RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
PERTARUNGAN TIGA SUKMA


__ADS_3

...***...


Ada dua sosok yang kini sedang melindungi Putri Andhini Andita dari ganasnya cambuk yang hendak melukai tubuhnya. Mereka semua hampir tidak percaya saat memastikan jika itu adalah makhluk gaib dan sosok wanita dewasa yang sangat cantik?.


"Siapa kalian?. Bagaimana mungkin kalian bisa datang ke sini?." Lereng Api sangat marah dan tidak terima. "Aku sangat benci ada yang berusaha ikut campur dalam pertarungan ini." Ia genggam kuat cambuknya itu.


Sukma naga bumi berubah menjadi sosok laki-laki dewasa yang gagah, dan ia menggunakan pedang Sukma naga pembelah bumi?.


"Kau telah berani mengusik kami, mengusik keluarga kami. Maka akan berhadapan dengan kami." Sukma naga Bumi menatap tajam sambil mengacungkan pedang Sukma Naga Pembelah Bumi.


"Kau akan kami binasakan. Karena kami telah berjanji, serta bersumpah akan melindungi keturunan gusti prabu bahuwirya jayantaka byakta yang telah menyelamatkan Sukma kami agar tidak menderita setelah kematian yang kami alami. Kami dimasukkan ke dalam pedang yang nantinya yang akan dipanggil oleh mereka semua." Sukma Dewi Darmani terlihat marah dengan apa yang dilakukan oleh Lereng Api pada Putri Andhini Andita.


Dan pada saat itu, Sukma Dewi Suarabumi keluar dari tubuh Putri Andhini Andita. Sehingga nenek Putih keluar dari tubuh Putri Andhini Andita.


"Uhuk, uhuk, uhuk." Putri Andhini terbatuk-batuk, nafasnya terasa sangat sesak. Hampir saja ia kehabisan nafas setelah kedua sukma itu keluar dari tubuhnya.


"Kalian berdua. Bagaimana bisa ada di sini?. Apakah gusti prabu yang mengirimnya?. Atau gusti ratu agung yang memerintahkan kalian untuk datang ke sini?." Sukma Dewi Suarabumi heran, bagaimana kedua sukma ini bisa sampai ke sini?.


"Nanti saja tanya jawabnya. Kita bereskan dulu dia. Karena aku tidak suka dengan laki-laki yang hanya bermain kasar pada seorang wanita." Sukma Naga Bumi siap dengan pedang yang ada di tangannya.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan menggunakan kekuatan ku." Sukma Dewi Suarabumi mengeluarkan pedang Pembangkit Raga Dewi Suarabumi. "Rasanya sudah lama aku terpendam di dalam pedang ini, dan saatnya aku mengeluarkan semua kemampuan yang aku miliki." Lanjutnya dengan santainya.


"Hooh. Aku juga ingin kembali mencoba jurus tarian kematian yang pernah aku mainkan dulu semasa hidup." Sukma Dewi Darmani sedikit terhibur dengan apa yang ia dengar.


"Lalu bagaimana dengan kami?." Nenek Putih bertanya karena penasaran.


"Kalian berdua tunggu saja di sini. Kami saja sudah cukup untuk memberinya pelajaran." Sukma Naga Bumi maju, dan ia menyerang Lereng Api.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti apa yang kalian katakan. Tapi sepertinya memasukkan kalian semua ke dalam tubuh ku sepertinya akan membuat tenaga dalamku semakin kuat." Lereng Api bersemangat, karena ia melihat ada tiga Sukma bagus yang dapat ia ambil kekuatannya.


"Andhini andita. Pulihkan tenaga dalammu. Karena aku yakin, gusti prabu, juga gusti ratu agung saat ini sedang menyalurkan tenaga dalam mereka ke dalam pedang panggilan jiwa mereka. Sehingga dua sukma itu bisa datang ke sini. Jadi jangan sia-siakan apa yang telah mereka lakukan untukmu." Sukma Dewi Suarabumi memperingati Putri Andhini Andita.


"Sandika gusti Putri. Akan hamba lakukan seperti yang gusti putri katakan." Putri Andhini Andita tidak membantah. Ia mengatur hawa murninya agar lebih tenang. Setelah itu ia melakukan semedi. Ia mencoba untuk mengalirkan semua tenaga dalamnya ke pedang yang ia pedang saat ini.


"Mari kita bantu sukma naga bumi untuk membunuh orang tidak berguna itu." Sukma Dewi Darmani mengajak Sukma Dewi Suarabumi untuk bertarung bersama.


"Ahahaha!. Lawan saja aku jika kalian bisa!." Entah mengapa ia merasakan perasaan yang sangat senang luar biasa. Gejolak kesenangan yang ia rasakan saat ini menggelitiki perutnya, sehingga ia tertawa seperti orang yang kesurupan. Tangannya tak henti-hentinya mengayun kuat cambuk yang ada di tangannya. Cambuk itu ia ayunkan terus, hingga sampai ia ingin menghancurkan musuhnya dengan cambuknya. Sukma Naga Bumi mengambil langkah mundur, menjaga jarak. Saat itu Sukma Dewi Suarabumi dan Sukma Dewi Darmani mendekatinya.


"Meskipun kita belum pernah bekerja sama sebelumnya, namun aku yakin kita bisa membinasakan orang biadab itu." Sukma Naga Bumi menatap tidak suka pada Lereng Api yang tertawa terbahak-bahak mendengarkan apa yang ia katakan.


"Baiklah. Kalau begitu mari kita gabungkan jurus yang kita miliki. Aku rasa tidak perlu menahan diri untuk menghabisi orang tidak berguna itu." Sukma Dewi Darmani bersiap-siap dengan jurus andalan yang ia miliki.


