang akan segera lahir ke dunia ini. Mereka semua sama-sama berdoa untuk kebaikan Putri Bestari Dhatu.
Termasuk Raden Hadyan Hastanta sebagai suaminya ikut berdoa saat melaksanakan sholat subuh. Hingg terdengar suara teriakan bayi dengan kerasnya. Pertanda ia telah lahir ke dunia ini dengan selamat. Tangisan yang begitu sangat keras, dan saat itu Putri Bestari Dhatu dapat merasakan seperti terbang ke dunia lain. Namun ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
"Alhamdulillah hirobbil'alamin ya Allah." Dalam hatinya merasa bersyukur, atas apa yang baru saja ia alami.
Sedangkan Nyi Ulis membatu membersihkan semuanya. Mulai dari memandikan bayi yang baru lahir, juga membersihkan sang ibu yang baru saja selesai melahirkan.
"Wah, bayinya sangat sehat sekali gusti putri." Nyi Ulis sangat bahagia melihat bayi yang lahir dengan kondisi sehat tanpa kekurangan apapun.
"Alhamdulillah hirobbil'alamin. Terima kasih ya Allah ya Rabbi." Putri Bestari Dhatu menangis bahagia. Ia tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi seorang ibu sebelumnya. Ia yang selama ini bertahap tumbuh, dari anak-anak. Setelah itu menuju remaja, dewasa. Lalu menikah?. Menjadi seorang istri, dan sekarang menjadi seorang ibu?. Ya, begitulah hidup. Butuh proses menuju kebahagiaan yang benar-benar kebahagiaan akan datang pada masanya. Selama kita mau berjuang untuk mendapatkannya. Sakit, dan kecewa adalah rintangan yang harus dihadapi. Menyerah, atau terus berjuang untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. Meskipun sang pencipta mengatakan, jika sang pencipta akan memberikan apa yang kamu butuhkan. Semoga apa yang diberikan oleh sang pencipta, suatu hari akan menjadi apa yang kamu inginkan.
...***...
Disisi lain. Putri Andhini Andita melaksanakan sholat subuh. Sebelum memasuki subuh tadi, ia baru saja selesai melakukan semedi. Mengikat pedang pembangkit raga Dewi Suarabumi. Dalam sholatnya ia juga meminta perlindungan, supaya aman keluar dari desa ini.
"Maaf jika aku mengganggumu anak muda. Ada hal yang ingin aku katakan padamu." Nenek itu tersenyum pada Putri Andhini Andita.
__ADS_1
"Apa yang ingin nenek katakan pada saya?. Sepertinya sangat penting sekali." Putri Andhini Andita membalikkan badannya menghadap ke arah nenek itu.
"Aku mengetahui kalau kau adalah keturunan dari raja yang hebat. Hanya saja kemampuanmu tidak diasah saja." Senyumannya itu kini berganti dengan nada serius. "Aku dapat merasakan itu semua dari hawa yang kau pancarkan. Terlihat sangat jelas, bagaimana kau mewarisi darah dari raja yang sangat hebat." Lanjutnya lagi.
"Jadi nenek dapat melihat semuanya?." Putri Andhini Andita hanya ingin memastikan saja apa benar nenek itu memiliki kemampuan bisa melihat apa saja yang ada di dalam diri seseorang.
"Aku melihat sukma dewi suarabumi bersamamu. Saat ini ia sedang bersemayam di dalam pedang panggilan jiwa milikmu." Jawabnya dengan senyuman kecil.
"Lalu apa yang akan nenek lakukan, jika saya memiliki pedang itu?." Putri Andhini Andita hanya ingin memastikan apa yang ia pikirkan tidak akan seperti itu.
"Aku akan mengajarkan beberapa jurus menyembunyikan hawa keberadaan sukma dewi suarabumi yang ada di dalam tubuhmu. Supaya kau tidak mendapatkan kesulitan ketika melangkah kemanapun." Ada perasaan cemas yang ada di dalam dirinya saat ini. "Akan berbahaya, jika banyak orang yang menginginkan kekuatan dari sukma dewi suarabumi." Lanjutnya dengan perasaan cemas yang sangat luar biasa.