"Aku suka dengan ide gila itu. Mari kita coba." Sukma Dewi Suarabumi sangat setuju.


Sementara itu, Sukma Naga Bumi saat ini sedang memainkan jurus guncangan bumi menggempar hutan. Jurus yang memberikan efek gempa, sehingga membuat gerakan musuh terganggu karena getaran gelombang gempa yang sangat kuat. Sedangkan Sukma Dewi Suarabumi memainkan jurus pekikan gelombang pemecah batu. Jurus yang sangat berbahaya. Karena jika ada yang mendengarkan suaranya, maka ia tidak akan bertahan dalam waktu yang lama. Sepertinya Lereng api mulai kewalahan menghadapi kedua sukma tersebut. Cambuknya tidak dapat lagi untuk diandalkan, dan tidak berpengaruh sama sekali pada keduanya.


Srakh!. Srakh!.


Dengan pedang yang telah dilambari dengan jurus yang mereka mainkan, Lereng Api telah merasakan bagaimana sakitnya dari sayatan pedang dari kedua sukma itu ketika mereka marah.


"Kini giliranku." Sukma Dewi Darmani memainkan jurus andalannya. Jurus tarian kematian, jurus yang indah. Namun mengandung racun yang sangat berbahaya.


Saat itu juga, ia merasakan aliran tenaga dalam yang sangat kuat dari Ratu Agung, sehingga jurus yang ia mainkan terasa sangat nyata seperti ketika ia hidup dahulu.


"Uhuk." Lereng Api terbatuk, memuntahkan darah. "Kurang ajar!. Ternyata mereka tidak bisa aku remehkan begitu saja. Benar-benar kurang ajar!." Lereng Api benar-benar merasa kesal. Tenaga dalamnya cukup terkuras setelah berhadapan dengan dua sukma tadi?. Apa yang akan ia lakukan untuk menghadapi Sukma agung itu?.

__ADS_1


"Kau tidak usah banyak berpikir. Rasakan saja jurus tarian kematian yang akan membinasakan mu. Kejahatan yang telah kau lakukan selama ini sungguh tidak bisa dimaafkan lagi. Dan aku tidak akan mengampunimu." Sukma Dewi Darmani telah selesai dengan jurusnya. Hanya melepaskan pada target yang akan menjadi korban dari jurusnya itu.


"Lakukan dengan benar. Aku akan kembali pada gusti prabu." Sukma Naga Bumi sudah tidak sabar lagi.


"Aku juga harus segera meninggalkan tempat ini, jadi lakukan dengan cepat." Sukma Dewi Suarabumi juga tidak sabar.


"Kalian tenang saja. Aku pasti akan melakukannya dengan benar, dan cepat." Sukma Dewi Darmani melakukannya, ia ayunkan pedangnya ke arah Lereng Api tanpa suara. Tanpa gerakan yang mencolok, namun siapa sangka, setelah itu hanya terdengar suara teriakan yang sangat keras. Suara itu ada jeritan kesakitan Lereng Api. Dada kirinya ditusuk dengan pedang oleh Sukma Dewi Darmani tanpa ampun. "Kau hanya menyusahkan aku saja. Bahkan aku tidak sudi berhadapan dengan orang lemah seperti kau." Setelah berkata seperti itu, ia mencabut pedang Panggilan Jiwa.


Brugh!.


Lereng Api terkapar di tanah dengan keadaan yang mengenaskan. Tubuhnya menghitam seperti terbakar, dan itu tidak enak untuk dilihat.


"Jurus tarian kematian. Sungguh jurus yang sangat hebat sekali." Sukma Naga Bumi merasa kagum dengan apa yang dialkukan Sukma Dewi Darmani.


"Baiklah. Kalau begitu kita berpisah sampai di sini. Nanti jika mereka semua berkumpul kembali, pada saat itu kita akan melanjutkan cerita yang kau tanyakan." Sukma Dewi Darmani tersenyum kecil.


"Jaga gusti putri degan baik. Kami memang merasa terusik jika terjadi sesuatu padamu. Tapi aku yakin ia telah menjadi orang yang sangat kuat." Sukma Naga Bumi tersenyum kecil. Setelah itu keduanya pergi kembali ke tuan masing-masing.


Sedangkan Sukma Dewi Suarabumi kembali masuk ke dalam tubuh Putri Andhini Andita. "Alhamdulillah hirobbil'alamin ya Allah. Semuanya telah selesai." Putri Andhini Andita sangat senang. Selanjutnya ia mendekati nenek Putih. "Dendam nenek telah terbalaskan. Semoga nenek bisa tenang berada di alam sukma ini." Putri Andhini Andita hanya tersenyum kecil saja.


"Terima kasih atas bantuan yang telah kau berikan padaku. Semoga perjalanan yang kau lakukan ini memberikan pelajaran yang baik padamu." Itulah harapan dari Nenek Putih.


"Saya juga ingin mengucapkan rasa terima kasih pada nenek Putih. Karena telah melindungi saya dari orang-orang yang berniat jahat pada saya." Putri Andhini Andita tersenyum lebar. "Saya akan mendo'akan, supaya perjalanan nenek aman. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kebahagiaan di dunia sana." Lanjutnya lagi dengan perasaan yang sangat sedih. Rasanya ia tidak sanggup untuk berpisah dengan Putri Andhini Andita. Namun nasib memang berkata lain. Karena mereka memiliki alam yang berbeda.


"Berhati-hatilah cah ayu. Aku telah membuka mata batinmu, dan kau akan bisa melihat apa saja yang tersembunyi di dunia ini. Semoga kau beruntung dengan apa yang kau miliki." Itulah harapan dari nenek Putih untuk Putri Andhini Andita. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...*** ...

__ADS_1


__ADS_2