"Baiklah kalau begitu, mari kita mulai saja." Nenek tersebut mengajak Putri Andhini Andita untuk segera melakukan sebuah ritual kecil untuk melindungi keberadaan sukma Dewi Suarabumi. Apakah yang akan dilakukan oleh Putri Andhini Andita?. Apakah nenek itu benar-benar akan mengajari hal yang baik pada Putri Andhini Andita?. Temukan jawabannya.
...***...
Kembali ke istana Kerajaan Suka Damai.
Saat ini semua penghuni istana sedang berkumpul di ruang balai pertemuan. Mereka semua menyaksikan betapa tampannya bayi yang baru saja lahir. Bayi laki-laki yang sangat sehat. Kerajaan Suka Damai telah dianugerahi cucu pertama laki-laki yang sangat sehat. Mereka semua sangat bahagia, karena dapat menyaksikan bagaimana indahnya Allah SWT menciptakan Makhluknya dengan bentuk yang sangat sempurna.
__ADS_1
"Alhamdulillah hirobbil'alamin. Telah lahir putra pertama dari pernikahan raka bahuwirya hadyan hastanta, dengan putri bestari dhatu. Dengan jenis kelamin laki-laki yang sangat sehat." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sebagai kepala keluarga istana mewakili mereka semua dalam bentuk kebahagiaan yang mereka rasakan.
Para hadirin, dimulai dari Senopati, dharmapati, serta rakyat yang menjadi perwakilan rakyat. Selai itu, para sepuh istana juga turut hadir dalam hari bahagia itu. Mereka semua juga mengucapkan rasa syukur pada sang pencipta yang telah memberikan mereka kesempatan untuk menyaksikan dan melihat betapa tampannya bayi laki-laki yang baru lahir ke dunia ini.
"Sebagai kepala istana. Saya sangat berterima kasih kepada semuanya. Senantiasa telah Mendo'akan yang terbaik untuk kami semuanya." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat bersyukur. "Maka dalam kesempatan yang berbahagia ini. Kami nantinya akan mengundang saudara-saudara untuk hadir. Karena akan ada acara pemberian nama nantinya. Semoga cucu pertama ini dapat memberikan kebahagiaan pada kita semua." Itulah harapan dari Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan mereka semua yang hadir pada pertemuan itu.
...***...
Kembali ke Putri Andhini Andita. Saat ini ia sedang dilatih oleh Nenek Putih, itu nama julukannya semasa ia masih muda dan seumuran dengan Putri Andhini Andita pada saat ini.
Gerakan itu adalah gerakan yang dapat menyembunyikan hawa keberadaan sukma Dewi Suarabumi yang ada di dalam tubuhnya. Putri Andhini Andita mencoba untuk tetap tenang saat mengikuti gerakan yang dilakukan oleh Nenek putih.
"Lakukan dengan lebih baik lagi cah ayu. Supaya kau bisa merasakan lebih ringan lagi." Nenek Putih memandu Putri Andhini Andita. Tak henti-hentinya ia memberikan arahan, supaya Putri Andhini Andita lebih leluasa untuk mendapatkan apa yang ia inginkan selama ini.
"Bismillahirrahmanirrahim." Putri Andhini Andita selalu mengucapkan kalimat yang baik. Dan ia tidak pernah menyangka, ada yang seperti itu. Mengambil kekuatan tenaga dalam milik orang lain untuk membunuh. Namun Putri Andhini Andita tidak akan begitu saja akan mengalah pada orang lain, selagi ia berjalan dengan baik.
"Anak muda ini sangat berbakat sebenarnya. Hanya saja tidak diasah." Dalam hati nenek Putih merasa kagum dengan Putri Andhini Andita yang sangat cepat menangkap apa yang telah ia ajarkan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
__ADS_1